
Itu berlangsung sampai lima kali dalam kurun waktu di atas jam makan siang. Keyra tentu saja melayani dengan baik meskipun dalam hati berkali-kali Keyra mengumpat karena kesal atas sikap Yogi padanya.
"sabar Keyra... dia sedang mempermainkan mu, kamu harus bisa menguasai emosimu sendiri demi masa depan keluarga, fighting" Keyra
"aaah kenapa aku tidak bisa menahannya bersamaku?"
Yogi mengambil ponselnya dan menghubungi pak Willy
"datang ke ruangan saya sekarang" perintah Yogi
Tidak lama kemudian pak Willy benar-benar hadir di sana.
"ada yang bisa saya lakukan tuan?"
"pindahkan meja Keyra ke dalam ruangan ku, bisa gila aku jika tidak melihatnya barang sepuluh menit" ucap Yogi, pak Willy bukannya langsung mengerjakan perintah Yogi malah menahan tawa melihat sikap pemuda di depannya.
"ada yang lucu pak?"
__ADS_1
"tidak tuan, baik akan saya atur"
Jam makan siang sudah tiba, Keyra berbaur bersama karyawan lain makan di kantin kantor. Di momen itulah pak Willy mengerjakan perintah Yogi. Sementara Yogi beristirahat di ruangan khusus yang ada di dalam ruang kerjanya. Perutnya melilit, beberapa kali Yogi mual dan buang air besar, itu karena dia meminum semua kopi yang di bikin Keyra untuknya.
Pak Willy sudah membeli obat untuk Yogi, tapi Yogi tidak mau meminumnya. Tentu saja itu membuat pak Willy khawatir. Saat kembali ke tempat kerjanya, Keyra bingung melihat mejanya tidak ada lagi di tempat semula. Kebetulan pak Willy keluar dari ruangan Yogi.
"nona Keyra"
"iya pak, ada apa?"
"nona sekertaris pak Yogi, tapi kenapa nona tidak tahu kalau pak Yogi sedang sakit di dalam?"
"seharusnya anda lebih perhatian kepada atasan anda"
"maaf pak"
"sekarang tolong urus atasan anda"
__ADS_1
"baik pak"
Keyra sama sekali tidak mengingat wajah pak Willy, dia bahkan sekarang merasa bersalah karena tidak mencegah Yogi meminum kopi sebanyak itu. Keyra masuk ke dalam ruangan Yogi dan betapa terkejutnya Keyra melihat semua peralatan kerjanya ada di dalam ruangan Yogi lengkap dengan meja dan kursinya. Keyra segera mengikuti kemana arah pak Willy masuk. Keyra kembali kaget melihat ada ruangan istirahat di dalam ruang kerja Yogi. Keyra melihat Yogi terbaring di atas ranjang sedikit meringkuk sambil terpejam.
Setelah memastikan Keyra berada di sana, pak Willy kemudian keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka berdua.
"pak Yogi?" Keyra duduk di tepi ranjang dekat dengan Yogi
"hm?" Yogi membuka matanya dan melihat Keyra di sampingnya
"pak Yogi sudah minum obat?" Yogi menggeleng, Keyra kemudian mengambil obat yang ada di atas nakas di depannya, Keyra mengeluarkan pil dari botol dan memberikannya kepada Yogi beserta segelas air. Yogi menurut dengan apa yang Keyra lakukan.
"sekarang bapak istirahat, saya akan kembali bekerja"
"temani saya di sini"
"tapi pak"
__ADS_1
"ehm" pak Willy sengaja berdehem dengan keras agar Keyra mendengarnya. pak Willy tahu bahwa Keyra sepertinya sedikit takut dengannya.
Keyra benar-benar menemani Yogi di dalam ruangan private itu, Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, akhirnya Yogi sudah pulas. Keyra menyentuh jidat Yogi ingin memastikan bahwa bos nya itu baik-baik saja, dan ya Yogi tidak demam, hanya saja mungkin lemas karena energinya sudah terkuras karena dia muntah dan buang air beberapa kali.