
Alana yang kesal dengan hujatan para teyangganya, langsung masuk ke dalam kemar lagi.
" Kenapa lagi al?" tanya rayhan heran dengan ekspresi alana yang sedang kesal.
" Tuh para tetangga tadi ngehujat aku. Padahal aku udah mau bilang kalau siska itu yang punya hubungan gelap dengan reza sampai dia hamil, eh malah siska yang fitnah balik ke aku. Akhirnya, para ibu-ibu lebih percaya ke siska." ujarnya sambil mengatur nafas karena kesal.
Rayhan yang memang sedang bermain handpone, iseng membuka camera dan mengfoto alana yang sedang cemberut.
' hem lucu juga ni gadis.' batinnya.
" Mas ray, kog diem sih? malah asyik main hp, tadi aja nanya kenapa, eh pas udah jawab malah nggak di tanggepin." ujar alana lagi.
" Hahaha." rayhan hanya tertawa mendengar istrinya yang terus mengomel.
" Kog malah ketawa sih." sungutnya.
" Uang yang aku kasih masih banyak?" tanya rayhan setelah berhenti tertawa.
" Hah?"
'ni orang nggak nyambung banget, ceritanya kesini eh dia nanggepinnya kesitu.' batin alana.
" Masih ada?" tanya rayhan lagi. " Seingatku kamu belum keluar sama sekali, kalau uangnya kurang kamu bisa bilang al, bagaimana pun juga kamu adalah tanggung jawab saya, meski pernikahan kita ini mempunyai maksud tertentu." ujarnya.
" Emm masih ada, masih banyak." jawab alana.
" Kenapa nggak di pakai belanja saja, toh dengan belanja hatimu pasti akan lebih tenang."
" Tapi aku nggak terbiasa menghambur-hamburkan uang begitu." jawab alana.
'hem wanita baik yang nggak royal.' batin rayhan.
" Kamu beli pakaian bermerek atau apalah itu, buktikan kalau saya bisa memberi kebahagian dengan menafkahi lebih kamu, buktikan kalau kamu lebih hidup tentram dengan saya." ujar rayhan.
" Hah? Tapi nanti kalau uangnya cepet habis gimana? Kan sayang."
" Kamu tenang saja, rezeki itu sudah di atur oleh Allah." ujar rayhan. Alana pun mengangguk.
" Baiklah, memang boleh aku belanja apa saja?"
" Boleh, belanja lah apa saja yang penting kamu senang!"
" Terima kasih mas." ujarnya alana disertai dengan senyuman.
'hem mas rayhan baik banget, nggak pelit lagi.' batin alana.
__ADS_1
" Iya." ujar rayhan sambil memainkan handponenya lagi.
" Ya udah aku mau turun ke bawah, mau ke dapur, mau masak."
" Kamu bisa masak?"
" Bisa lah."
" Ya sudah, saya juga sudah lapar."
" hem di tunggu ya, nanti aku panggil kalau sudah matang."
" Iya."
*****
" Masak apa al?" tanya ayah alana.
" Ini masak kangkung belacan sama gurame goreng yah." jawab alana.
" Wah makan enak nih." ujar ayah.
" Sebentar ya yah, al panggil mas rayhan dulu."
" Iya yah."
Setelah semuanya berkumpul, mereka pun menyantap makanan yang di masak alana. Alana cukup senang melihat suaminya makan masakannya dengan lahap.
" Enak mas?" tanya alana dan di angguki oleh rayhan.
" Kamu kapan mulai kerja lagi rayhan? Meski pengantin baru, kamu nggak boleh leha-leha, sudah ada istri yang harus kamu nafkahi." ujar ayah.
" Ayah! Kenapa berbicara begitu?" jawab alana kesal menatap ke arah ayahnya. Karena tanpa ayah peringati, suaminya bahkan sudah memberi uang belanja lebih untuknya.
" Apa yang ayah bilang benar al, iya sekarang masih punya tabungan, lah kalau besok-besok gimana? Kebutuhan sesorang kedepannya nggak ada yang tahu al." ujar ibu.
