
' dasar! Ngeliat baju baru gini aja udah mau jilat-jilat, nggak punya malu.' batin alana.
Alana tersenyum samar mendengar pertanyaan para tetangganya yang dulu pernah menghinanya. " Alhamdulillah bu." jawab alana secukupnya saja.
" Hmm pasti karena baru gajian ya al, saran saya al, nggak usah di paksa kalau mau beli-beli barang itu harus melihat kondisi ekonomi suaminya." ujar bu endang.
'what?? Wah perlu tak undang saat syukuran pindah rumah nih.' gumam alana mulai kesal dalam hatinya. Bisa-bisanya mereka masih tidak percaya fikirnya.
" Iya al, sekarang sih maklum masih pengantin baru, lah besuk kalau udah punya anak beda lagi kebutuhannya al." ucap bu winda menimpali ucapan bu endang.
' wah wah nggak bisa dibiarin nih!' jawab alana dalam batin sambil mendengkus kesal.
" bu, alhamdulillah suami saya punya rezeki yang lebih, jadi kalau hanya belanja sesuatu yang saya suka, suami saya nggak masalah. Malah setiap harinya suami saya selalu tanya Uangnya udah dipakai belanja? Nggak mau mas beliin tas branded keluaran terbaru?" jawab alana panjang lebar, sebelum alana selesai bicara mereka sudah tertawa mendengar penuturan alana.
" Hahaha ngarang ceritanya jangan berlebihan al!" sahut bu endang masih dengan tawanya.
" Hahaha iya nak al ini ada-ada aja." sahut bu endang.
" huft.... Ya udah, kalau ibu nggak percaya, mau saya traktir makan di restoran? Restoran paling mahal deh sesuai pilihan bu ibu?" tawarnya demi menyelamatkan nama suaminya fikirnya.
Bu endang dan bu winda langsung dengan wajah berbinarnya. Maklum lah, ibu rumah tangga ditawarin makan di resto langsung wow gitu auto ngegas hihihi.
" Bener lo al!" jawab bu endang semengat empat lima.
" Iya, supaya ibu-ibu percaya kalau aku dan suami punya uang." jawab alana. 'kira-kira mas rayhan ngijinin nggak ya? Waduh, mana lagi ke luar kota orangnya.' fikir alana.
" Emm gimana kalau ke resto yang super mahal itu? Nggak papa ya al? Kan katanya terserah kita." sahut bu winda.
'waduh, jangan bilang ke respecto resto. Bisa malulah aku ke mas rayhan, nanti dikira aku mau sama uangnya saja.' batin alana lagi.
" Oh, respecto resto itu ya bu win? Hem katanya sih disana mahal, tapi asli kalau rasanya seratus persen di jamin endul surendul tak kendul-kendul unyak." jawab bu endang dengan nada persis seperti selebriti yang suka makan itu hehe.
" Emm kalau di resto lain gimana?" tawar alana, Bisa-bisa langsung jabis uang suaminya fikirnya.
" Heh bilang aja kalau nggak punya duit! Sok sokan mau nraktir segala." sahut bu winda dengan nada kesalnya.
" Iya alana ini, sok sokan nawarin kita tadi, eh malah masih nego." ujar bu endang.
__ADS_1
" Eh iya iya bu, saya janji akan mentraktir bu ibu makan disana." jawab alana cepat tanpa berfikir panjang.
" Oke, udah janji loh."
" Iya, terserah ibu maunya kapan." jawab alana.
" Kalau nanti sore gimana bu win, al?" sahut bu endang.
" Iya deh, kalau kelamaan nanti bisa nggak jadi lagi." jawab bu winda.
'huh, kalau masalah traktiran aja langsung los mulut' batin alana.
" Oke, saya tunggu nanti di sore di resto langsung ya."
" Sayur,,, sayur,,, sayur,,," ting ting ting
" heem al, awas kalau nanti kami dateng kamu nggak ada!" ujar bu winda lalu mereka langsung merapat membeli sayuran.
*****
" Ray, restomu berkembang sangat pesat!" ujar andi. Andi juga ada disana membantu rayhan agar pekerjaan rayhan segera terselesaikan.
" Hmm ini juga bantuanmu." jawab rayhan.
" Aku nggak bantu apa-apa ray, ini murni semua kerja kerasmu. Aku hanya bantu yang aku bisa saja." jawab andi.
" Oh ya, kamu gimana pamitnya ke istrimu?" tanya andi.
" Aku bilang mau ke bali."
" Wah, kamu udah jujur sama dia?"
" Belum."
" Kenapa nggak jujur aja ray?" tanya andi lagi.
" Entahlah, aku masih ingin merahasiakan semua ini." jawab rayhan.
__ADS_1
" Tapi alana itu istrimu! Kalau dia nanti kecewa kamu bohongi gimana?"
Tok,,,tok,,,tok,,,
" Masuk."
Masuklah seorang pelayan resto yang khusus melayani bosnya.
" Maaf tuan saya mengganggu, ini sarapan anda." ujar pelayan tersebut lalu meletakkan nampan berisi makanan serta minumannya.
" Heem." jawab rayhan masih fokus dengan laptopnya.
Setelah mendapat isyarat dari asisten bosnya, pelayan itu pamit undur diri dan segera keluar.
" Huft,, sungguh makhluk yang sempurna." ujarnya dengan tersenyum. Dia adalah Naura puspita. Seorang pelayan yang khusus melayani pesanan rayhan setiap rayhan berada dalam restonya.
" Udah tampan, mapan, cool lagi. Uhhh pingin banget jadi pelayan seutuhnya aja." ujarnya lagi masih tersenyum membayangkan wajah tampan rayhan.
Sedangkan di dalam ruangan, andi sudah menikmati sarapannya.
" Sarapanlah dulu ray, lanjutkan nanti!" ucap andi. Lalu rayhan bangun dan melangkah ke sofa lalu menikmati makanannya.
" Jangan lupa beri bonus untuk semua koki!" perintah rayhan.
" Ini nih, yang membuat semua pegawaimu betah bekerja disini, model bosnya begini."
" Aku hanya memberikan hak mereka, karna keberhasilan mereka mengolah semua makanan dengan baik." jawab rayhan.
" Itu juga karena resep mu. Oh ya, kita berangkat ke bali nanti sore sekitar pukul lima sore."
" Hem."
Mereka pun menikmati sarapan makanan bersama, setelahnya lanjut bekerja dengan laptonya masing-masing.
bersambung.....
maaf man teman, author masih sibuk 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 tapi di usahakan selalu update 🙏🏻 mohon dukungannya yah 🙏🏻 tinggalkan jejak like, komen, vote dan jadikan favoritya 🤗 terima kasih banyak banyak 😚😚😚
__ADS_1