
*Masih flasback*
Setelah meletakkan handponenya di atas meja tiba-tiba perut sekar terasa sakit dan mulas.
" Duh,,, sssttt... Bik sumi!" panggil sekar.
" Iya non, astaghfirullah kenapa non?" bi sumi pun juga terlihat cemas melihat majikannya kesakitan.
" Perutku sakit bi, mulas banget juga."
" Apa jangan-jangan non sekar mau lahiran ya?" jawab bi sumi.
" Tapi hpl nya masih seminggu lagi bi."
" Sebentar ya non, saya telvon den arka dulu." ujar bi sumi sudah memegang hp ingin segera menghubungi suami sekar, Arka wijaya.
" Duh... Sstt astaghfirullah udah sakit banget bi!"
" Ya allah,,,, ya udah bibi anter ke rumah sakit sekarang ya non." ucap bi sumi. Akhirnya sekar dan bi sumi langsung pergi ke rumah sakit bersama sopir nya.
Setelah di periksa, dokter mengatakan bahwa sekar memang sudah mau melahirkan dan sudah pembukaan 5.
" Tahan ya bu, memang rasanya sakit dan mulas, nanti lebih lama rasa sakit itu akan sering muncul. Ibu tidur miring ke kiri ya supaya pembukaan cepat selesai dan ibu bisa lahiran dengan normal.
" iya bu dokter. Em saya boleh minta tolong panggilkan bibi saya di depan dok?" pinta sekar. Bu dokter pun menurutinya dan segera memanggil bi sumi di luar, tak lama bi sumi pun masuk.
" Bi, tolong jangan kabarin mas arka ya." pinta sekar.
" Loh kenapa non? Bukannya lebih baik non lahiran di dampingi den arka?" jawab bi sumi dan sekar menggeleng.
" Aku ingin kasih kejutan untuk mas arka bi, nanti malam mas arka sudah sampai rumah. Aku ingin ketika mas arka sampai rumah aku sudah menyambutnya dengan menggendong anak kami." ujar sekar.
Terdengar helaan nafas dari bi sumi, tapi bi sumi bisa apa, arka wijaya meminta bi sumi untuk selalu menjaga dan menuruti semua keinginan istrinya karena besarnya rasa cinta arka terhadap sekar.
" Baiklah non, izinkan saya menemani non sekar lahiran ya."
" iya bi, ssttt...."
Suara jam berdetak beraturan memenuhi irama. Detik perdetik menjadi menit, menit permenit menjadi jam. Tepat pukul 14:35 wib sote hari, sekar telah melahirkan anak pertamanya.
Anak pertama yang sangat cantik, memiliki hidung mancung seperti ayahnya, wajah oval seperti sekar serta kulit yang kemerah merahan yang semakin membuat bayi mungil tersebut terlihat menggemaskan. Setelah bayi tersebut di bersihkan segera di adzani oleh salah satu dokter disana.
" wah cantiknya. Mau dikasih nama siapa non?"
" Emm itu nanti biar mas arka yang beri nama bi."
__ADS_1
Malam harinya sekar sudah di perbolehkan pulang. Sekar sangat antusias membawa bayinya dalam gendongannya. Berharap dirinya bisa cepat pulang sebelum suaminya sampai dirumah.
" Apa nggak sebaiknya kita nunggu pak doni aja non?" tanya bi sumi.
" Nggak usah deh bi, keburu mas arka sampai rumah nanti. Mending kita naik taksi aja biar cepet."
Bi sumi menuruti kemauan sekar. Di perjalanan, suara rintik hujan terdengar semakin deras. Menambah gelapnya malam semakin terlihat gelap karena tak ada kilauan cahaya bulan dan bintang.
" Hati-hati ya pak nyetirnya, duh deres banget non." ucap bi sumi dengan hati yang tidak enak.
Setelah bi sumi mengatakan itu, terlihat mobil box menyalip mobil yang dinaikinya, dan berhenti mendadak di karenakan mobil truk depan yang terlihat berjalan berarah tak beraturan. Akhirnya terjadilah tabrakan beruntun.
Tin..tin..tin..
Cittt!!
Aaaaaaaaa
* flashback off *
Bu sekar menangis terisak sejadi jadinya kala mengingat kejadian tersebut. Alana yang mendengar pun juga ikut mengeluarkan air mata.
" bu,,,,," panggil alana. Mendengar panggilan alana, bu sekar segera memeluknya dengan erat. Ada rasa nyaman dan hangat saat berada di dekatnya.
