
Yogi tiba di rumah sudah dalam keadaan gelap. Yogi cengengesan sambil memainkan kunci mobil di tangannya, dia menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Gi" Yasa yang duduk di sofa ruang tamu merasa heran dengan tingkah Yogi saat ini. Tidak biasanya dia bahagia ketika pulang ke rumah.
"ada apa?" Yogi menghentikan langkahnya
"sini dulu lah" karena hal itu Yogi pun kembali turun dan duduk bersama sang kakak di ruang tamu
"habis menang tender?" Yasa menaruh bukunya dan fokus berbicara dengan Yogi
"enggak"
"terus?"
"terus apa?"
"kenapa kelihatan bahagia banget?"
"gapapa"
"Gi, gua ini Abang lu, bisa nggak sih lu terbuka sama gua sedikit aja"
"sorry Bang, gua ke kamar dulu" Yogi berdiri kemudian masuk ke dalam kamarnya
Yogi segera mandi kemudian bersantai di atas kasurnya, Yogi membawa pulang CV milik Keyra, berkali-kali membaca ulang CV gadis pujaannya.
__ADS_1
Yogi mengambil ponselnya, melihat nomor WhatsApp yang sudah tersimpan rapi dengan nama "kunci ❤️" memandangi foto yang terpajang sebagai foto profil WhatsApp.
"aku benar-benar merindukanmu Keyra, maafkan aku membuatmu merasakan sakit hati selama tiga tahun ini. Aku berjanji akan membahagiakan mu mulai hari ini"
Yogi menekan tombol hijau untuk menghubungi nomor Keyra. Tersambung
"halo" suara yang sangat dia rindukan setiap saat
"sedang apa?" Yogi
"ini siapa?"
"bos kamu"
"kak Yogi?"
"ada apa?"
"jutek banget, udah makan?"
"langsung aja deh Kak, ada apa?"
"aku pengen ketemu sama kamu"
Tidak ada jawaban
__ADS_1
"Key "
"kak please jangan kek gini, kita berdua hanya sebatas rekan kerja, aku bawahan kakak dan kakak bos aku nggak lebih, dan juga sebelumnya kita juga memang tidak pernah punya hubungan apa-apa kan jadi tidak perlu seperti ini"
Tut...Tut...
Yogi menatap ponselnya, dia tersenyum
"baiklah, sekarang giliran ku mengejarmu Key "
...****************...
Pagi-pagi sekali Yogi sudah siap dengan pakaian lengkap dan rapi, dia menambahkan parfum di beberapa titik tubuhnya. Yogi benar-benar semangat untuk bekerja hari ini. Betapa tidak, gadis yang selama ini menghilang dan sampai tiga tahun Yogi mencarinya, akhirnya mereka bisa bertemu dan bersama meskipun saat ini baru sebatas rekan kerja. Tapi itu tidak masalah bagi Yogi, toh memang seharusnya sekarang dia yang harus mengejar dan berusaha mendapatkan cinta Keyra lagi.
"selamat pagi tuan"
"selamat pagi pak Willy, Kita ke pemakaman dulu"
"baik tuan"
Mobil melaju ke pemakaman, tak lupa Yogi membeli bunga Rosa multiflora seperti setiap kali saat Yogi berkunjung ke makam. Dengan senyum merekah Yogi datang membawa seikat bunga menuju sebuah makam yang tidak pernah kosong dari bunga Rosa multiflora.
Yogi duduk berjongkok di samping pusara, menaruh bunga itu kemudian memegang batu nisannya.
"hai mah, Yogi kecepatan ya datang nya? Yogi nggak sabar mah pengen cerita ke mama. Mah mama ingat Keyra? gadis yang selalu aku suka, seperti yang mama tahu aku sudah lama mencarinya dan saat ini aku sudah bertemu dengannya mah. Dia sepertinya masih marah sama aku mah sejak kejadian di ulang tahun mama tiga tahun lalu. Tapi aku akan berusaha untuk mendekati dan meluluhkan hatinya kembali mah. Doakan aku ya mah, mama selalu bilang agar aku menuruti kata hatiku kan? sekarang ini adalah waktunya aku untuk mendapatkan apa yang selalu hatiku inginkan mah"
__ADS_1
Pak Willy yang berdiri tak jauh dari tempat Yogi berada perlahan mengusap ujung matanya yang membasah.