
Setelah acara pernikahan reza dan siska selesai, semua tamu undangan pulang ke rumahnya masing-masing. Saat ini, rayhan masih menatap alana yang masih tertawa lepas mengingat kejadian siang tadi.
" Hahaha ray, sungguh ketawaku nggak bisa berhenti nih hahaha." kata alana masih ketawa sambil memegang perutnya yang mulai kram.
Seperdetik kemudian, alana meringis memegangi perutnya yang mulai menjadi sakitnya.
" Haduh ssttt,,,,," keluh alana.
" Makanya, dari tadi di suruh udahan malah makin ngakak aja." ujar rayhan.
" Habisnya setiap mau berhenti tertawa, selalu keingat lagi sama kejadian tadi nggak jadi berhenti deh ketawanya hehe."
Jawab alana sambil menyeka air di sudut matanya.
" Hem ya sudah saya mau pulang." pamit rayhan.
" Ya udah deh, udah malem pula."
" Siap-siap untuk besok, cepat masuk ke dalam! Angin malam di luar tidak baik untuk kesehatan tubuh." ujar rayhan yang langsung membuat jantung alana berdesir.
" Emm iya hati-hati!" jawab alana gugup.
" Hem." setelah rayhan pulang, alana pun segera memasuki rumah. Di dalam rumah, terlihat sangat sepi. Mungkin sudah pada tidur karena merasa kelelahan setelah seharian ada acara. Alana pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
*****
Sedangkan di dalam kamar pengantin baru, siska masih dengan wajah masamnya. Mengingat kejadian tadi siang yang menimpanya, sungguh membuat siska semakin benci terhadap kakaknya.
" Awas kamu mbak, aku pasti akan membalasmu!" ujar siska.
" Udahlah sis, toh itu juga salah kamu yang ceroboh." sahut reza.
" Kog mas reza malah membela mbak al sih." katanya sambil cemberut.
" Iya kan memang begitu, siska!" jawab reza enteng.
__ADS_1
" Aku ini istri kamu mas, seharusnya kamu itu harus selalu membelaku." jawab siska sedikit berteriak.
" Sudahlah siska aku mau tidur, ngantuk." kata reza sambil beralih menghadap menyamping membelakangi siska.
" Iihh mas, ini kan malam pertama kita!" jengkelnya. Tetapi, reza sudah tak menyahut. Sedetik kemudian, terdengarlah dengkuran halus dari mulut reza menandakan bahwa reza sudah terlelap.
" Huftt,,, malam pertama itu seharusnya nggak kayak gini. Ihh awas kamu mbak! Aku pasti akan membalasmu!"
Setelah mengatakan itu siska pun ikut tidur, dan tak lama pun dia juga sudah terlelap.
*****
" Qobiltu Nikaha Ha watazwija Ha bil Mahril Madzkur Haalan."
" Bagaimana saksi, Sah?"
Sah
Sah
Sah
Setelah pak penghulu memimpin do'a. Rayhan menjulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh alana. Rayhan membisikkan do'a ketelinga alana sambil menyentuh ubun-ubun istrinya.
'emm do'a apa ini? Kenapa tangan ray jadi dingin begini?' batin alana.
" Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, semoga menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warohmah." ujar pak penghulu memberi selamat kepada mempelai.
" Terima kasih pak penghulu." jawab rayhan.
" Ayo pa, kita pulang! Mama udah nggak betah disini, mana panas lagi." kata mama rea.
" Hush ma, nggak boleh begitu." jawab ayah mahesa.
" Huh yaudah deh kalau papa mau disini, mama ke depan dulu. Udah gerah banget disini." ujarnya lalu keluar tanpa menunggu jawaban suaminya.
__ADS_1
" Ray, selamat ya. Pasti ibumu senang disana melihat anak laki-lakinya sudah mempunyai pasangan hidup." ujar papa mahesa tulus.
" Hem, terima kasih." jawab rayhan malas. Alana hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka.
" Ayo nak, kita pulang!" ajak ibu rea. Alana hanya mengangguk. Sedangkan rayhan langsung melangkah keluar, di ikuti alana dan keluarganya.
*****
Setelah sampai di depan rumah, alana dan rayhan turun dari mobil di ikuti seluruh keluarganya. Di teras sudah ada siska yang menyambutnya.
" Uh pengantin baru, selamat ya. Akhirnya kakakku sudah menjadi suami seorang sopir." kata siska sambil menyaringkan suaranya agar para tetangga nya bisa mendengar.
" Apa maksudmu sis?" jawab alana tergelak.
" Hemm apa enaknya ya punya suami seorang sopir, memding modelan suami yang kerja di kantoran. Udah bayarannya gede, keren lagi." sahut tetangga yang bernama bu menik.
" Iya, bodoh itu ya si al. Udah enak-enak punya calon suami kantoran eeh malah selingkuh sama seorang sopir." jawab tetangganya satunya lagi. Alana yang mendengar itu pun segera bergegas masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
Telinga alana panas mendengar gosip diluar rumahnya. Sedangkan rayhan pun juga langsung masuk ke dalam kamar alana dengan wajah datarnya.
" Sudahlah al, mereka memang suka gibahin orang setelah mendengar kabar dari keluarga. Nggak usah di pikirin."
"Habisnya tuh mulut cabe rawit banget ray."
" Besok kita buktikan kepada mereka bahwa kita lebih berkelas dari pada adikmu itu." kata rayhan.
" Benarkah? Bagaimana caranya?" sahut alana antusias.
" Saya mau mandi." ujar rayhan dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
" Oke, aku tunggu." teriak alana supaya rayhan yang sudah masuk kedalam kamar mandi bisa mendengarnya.
Alana menunggu rayhan selesai mandi sambil rebahan di kasurnya. Karena alana yang juga lelah, akhirnya alana pun keriduran.
Setelah rayhan keluar dari kamar mandi, rayhan melihat alana yang ketiduran. Rayhan memandang sejenak wajah alana dan berkata " Baiklah, kita mulai balas dendam ini dengan cara halus." ujarnya dengan senyum smirk nya.
__ADS_1
jangan lupa like dan comment nya mah teman 😘😘🤗 kritikan juga boleh 🤗