Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab 2. alana bimbang


__ADS_3

Setelah alana pergi ke kamarnya, senyum terpancar dari wajah siska.


Sedangkan reza, dia masih ragu untuk menerima pernikahan ini karna reza masih sangat cinta kepada alana. Reza khilaf melakukan itu kepada siska.


" Sudahlah za mungkin ini sudah takdir kalian untuk bersama, toh siska juga tak kalah cantik dari alana." kata rea sambil menepuk bahu kanan reza.


" Tapi ma,,, reza masih cinta sama alana!" jawab reza.


" Seiring berjalannya waktu kamu juga akan jatuh cinta kepada siska za." jawab rea.


" Emm bagaimana kalau ada yang bertanya mengapa pengantin wanitanya dirubah?" tanya bu ratna.


" Kita jawab aja alana ketahuan selingkuh dengan rayhan, kakak tirinya reza. Akhirnya reza lebih memilih menikah dengan siska, bagaimana?" jawaban rea membuat hati siska berbunga-bunga.


" Baiklah." jawab hendra, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk saja.


*****


Seorang pria tampan, tinggi, putih serta hidung mancung dan berlesung pipi sedang berada di ruangannya.


Setelah mendapat kabar dari sang ayah bahwa dirinya harus menikah menggantikan adik tirinya, membuatnya muak dengan semua sikap keluarganya yang semena mena dalam segala hal.


Keluarganya rela mengorbankan apapun demi nama baik keluarganya. Termasuk ayahnya sendiri! Ayahnya selalu menuruti semua keinginan istri keduanya. Bahkan, ayahnya yang bernama mahesa lebih menyayangi dan selalu membanggakan anak tirinya dari istri keduanya.


" Andi!"


" Ya ray." jawab asisten rayhan yang bernama andi kurniawan.


" Sepertinya ini akan lebih menarik." senyum tipis muncul di bibirnya.


" Iya ray." jawab andi.


" Laksanakan sesuai rencana!" perintahnya.

__ADS_1


" Siap bro." jawab andi. Semenit kemudian " Ehem bakal jadi calon pengantin ya ray." goda andi terhadap sahabatnya alias bosnya.


" Kalau kamu mau silahkan gantikan aku andi!" tanya nya.


" Emm endak ray, gue belum siap." ujarnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Saya pun, siap tidak siap harus siap andi! Mereka harus di beri perhitungan!"


" Hehe oke tau, semoga lancar sampai hari H ya!"


" Hem." sahutnya.


*****


Besok harinya, alana tetap mengurungkan diri di dalam kamarnya. Dia muak bertatap muka dengan siapa saja yang ada dirumahnya.


Tok tok tok,,,, tetap tak ada sahutan dari dalam kamar alana.


" Sayang,,,, alana, makan yuk! Kamu belum makan sama sekali sedari kemaren." teriak ratna ibunya alana. Ratna sedikit khawatir dengan keadaan putri sulungnya. Namun, tetap tak ada sahutan dari dalam.


'tidak! Aku tidak boleh selemah ini. Aku harus membalaskan sakit hati ini. Tapi, bagaimana caranya?' kembali air mata mengalir di pipi mulusnya.


'Ya allah,,, sesungguhnya engkau yang maha kuasa atas segalanya. Maka, balaskan sakit hati ini ya raab...!'


Tok tok tok


Lagi suara ketukan pintu terdengar. 'baiklah, tidak ada gunanya juga ku menangis. Lebih baik aku harus memikirkan bagaimana caranya aku membalaskan semua perbuatan mereka!'


" Alana,,, rayhan calon suamimu sudah datang!"


Ceklek


" Kamu habis menangis nak!" tanya bu ratna.

__ADS_1


" Tidak, buat apa aku menangisi laki laki seperti itu, tidak ada gunanya." bohongnya. Padahal dalam otaknya, memory kejadian kemarin masih sangat menyakitkan hatinya.


" Hem ya sudah, ayo nak di ruang tamu sudah ada rayhan calon suamimu." ajak ratna.


'hah jadi mereka beneran mau menjodohkan aku dengannya?' alana pun tidak habis fikir dengan jalan fikiran keluraganya, mau aja mereka mengikuti kemauan mantan calon mertuanya.


Setelah sampai ruang tamu, alana terkesima dengan wajah pria tersebut yang duduk di dekat pintu.


'emang dia beneran seorang sopir?' batinnya.


" Ini alana, anak sulung saya. Jadi, bagaimana? Apakah kamu mau menerima perjodohan ini?" tanya hendra ayahnya alana.


" Baik, saya terima!" jawab pria tersebut dengan entengnya.


" Hah,,, tapi,,," belum sempat alana melanjutkan perkataannya rayhan sudah memotongnya.


" Saya harus bicara empat mata dengannya!" kata rayhan sambil menunjuk ke arah alana.


" Baiklah, silahkan!"


Setelah mereka berdua berada di teras depan alana harus menanyakan mengapa pria tersebut lamgsung mau dijodohkan dengannya.


" Mengapa kita harus menikah? Padahal kita tak saling mengenal!" protes alana.


" Kita harus menikah! Kamu mau membalaskan sakit hatimu kepada mereka kan?" jawab pria berlesung tersebut.


" I,,iya tapi kan"


" Dua hari lagi kita sah sebagai suami istri!"


" Hah" alana pun terdiam tak bisa berkata apa-apa. Dirinya tidak mau menikah dengan orang yang tak di kenalinya, tapi mengingat semua perlakuan buruk mereka mengharuskan alana menerima perjodohan ini.


Entah bagaimana rumah tangganya esok, yang terpenting sakit hatinya harus dibalaskan.

__ADS_1


" Baiklah." jawab alana akhirnya pasrah.


__ADS_2