
Hari sudah mulai terik saat rombongan sampai di lokasi.
Sebenarnya tidak semua peserta akan turun di lokasi yang sama, karena sebagian dari mereka harus mendaki gunung yang lain, setelah pulang mereka akan mempresentasikan hasil pendakian di masing-masing gunung.
Peserta di bebaskan untuk memilih dimana mereka akan mendaki, tentu saja Keyra mengikuti apa yang Yogi pilih. Awalnya Rena menolak karena lokasi yang Yogi pilih lebih berat medannya di bandingkan dengan gunung yang satunya, tapi Keyra meminta Rena untuk bersamanya.
Setelah membagi menjadi dua kelompok, bis yang mengangkut kelompok satunya kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Keyra dan Rena beserta beberapa peserta komunitas dan juga tak ketinggalan ketiga pangeran kampus beserta pacar mereka, berkumpul terlebih dahulu sebelum memulai pendakian.
Panitia memberikan arahan kepada para pendaki selama mendaki, memberitahu pos-pos yang ada di atas nanti, dan juga larangan-larangan yang tidak boleh di lakukan di tempat ini.
Keyra benar-benar hanya memperhatikan Yogi, bahkan sampai Rena harus menyikut lengan Keyra karena Keyra sama sekali tidak menyahut saat di Rena memanggilnya.
"Apaan Ren?"
"Lu jangan ngelamunin kak Yogi mulu napa, tuh dengerin instruksi dari ketua"
"Iya-iya gua denger Ren"
Keyra memasang bucket hat di kepalanya dan bersiap untuk segera mulai mendaki bersama semua peserta.
Rena mengeluarkan trekking pole miliknya dan segera ikut memulai.
"Yah yah trekking pole gua mana? Kok nggak ada Ren"
__ADS_1
"Lu taruh mana?"
"Astaga lupa Ren, gua tinggal di motor"
"Yaelah ada-ada aja lu, ya udah ayo sama gua aja"
"Ya udah nanti kita gantian gua yang narik elu"
"Iya gampang"
Total ada dua belas orang yang ikut pendakian di gunung ini, sisanya semuanya ikut ke gunung yang satunya lagi. Dua belas orang di bagi menjadi dua kelompok lagi. Masing-masing enam orang, para pangeran kampus itu tentunya satu kelompok, juga bersama dengan masing-masing pacar dari Putra dan Felix dan juga Bima sebagai ketua kelompok.
Keyra bersama Rena di kelompok dua, bagi Keyra itu tidak masalah, toh mereka hanya berbeda beberapa waktu saat mendaki nanti. Kelompok Keyra berjalan lebih dulu dari pada kelompok Yogi. Keyra bersama Rena saling bantu satu sama lain, mereka sama sekali tidak mengenal satupun anggota mereka, karena anggota mereka merupakan kakak-kakak senior.
"Astaga Key lu gapapa?"
"Gapapa-gapapa gua ok kok"
"Ok gimana, lu kesakitan gitu"
"Mangkanya kalau cengeng nggak usah sok-sokan mau ikut naik gunung segala, bikin repot aja" salah satu kakak senior perempuan berkata demikian setelah melihat keadaan Keyra
"Udah yuk kita turun aja"
__ADS_1
"Enggak Ren gua gapapa"
"Batu lu ah, ya udah ayo gua bantu jalan"
Mereka semua berjalan hingga akhirnya sampai di pos pertama.
Keyra memijat-mijat kakinya yang semakin terasa nyeri sekali. Di pos pertama ada beberapa warung, Rena meminta air hangat untuk mengompres kaki Keyra yang sedikit bengkak.
"Balik yuk" Rena
"Tanggung Ren, kita udah nyampek sini loh masa iya mau balik?"
"Lu sakit gini "
"Gua gapapa, gua masih bisa jalan"
"Terserah lu ah, capek dari tadi di bilangin nggak bisa"
"Emmm perhatian banget sih sahabat aku ini"
"Ayo kalian berdua, jangan ngobrol terus"teriak senior perempuan tadi membuat Keyra dan Rena menyudahi perbincangannya.
Keyra kembali berjalan meskipun sedikit-sedikit dia merasakan sakit.
__ADS_1