
Pagi yang cerah, alana menyipitkan matanya menghalau sinarnya matahari yang masuk melalui cendela kamarnya.
" Hoamm,,, perasaan aku tertidur setelah sholat shubuh, lalu kenapa aku jadi tidur di kasur, mukenaku sudah terlepas pula." ucap alana pada dirinya sendiri.
Ceklek!
" Aaaa." teriak alana keget sembari menutup wajahnya.
' duh,,, ngapain telanjang dada gitu sih.' gumamnya gugup.
" Kenapa al?" tanya rayhan lalu melangkah menuju lemari bajunya.
" Emm eng,,gak papa."
" Sudah kah?" ucap alana lagi.
" Sudah apa al?" jawab rayhan.
Alana pun mengintip di sela jari-jarinya guna melihat rayhan. Huffttt.....
" Kenapa al?" tanya rayhan. Sebenarnya rayhan mengerti apa maksud alana, tapi rayhan hanya ingin sedikit menggodanya.
" Emm nggak papa. Emm mas mau kemana kog sudah rapi?" tanya alana.
" Mas mau mulai kerja, nggak papakan? Anak dari bos mas yang ada di malang kebetulan butuh sopir pribadi disini." ujar rayhan. Alana hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.
" Al!" panggil rayhan.
" Iya." jawab alana.
" Kamu nggak papakan kalau aku bekerja jadi sopir?" tanya rayhan.
Alana tersenyum mendengar pertanyaan suaminya dan berkata " Mas, kamu nggak perlu bertanya seperti itu. Kamu adalah suamiku dan tugasku sebagai istri yaitu untuk menghormati serta patuh terhadap perintah suami selagi perintah itu tidak bertentangan dengan ajaran agama Allah, tugasku untuk menyemangati mas dan mendo'akan mas supaya rezeki yang mas dapat bisa menjadi barokah." jelas alana panjang lebar.
" Aku tidak pernah malu memiliki suami yang bekerja sebagai seorang sopir, bagiku yang penting hasil kerja itu halal. Jadi, mas nggak perlu khawatir tentang hal itu." jelas alana lagi.
Rayhan yang mendengar penjelasan alana tersenyum di buatnya. Bagaimana bisa dia mempunyai istri yang memiliki hati yang sangat lembut, sungguh ini adalah anugerah. Meskipun pernikahan ini di paksakan, tapi rayhan sudah merasa nyaman atas semua sikap dan perhatian alana.
" Terima kasih al." ucap rayhan.
" Terima kasih untuk apa mas?"
" Terima kasih sudah jelasin panjang lebar meski kamu baru bangun tidur. Cepat mandi lalu segera sarapan, aku akan sarapan diluar, aku pergi dulu." ucap rayhan lalu menghampiri alana dan mengusap kepalanya serta mengacaknya gemas.
" Mas ihh...."
" Mas berangkat Assalamu'alaikum." kata rayhan sambil menjulurkan tangannya dan segera diraih oleh alana.
" Wa'alaikumsalam hati-hati mas." ucap alana dan diangguki oleh rayhan.
Rayhan pun gegas segera berangkat untuk pergi ke suatu tempat.
*****
Tok...tok...tok...
__ADS_1
" Masuk!" ujar seseorang di dalam ruangan.
Ceklek!
" Assalamu'alaikum bos pengantin baru, selamat pagi. Bagaimana bos? Berhasil masuk gawang tidak? Hemm jadi pengen nikah juga saya bos." sapanya sambil cengar cengir di depan bosnya.
Hufttt...
" Kalau nyamperin kesini hanya untuk bahas itu, mending gk usah kesini! Nggak lihat nih tugas numpuk! Kalau mau minta tugas bilang! Saya kasih pekerjaan tambahan." ujar si bos dengan geram kepada asisten sekaligus sahabatnya.
" Hehe maaf bos, saya nggak akan ngganggu, silahkan diselesaikan dengan cepat supaya bisa cepat pulang melihat sang istri. Saya maklum kog biasanya kam pengantin baru begitu bos, nggak bertemu satu jam saja rasanya nggak bertemu seminggu hehe." ujar si sahabat dengan jenakanya.
Wajah sang bos sudah terlihat sangan kesal, tatapan tajamnya pun sudah menjalang ke arah sang asisten sekaligus sahabat tersebut.
Andi susah payah menelan ludahnya sendiri kala melihat reaksi serta tatapan tajam sang atasan sekaligus sahabatnya itu. Niat hati ingin menggoda sahabatnya agar tak terus mempunyai sifat yang dingin, hemm sepertinya memang susah merubah sifat seseorang yang mempunyai kulkas dua pintu fikirnya.