" Lalu bagaimana dengan anak ibu yang baru lahir itu?"
" Ibu bertanya pada suami ibu suami ibu bilang juga belum tau, karena tepat setelah kejadian ibu dan bi sumi sama-sama pingsan. Suami ibu datang ke rumah sakit juga belum sempat melihat putrinya." jelasnya lagi dengan piluan air mata.
" Ibu yang tabah ya, mungkin anak ibu segera di tolong oleh seseorang."
" Ibu sudah mencarinya kemana-mana tapi ibu dan suami ibu belum berhasil menemukannya."
" Emm maaf mengganggu, mbak al ini udah masuk jam kerja." ujar rika teman alana.
" Eh iya, bu alana mau kerja dulu ya bu. Ibu harus tetap semangat, nggak boleh menyerah dan terus berdoa in syaa allah ibu akan menemukan anak ibu yang hilang." ucap alana.
" Iya nak terima kasih, ibu juga mau pamit pulang kalau gitu. Oh ya nak, kalau ada waktu senggang main ke rumah ibu ya, ini alamatnya."
" in syaa allah ya bu, kapan-kapan alana pasti mampir main kerumah ibu."
" Iya udah, ibu pulang Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam." jawab alana sambil terus melihat kearah bu sekar yang mulai melangkah menjauh. Jauh dalam lubuk hatinya, ia ingin selalu berada di dekat ibu paruh baya itu.
Setelah itu alana kembali beraktivitas bekerja dan akan memundurkan diri nanti setelah selesai bekerja.
__ADS_1
*****
" Assalamu'alaikum." setelah rayhan menutup pintu kamarnya, mata rayhan membulat tatkala melihat alana yang sedang mengobati sikutnya. Segera rayhan mengahmpirinya.
" Kamu kenapa al? Kenapa bisa luka-luka begini? Kenapa nggak kabarin aku kalau kamu kenapa-kenapa?" tanya rayhan beruntun sambil mengambil alih kapas yang di pegang alana lalu segera membersihkan luka alana dengan obat merah.
" Hehe satu-satu mas tanyanya?" alana cekikikan melihat raut wajah rayhan yang terlihat lucu menurutnya.
" Ceritakan!"
" Duh mas, pelan-pelan, sakit!" ujar alana.
" Cepat ceritakan!"
" Iya-iya. Emm tadi pagi setelah mas ray pergi mengantar al, al mendengar orang minta tolong ternyata ibu-ibu mau di jambret mas. Lalu aku hajar lah si pejambretnya duh,,, stt" desis alana.
" Sakit mas, perih! Bukan cepet kering tambah lebar ni luka."
" Kenapa nggk teriak minta tolong saja, malah mau jadi pahlawan kesiangan. Ni jadinya kamu yang luka-luka!" ujar rayhan dengan nada kesalnya.
" Ihh mas di tempat itu memang kebetulan lagi sepi banget, al itu jago beladiri kog."
" Ckck kalau jago beladiri, ini apa?" ujar rayhan sambil beralih mengobati lutut alana.
" Hehe tadi tuh udah alana pelintir tangannya, al udah capek banget ngeladeni si jambret itu, kan al juga belum sarapan jadi ya energinya nggak full." jelas alana.
" Pokoknya besok-besok kalau ada apa apa langsung hubungi mas!"
" Iya-iya." kalau nggak kepepet. terusnya dalam batin.
" Sudah izin berhenti kan?"
" Heem sudah."
" Tidurlah! Sudah malam, besok mas temani memilih rumah yang kamu sukai."
" Ini beneran mas?" ujar alana kaget dengan keseriusan suaminya ingin membeli rumah. 'mana cukup uangnya'batinnya.
" Hem, mas mandi dulu" jawab rayhan lalu melangkah pergi menuju kamar mandi.
" hah! Mas rayhan punya uang seberapa banyak sih? Gajinya per bulan berapa ya? Kayak nggak punya beban aja ngomong mau beli rumah. Emang beli rumah sama kayak mau beli baju, kan enggak." ujarnya sendiri.
Alana menunggu rayhan sambil rebahan menahan ngantuk. Tetapi karena mata yang mulai panas ingin pejam, serta badan yang sudah kelelahan membuat alana tertidur pulas mendahului rayhan yang masih dalam kamar mandi.
bersambung....
__ADS_1
yuk jangan lupa dukungannya ya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 like, komen, vote Dan jadikan favorit 🙏🏻🙏🏻🤗 terima kasih 🙏🏻😚😚😚