
" Orang sibuk begitu tuh pak, pasti dari istrinya!" ujar andi setelah rayhan pergi.
" Maksud kamu? Rayhan sudah menikah?" tanya pak wijaya. Andi yang mendapat pertanyaan begitu gelagapan menjawab.
" I,,iya pak." jawab andi terbata. Pak wijaya yang mendengarnya pun langsung menjewer telinga andi.
" Aushhhhh sakit pak." ujar andi.
" Kenapa nggak bilang ke saya kalau rayhan mau nikah!" tanya pak wijaya dan tangannya masih setia menjewer telinga andi.
" Duh,,,, pak! Nanti kalau telinga saya putus gimana pak stttt?"
" Biarin! Udah berani nyembunyiin sesuatu dari saya ya?"
" Eng,,,gak pak! Saya cuma di suruh rayhan buat nyembunyiin dulu pernikahannya. Andi mohon pak! Lepasin dong, nanti kalau benar putus terus nggak ada yang mau sama saya gimana pak?" ucap andi lalu pak wijaya pun langsung melepaskan tangannya.
Mereka memang sudah dekat seperti halnya seorang ayah kepada anaknya. Karena pak wijaya juga sudah menganggap rayhan dan andi seperti anaknya sendiri, begitu pun sebaliknya.
Bahkan putra semata wayang pak wijaya pun sudah sangat dekat terhadap rayhan dan andi. Aiden pun juga sudah menganggap keduanya seperti kakaknya sendiri, karena aiden sedari kecil ingin sekali mempunyai seorang kakak.
Sedangkan rayhan yang berada agak menjauh dari keramaian segera mengangkat teleponnya.
" Hallo, Assalamu'alaikum."
" Al, kamu kenapa?" Tanya rayhan.
" Mas, kapan kamu pulang?"
" Kamu menangis?"
__ADS_1
" Bolehkah aku pergi pindah ke rumah itu?"
" Kenapa memangnya?"
" Tidak papa, aku hanya ingin segera pindah." ucap alana di seberang sambil menahan suaranya agar tak terlihat sedang menangis. Rayhan yang mendengar suara parau alana sudah bisa menebak kalau istrinya sedang dalam keadaan sedih.
" Boleh, silakan kamu mau menempati rumah itu kapan pun kamu mau!" jawab rayhan.
" Terima kasih mas, maaf udah ngganggu waktu kerja kamu."
" Nggak papa, ya udah aku tutup dulu. Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
Setelah mematikan teleponnya, rayhan segera kembali ke tempat pak wijaya dan andi lagi. Sampai disana, terlihat pak wijaya sedang menatapnya dengan intens.
" Emm ada apa pak?" tanya rayhan.
" Jelasin apa pak?"
" Tadi daoet telepon dari siapa?" tanya pak wijaya dan rayhan diam tak menjawab. " Dari ISTRI kamu?" tanya pak wijaya lagi.
Rayhan jadi kaget mendengarnya, bagaimana pak wijaya bisa tahu batinnya. Rayhan menoleh pada andi, terlihat sahabatnya cengengesan sambil menunjuk kan dua jarinya.
" Hehe pisss ray, gue keceplosan." ucap andi.
Terlihat rayhan menghela nafasnya sejenak, lalu berkata " Maaf pak, bukan maksud saya menyembunyikan ini dari pak wijaya. Tapi, niat saya itu kemarin untuk balas dendam."
" Balas dendam?" tanya pak wijaya.
__ADS_1
" Ceritanya panjang pak." ucap rayhan lalu menceritakan semuanya secara detail.
" Lalu kamu mau pisah dengan istrimu itu?" tanya pak wijaya.
" Saya masih ragu untuk itu."
" Hmm berbijaklah dalam mengambil keputusan ray, tanyakan dalam hati kecilmu. Ingat, penyesalan ada di belakang." jelas pak wijaya.
" Betul ray, mending kamu lupakan tuh pricilla." sahut andi.
" Nikah itu bukan untuk main-main ray."
" Baiklah, akan saya usahakan."
" Tunggu tunggu, kenapa malah curhat sih. Kan kita kesini mau meeting tentang pembangunan resto terbaru di pulau ini!" ucap andi.
" Baik, ayo lanjut bahas tentang meeting yang sebenarnya." ucap pak wijaya kepada mereka. Dan mereka pun membahasnya dengan serius.
*****
Di respecto resto pusat, ada seorang pria paruh baya sedang menikmati makan siangnya.
" Hmm makanan di resto ini sama persis dengan masakan kamu dulu dewi." ucap seorang pria paruh baya itu yang tak lain adalah pak Mahesa dermawan.
" Siapa sebenarnya pemilik resto ini? Restonya sudah terkenal, tapi kenapa pemiliknya harus tertutup dari publik?" ucapnya lalu kembali menikmati makanannya.
" Makan disini serasa makan makanan masakan dewi, ibunya rayhan." ucapnya lagi.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote Dan jadikan favorite ya 🙏🏻 terima kasih atas dukungannya 🙏🏻😚😚😚