" Besok saya sudah mulai bekerja yah, bu." jawab rayhan.
" Oh ya? Kerja apa? Dimana? Apa kamu mau kembali ke malang lagi dan mau membawa alana?" tanya ayah mahendra.
" Tidak yah, saya tetap menjadi sopir pribadi, anak bos saya yang di malang kebetulan ada di kota ini." jawab rayhan santai.
" Sopir lagi? Mengapa kamu nggak nyari pekerjaan yang lebih layak?" tanya ibu.
" Ayah, ibu apapun pekerjaan mas rayhan, alana akan selalu dukung, yang penting halal." jawab alana geram.
__ADS_1
" Ya nggak bisa begitu al, ngapain masih mau bekerja sebagai sopir? Cari kerja itu seperti reza yang kantoran." ucap ibu lagi.
" Udah bu cukup! Jangan membeda-bedakan mas rayhan dengan reza, mereka berbeda, mas rayhan lebih baik daripada reza." jawab alana geram dengan sikap ibunya.
" Kan memang begitu kenyataannya al, gaji reza lebih besar, lebih banyak daripada pendapatan suamimu."
" Cukup bu! Ibu tidak ingat berapa uang yang di beri mas rayhan untuk kebutuhan rumah? Ibu pilih kasih terhadap menantunya. Haha jangankan kepada menantunya kepada ku pun anaknya ibu dan ayah pilih kasih."
" Al, sudah." jawab rayhan menengahi.
" Oh jadi kamu nggak ikhlas al?" ucap ibu ratna.
" Bukan nggak ikhlas bu, tapi ibu sudah keterlaluan, ibu selalu membeda-bedakan tentang mas rayhan dengan reza, juga selalu membela siska dari pada aku. Aku juga anak ibu." ujar alana.
" Kamu itu cuma anak ang,,,,"
" Cukup bu!" sahut ayah. Sedangkan alana yang mendengarkan pun terkejut.
" Anak apa bu? Ibu mau bilang anak angkat tadi?" tanya alana.
" Bukan al, sudah cukup jangan berdebat lagi. Bu sudah ayo kembali ke kamar." jawab ayah.
" Ayo jawab bu, kenapa diam? Ibu tadi mau bilang aku anak angkat? Aku anak pungut?" tanya alana lagi dengan air yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.
" Sudahlah yah, alana sudah besar, bahkan sudah bersuami, sudah waktunya dia tau." jawab ibu.
" Sudah bu, nggak usah. Rayhan ayo ajak istrimu masuk kamar!" ujar ayah.
" Iya, sebenarnya kamu anak angkat ayah dan ibu. Sebelum ibu mengandung siska, kami sangat ingin cepat-cepat memiliki anak. Akhirnya kami mengasuh kamu dari panti Asuhan." ujar ibu.
Jedaaarrr,,,,,, Bagai tersambar petir, alana jadi kaget menerima kenyataan bahwa sesungguhnya dirinya hanya anak angkat di keluarga ini.
" Kami memilih kamu yang kami asuh karna kamu masih bayi berumur 3 bulan, setelah mengasuh mu ibu mengandung siska." jelas ibu lagi.
Semua hanya diam mendengar penuturan ibu. Mahendra dan rayhan hanya mendengar dan menyaksikan.
Sedangkan alana sudah menangis terisak, terjawab sudah mengapa siska selalu dibela di banding dirinya, selalu di manja dari pada dirinya, dulu ayah dan ibu selalu menjawab kalau karena dirinya seorang kakak dan harus bersikap dewasa.
Lalu siapa orang tua kandungnya? Apakah orang tua kandungnya tidak mau merawat dirinya hingga dirinya harus di bawa ke panti asuhan? Atau kah orang tuanya sudah meninggal?
Alana yang kaget menerima kenyataan akhirnya jatuh pingsan dalam dekapan rayhan yang dengan segap menangkap tubuh lemah istrinya.
bersambung........
yuk jangan lupa like, comen, vote Dan jadikan favorit ya 🙏🏻🤗 dukungan mu sangat berharga bagi Aithor 😚😚😚😚🙏🏻
__ADS_1