
Andi menghampiri rayhan dan ikut panik tatkala melihat mantan kekasih sahabatnya pingsan dalam pelukan rayhan.
" Ray, pricilla kenapa?"
" Gue juga nggak tahu." jawabnya juga panik, lalu segera menggendongnya.
" Siapa perempuan itu ray?" tanya reza yang tiba-tiba muncul di depannya.
" Reza." gumam rayhan.
' duh, reza udah tau kalau rayhan pemilik resto ini?' batin andi.
" Siapa wanita ini! Lo selingkuh dari alana? Bajingan lo ray!" teriak reza karena rayhan tak kunjung menjawabnya.
Pikiran rayhan semakin kalut, mengapa reza bisa tau keberadaanya saat ini, terlebih saat dia dalam kondisi seperti ini fikir rayhan. Namun, tidak ada waktu. Tanpa menjawab umpatan reza, rayhan segera membawa pricilla pergi dari sana.
" ****! Awas lo ray udah membuat hati alana terluka!" umpat reza lagi.
Andi pun segera mengikuti rayhan dan menyiapakan mobil supaya rayhan bisa segera membawa pricilla ke rumah sakit.
Di sisi lain, seorang wanita berhijab pasmina putih sedang menangis di dalam mobilnya. Melihat suaminya memeluk wanita lain sungguh membuat hatinya sesak dan nyeri.
Alana sadar kalau dia sudah jatuh cinta terhadap suaminya. Wanita mana yang tak cinta kalau sang pria selalu perhatian lebih pada wanitanya?
' Ku fikir semua perlakuan manisnya selama ini adalah wujud dari perasaannya. Ternyata salah, kamu bodoh alana. Mana ada laki-laki yang menikah karena perjodohan, bisa secepat itu mencintai istrinya.' batinnya sesenggukan.
" Nona kenapa? Maaf non, saya lancang." ucap sopir pribadinya.
" Saya nggak papa pak." jawab alana bergetar.
Lalu sang sopir memberikan tisu pada majikannya. " Jangan sedih non, kan nona sudah punya tuan rayhan sekarang."
" Kami menikah hanya karena tujuan tertentu pak." jawab alana sesekali masih sesenggukan.
" Tapi saya lihat tuan rayhan sudah ada perasaan kog ke nona?"
' ku fikir awalnya juga begitu pak, ternyata tidak sama sekali.' batin alana.
" Pak, saya mau ke taman bentar boleh?"
" Baik non, saya antar kesana."
Sesampainya di taman yang asri dan sepi, alana duduk di atas bangku yang sudah tersedia di sana. Sekelibat bayangan ketika rayhan dan seorang wanita yang tengah berpelukan mesra muncul dalam ingatannya.
" Apa aku tidak pantas bahagia?" gumamnya sendu. Ia tarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.
" Semua lelaki ternyata sama." gumamnya lagi. Lalu dugh...... " Auwww."
__ADS_1
Datang seorang cowok berseragam sekolah, berjaket hitam serta bertopi hitam menghampiri alana.
" Duh kak maaf, saya nggak sengaja." ucap cowok tadi. Alana menoleh ke arah suara, cowok tadi tercengang melihat wanita yang tak sengaja kena lempar botolnya tadi berwajah sendu pucat seperti habis menangis.
" Duh kak, aku bener-bener minta maaf ya. Sakit banget ya kak?" ucapnya lagi panik.
" Emm iya nggak papa, nggak terlalu sakit kog." jawab alana lalu menghapus sisa air matanya.
" Kakak nangis kenapa? Karena aku yang nggak sengaja tadi ya?"
" Enggak kog." jawab alana sambil tersenyum. ' wah.... Kakak ini manis banget kalau lagi senyum.' batin cowok tadi. Cowok tadi pun ikut duduk di samping alana.
" Kenalin kak, namaku Aiden."
" Alana." jawab alana sambil menerima uluran tangan aiden.
" Kakak kenapa? Kakak sedang punya masalah?" tanya aiden.
" Kakak nggak kenapa napa, emm kamu anak sekolah kog ada disini jam segini?" jawab alana balik bertanya.
" Hehe pingin main aja kak, males ke sekolah." jawab aiden cengingisan.
" Kog gitu? Nggak takut kena marahin ayah ibumu?"
" Papa dan mama nggak tau kak kalau aku sering bolos sekolah."
" Iya juga ya, lagi malas aja kak, nanti habis sekolah pasti harus ikut ekskul."
" Kan itu demi kesuksesan kamu aiden."
" Hehe lagi malas kak..... Kak alana kayak papa, kalau bilang pasti karena untuk kesuksesanku."
" Oh iya?"
" Iya, setiap mau berangkat ke sekolah pasti papa selalu bilang Harus rajin! Biar besok bisa menggantikan papa di perusahaan!"
" Kan enak aiden, tinggal nerusin perjuangan papamu."
" Nah malau jawaban ini persisi seperti mama yang pasti bilang begitu."
" Hahaha masa sih? Kebetulan aja aiden." jawab alana tertawa, lupa sudah dengan kesedihannya.
" Hehe alhamdulillah kakak udah tertawa nggak sedih kayak tadi." ujar aiden.
" Hemmm makasih aiden."
" Iya kak, ya udah aiden mau berangkat sekolah deh, nggak papa telat beberapa pelajaran hehe."
__ADS_1
" Aiden aiden." gumam alana geleng-geleng kepala.
" Sampai jumpa lagi kak alana."
" Iya."
*****
Sedangkan rayhan, dia sedang menunggu dokter yang masih menangani pricilla.
" Ray, sekawatir itu kamu sama pricilla?" tanya andi yang masih setia menemani rayhan.
" Bagaimana pun juga, pricilla pernah ada dalam hatiku." jawab rayhan.
" Ray, sebenarnya tadi aku melihat....."
Ceklek.....
Rayhan segera bangun dari duduknya menghampiri dokter yang menangani pricilla.
" Bagaimana keadaannya dok?" tanya rayhan, terlihat jelas dalam guratan wajahnya kalau rayhan benar-benar khawatir terhadap pricilla.
" Anda keluarganya pasien?"
" Bu..bukan dok, saya temannya."
" Apakah anda sudah menghubungi keluarga pasien?"
" Keluarganya ada di luar negeri dok, sebenarnya ada apa dengan pricilla?"
" Sebenarnya pasien memiliki penyakit gagal ginjal stadium 3."
" Apa dok?" jawab rayhan dan andi bersamaan.
" Sepertinya pasien juga sudah lama berupaya mengobati penyakitnya di luar negeri. Karena shok dia pingsan, tolong jangan buat dia depresi, agar penyakitnya tidak semakin parah." jelas dokter.
Rayhan dan andi diam mencerta penjelasan sang dokter. " Baik dok, terima kasih." jawab rayhan.
" Baik, saya permisi."
Setelah dokter pergi, rayhan baru menyadari bahwa pricilla pergi ke luar negeri secara tiba-tiba karena dia ada alasan.
" Kenapa kamu nggak bilang dari awal pricilla?" gumam rayhan. Fikirannya benar-benar kalut saat ini, andi yang ada di sampingnya pun mengerti tentang perasaaan rayhan.
bersambung......
yuk dukungannya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1