
Yogi menuruni tangga menuju ruang keluarga, kata pembantu rumah ini ayah Yogi sedang menunggunya di sana. Yogi membuka pintu ruangan itu dan mendapati ibu dan ayahnya, disana juga ada kakak laki-laki Yogi, Yasa.
"Ada apa pah?" Yogi membuka pembicaraan setelah mendaratkan bokongnya pada kursi super empuk dan mewah di ruangan ini.
"Ulang tahun kamu sebentar lagi, rencananya akan kita adakan pesta di luar negeri gimana?" Mama Yogi
"Kenapa nggak disini aja mah? Yogi kayaknya nggak bisa bolak-balik ke luar negeri kerjaan kampus Yogi banyak"
"Wah gitu ya, gimana pah?"
"Papa terserah mama aja gimana baiknya, disini oke disana oke papa oke oke aja"
"Ya udah deh kalau gitu disini aja, oke kamu mau konsepnya seperti apa?"
"Terserah mama aja deh, aku nurut aja"
"Kamu selalu seperti itu, Abang Yasa mau undang temen-temen Abang juga?"
"Iya sih mah tapi nggak banyak, yang deket aja dan kenal sama Yogi"
"Kalau Yogi?"
"Belum tahu mah, paling juga temen satu fakultas aja"
"Ya udah kalau gitu mama akan siapin semuanya, kita bikin pestanya di rumah aja apa di gedung nih?"
__ADS_1
"Di rumah aja mah, jangan terlalu banyak orang ya mah Yogi nggak nyaman"
"Iya beres"
"Ya udah Yogi balik ke kamar dulu"
Feni mama Yogi selalu sangat antusias saat ada event untuk keluarganya, di awal memang akan selalu bilang tidak mengundang banyak orang, tapi ketika hari H yang datang pasti melebihi yang telah di sepakati. Mereka orang kaya yang terpandang, tidak heran jika mengundang banyak orang. Teman arisan, partner bisnis, kolega, sahabat, keluarga besar dan masih banyak lagi.
Yogi merebahkan tubuhnya di kasur, Yogi menerawang jauh sambil melihat langit-langit kamarnya.
"Gua perlu ngundang si kunci nggak ya? Kalau ada dia pasti seru" Yogi tersenyum sendiri mengingat Keyra yang ramai
"Dia lagi ngapain ya?"
Yogi ingat dia tidak punya nomor kontak Keyra. Yogi mengutak-atik ponselnya, keluar masuk di beberapa aplikasi dan juga me scroll WhatsApp nya.
Yogi Tidak salah lihat, ini adalah foto Keyra di profil WhatsApp, Yogi tersenyum.
"P"
"Hai kak Yogi"
Isi pesan dari Keyra, udah hampir sebulan lalu ini dan baru Yogi sadari bahwa Keyra mengirim pesan padanya. Yogi tak henti-hentinya tersenyum.
"Chat nggak ya, gua reply aja pesan dia"
__ADS_1
"Hai juga kunci" Yogi mengirim reply pesan ke nomor WhatsApp Keyra.
POV Keyra
Keyra sedang mencuci piring dan peralatan masak yang baru saja di pakai. Keyra dan Ken masih hanya tinggal berdua, kedua orang tua mereka belum kembali dari rumah nenek.
Jam sudah hampir jam sembilan malam. Setelah selesai mencuci piring, Keyra duduk di ruang tamu bersama Ken.
Keyra melihat pesan masuk yang tadi sudah dia dengar notifikasi nya.
Mata Keyra membelalak melihat pesan yang masuk ke dalam aplikasi WhatsApp di ponselnya.
Keyra yang memang sudah menyimpan nomor Yogi, tidak perlu sekali lagi melihat profil foto seseorang yang mengirimkannya pesan.
"Aaaarrrhh OMG OMG OMG no no ini pasti mimpi "
"Kakak kenapa?"
"Aaaaarrrggh seneng banget seneng banget seneng banget"
"Kakak kenapa sih? Aneh tahu"
"Kak Yogi nge chat kakak aaaaaa seneng banget sumpah, kok panas ya hawanya jadi panas nih huh huh" Keira mengibas-ngibaskan tangannya di udara agar wajahnya mendapatkan angin segar, karena tiba-tiba dirasa suhu udara di rumahnya menjadi sangat panas.
"Lebay gitu doang"
__ADS_1
Ken meninggalkan kakaknya di ruangan itu dan masuk ke kamarnya.
Keyra beranjak mengunci pintu depan dan memeriksa jendela, setelah memastikan semua terkunci, Keyra masuk ke kamarnya dan mulai membalas pesan Yogi.