Balas Dendam Pasangan Kekasih

Balas Dendam Pasangan Kekasih
bab. 32


__ADS_3

Rayhan masuk ke dalam kamar rawat pricilla. Diatas brankar, terdapat seorang wanita bertubuh kurus serta wajah pucat masih memejamkan matanya. Rayhan memandangi wajah pucat itu.


Melihat kondisi pricilla yang memprihatinkan membuat hati rayhan sedikit nyeri, jadi ini alasannya mengapa dia dulu tiba-tiba pamit pergi jauh darinya.


Kalau dia ingin kembali pada pricilla pun tidak akan mungkin, dia sudah punya istri sekarang, alana.


Ah iya alana, rayhan tersadar telah melupakan istrinya sendiri. Padahal dia tadi sudah janjian akan sarapan di dalam ruangannya.


Rasa terkejut melihat pricilla serta rasa panik ketika pricilla pingsan, membuat nya lupa akan istrinya.


" Ah alana. Bagaimana sampai lupa sih." gumam rayhan meraup kasar wajahnya. Segera ia beranjak lalu mengeluarkan handponenya di saku celananya.


" Ayo al, angkat!" gumam rayhan lagi. Setelah lama ia mencoba, akhirnya alana mengangkat panggilannya.


" Assalamu'alaikum alana, kamu dimana?"


" Wa'alaikumsalam." jawab alana lirih.


" Kamu dimana al?"


" Di jalan."


" Pulanglah ke rumah, ada hal penting yang mau ku sampaikan."


" Hem." tut tut tut..


Alana langsung menutup panggilannya membuat hati rayhan tercubit, dari cara biacaranya saja rayhan sudah bisa menebak kalau alana sedang kesal terhadapnya. Rayhan menarik nafas panjang, menghembuskannya dengan kasar.


" Maafkan aku al, aku salah."


Niat hati rayhan segera menemui alana di rumahnya namun, saat memegang knop pintu, rayhan mendengar suara lenguhan wanita yang ditungguinya tadi.

__ADS_1


Rayhan segera mendekat menghampiri pricilla yang mulai membuka kelopak matanya.


" Bagaimana keadaanmu pricilla? Apa ada yang sakit?" tanyanya.


" Aku dimana?"


" Kamu di rumah sakit pricilla."


" Kamu pasti sudah tau dari dokter kan?" tanya pricilla dengan suara lemahnya.


" Iya, kenapa kamu tidak jujur padaku dulu?"


" Aku ingin menutupi semuanya darimu rayhan, aku ingin sembuh total. Tapi, sepertinya itu sangat sulit."


" Jangan berkata seperti itu la, aku yakin pasti kamu akan sembuh." rayhan menyemangati. Pricilla tersenyum dan berkata.


" Kalau aku sembuh, maukah kamu balikan lagi denganku?"


Tapi, dia harus menjadi suami yang tegas dan mempunyai pendirian. Dia sudah punya istri sekarang.


" A..aku..."


" Ah iya, aku lupa kamu sudah menikah ray, mana ada lelaki yang sudah beristri mau menikah lagi dengan wanita penyakitan sepertiku." ucap pricilla.


" Kamu jangan berkata seperti itu pricil! Mungkin kita memang tidak berjodoh, pasti ada nantinya seorang laki-laki yang tulus mencintai kamu. Maafkan aku pricil, andai dulu kamu bilang kepadaku, mungkin aku tidak akan menikah sampai sekarang." jelas rayhan.


Hati pricilla terasa sesak mendengarnya, tapi memang benar kata rayhan.


" Andai dulu kamu tau kalau aku penyakitan, mungkin kamu akan pergi meninggalkanku ray."


" Aku bukan lelaki seperti itu la, tidakkah cukup kamu tah sifatku, padahal waktu itu kita sudah dua tahun lamanya punya hubungan."

__ADS_1


" Maafkan aku ray, aku menyesal."


Huft.......


" Istirahatlah pricil, aku ada urusan. Nanti andi yang akan kembali kesini." ucap rayhan lalu pergi, meninggalkan seorang wanita yang menatap kepergiannya sedih.


" Apa aku tidak berhak bahagia? kamu milikku ray, akan selamanya jadi milikku, dulu maupun esok." gumam pricilla sambil meraih handponenya untuk menelvon papi maminya.


******


Sedangkan alana masih duduk termenung di dalam kamarnya. Kamar yang ia tempati bersama suaminya. Mengingat semua perhatian rayhan yang selalu bersiakap lembut kepadanya, kembali menyesakkan hatinya membayangkan kalau sebenarnya masih ada wanita lain di dalam hati suaminya.


' aku nggak boleh jadi wanita lemah, aku harus kuat. Jangan cengeng alana.' batin alana.


Dari pada ia diam, mending ia sholat saja, toh ini juga masih waktu dhuha. Mengadu pada sang pencipta mungkin akan membuat hatinya tenang.


Segera alana beranjak mengambil wudhu' di kamar mandi, setelahnya ia langsung memakai mukena dan melaksanakan sholat dua rakaat.


Setelahnya, alana mengangkat kedua tangannya dan mengeluhkan semua keresahan hatinya pada Sang Khaliq, semua alana ceritakan di iringi air mata yang berderai.


Selang beberapa menit, alana menyudahi berdo'anya, berharap Allah akan menenangkan fikiran dan hatinya. Alana beranjak mengambik mushaf kesayangannya di rak buku yang ada disana.


Agar hatinya tenang, alana juga membaca al quran. Sejenak, hati alana menjadi lebih tenang.


Ceklek......


" Alana."


bersambung.....


jangan lupa like, komen, vote Dan jadikan favorit ya 🤗🙏🏻 terima kasih atas dukungannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2