" maaf bos, canda hehe." cengirnya lagi.
" andi!" suara dingin sang bos membuat hawa dingin di dalam ruangan mulai terasa.
" Baik bos, saya pergi, jangan galak-galak ya bos biar nona al bisa terpikat dengan anda. Pisss bos!" ujarnya lalu segera pergi setengah berlari meninggalkan sang atasan sebelum mendengar tanggapan sang bos.
Bruk.
Huftttt....
" Sialan!" umpatnya. Setelah itu si bos memanggil sang bawahan kepercayaannya yang juga mengelola usahanya lewat telepon di meja nya.
" Segera keruanganku sekarang!"
Tok...tok...tok...
Ceklek!
" Maaf bos, ada yang bisa saya bantu?" ucap rendi, seorang kepercayaan si bos dalam mengelola usahanya.
" Kirimkan makanan terbaik di resto ini kepada istri saya!" perintah si bos.
' Hah! Istri? Kapan pak rayhan menikah?' batin rendi.
" Telinga kamu masih berfungsi kan ren?" ucap rayhan.
" I..iya bos maaf. Kalau boleh tau kapan bos menikah? Kenapa saya tidak tau?"
" Saya menikah tiga hari yang lalu, jangan kasih tau siapa pun! Hanya kamu dan andi yang tau!"
" Siap bos."
" Segera kirimkan makanan terlezat ke alamat rumah ini. Berikan untuk istriku yang bernama Alana maharani dari suaminya."
" Baik bos, segera saya laksanakan."
" Baiklah, pergilah!"
" Baik bos." ucap rendi lalu segera pergi melaksanakan apa yang harus dirinya kerjakan.
__ADS_1
" Selamat makan siang istriku." gumam rayhan sambil tersenyum tipis.
*****
Sedangkan di kediaman Mahendra sedang menikmati makan siangnya. Karena hari ini hari sabtu, reza dan siska libur bekerja dan memilih berdiam diri di rumah.
Sedangkan alana belum mulai masuk kerja, karena masa cutinya belum habis. Alana memilih berdiam diri di kamar dari pada harus makan bersama keluarganya.
Alana masih sakit hatinya kala mengingat penjelasan sang ibu angkatnya. Belum lagi kalau harus berkumpul dengan siska, pasti ada aja nanti topik untuk menyindirnya lagi.
Hufttt...
" Laper, hemm pesan makanan aja enak kali ya, uang yang di kasih rayhan juga masih banyak menumpuk." ujar alana lalu mengambil handpone nya di atas nakas ingin memesan makanan.
Tok...tok...tok...
" Mbak cepet keluar! Tuh ada yang nyariin!" ucap siska dari luar lalu langsung pergi.
Alana mengernyit heran, siapa yang mencarinya?
Alana pun melangkah keluar kamar, ia melirik sekilas ke arah meja makan yang di penuhi makanan lezat menurutnya. Perutnya sudah keroncongan minta di isi karena sedari pagi alana belum makan sama sekali, dirinya malas keluar kamar bertemu dengan penghuni rumah.
Segera alana melangkah ke arah pintu depan yang tak jauh dari letak kamarnya.
" Maaf siapa?" tanya alana.
" Maaf mbak, saya mau antar pesanan makanan atas nama alana maharani dari pak rayhan." ucap seorang kurir makanan.
Alana mengernyit heran, lalu tersenyum cerah. Suaminya tau aja kalau dirinya kelaperan fikirnya.
" Emm saya alana pak."
" Ya udah ini makanannya mbak." ucapnya sambil memberikan makanan ke alana.
" Habis berapa ini pak?"
" Sudah di bayar mbak."
" Oh makasih ya pak!"
" Iya sama-sama mbak, mari!"
" Iya." ucap alana lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
" Siapa mbak?" tanya siska. Lalu siska tak sengaja melihat kotak makanan yang di bawa alana.
' astaga, itu resto yang makanannya lezat itu kan? Kog bisa mbak alana pesan makanan itu sih, kan mahal.' batin siska.
Sedangkan alana hanya diam, malas menanggapi ucapan adik tirinya. Lalu ayah, ibu serta reza menghampiri siska dan melihat alana yang sedang membawa kotak makanan. Keluarganya semua pada terlihat heran dengan alana yang bisa membeli makanan mahal itu.
' dapat uang dari mana alana bisa membeli makanan mahal itu? Mana banyak lagi.' batin reza.
bersambung.....
yuk jangan lupa like, comen, vote Dan jadikan favorit ya πππ dukunganmu sangat berarti bagi authorπ€ terima kasih ππ»
__ADS_1