
Perut Keyra menjerit kelaparan
"Lu laper?" Yogi
"Iya nih kak"
Yogi melihat di sekeliling dan itu benar-benar sepi, tidak ada yang jual apapun, melihat hujan yang sudah mulai tidak sekencang tadi, Yogi memutuskan melanjutkan perjalanan.
Sekitar satu kilometer berjalan Yogi kembali menepi di dekat tukang nasi goreng.
"Gapapa kan makan di kaki lima kayak gini?"
"Dimana aja boleh asal sama kakak "
"Lu ya benar-benar "
"Benar-benar manis dan lucu"
"Terserah, ayo turun"
Mereka berdua turun kemudian duduk di kursi yang di sediakan tukang nasi goreng, hanya kursi tanpa meja.
"Bang dua ya yang kayak biasa" Keyra malah yang lebih antusias dan memesan ke si Abang nya
__ADS_1
"Siap neng"
"Lu biasa makan di sini?"Yogi
"Iya, ini tuh nasi goreng kesukaan mama"
"Tapi kan ini jauh dari tempat tinggal lu?"
"Iya biasanya Mama chat aku dulu kalau dia mau nitip nasi goreng ini jadi pas pulang kuliah aku sekalian mampir ke sini dulu gitu "
Yogi hanya mengangguk-ngangguk menanggapi pernyataan Keyra.
Mereka hanya ber tiga bersama si abang-abang tukang nasi goreng. Jalanan benar-benar sepi.
Keyira terkejut tiba-tiba ada seorang anak dengan kondisi basah kuyup menjajakan dagangannya kepada Keyra ra dan Yogi.
"Astaga adik kamu jualan apa? Ini kan udah malam kenapa kamu masih jualan? " Keyra
"Saya jualan ini kak, dari tadi nggak ada yang beli sama sekali dan saya nggak tahu harus membeli makanan untuk ibu saya dengan uang apa jadi saya tetap berkeliling menjual dagangan saya"
Keyra melihat dagangan yang dijajakan anak kecil di depannya itu, anak itu menjual gantungan kunci sebuah inisial huruf dan angka.
"ada inisial huruf K sama Y nggak? "
__ADS_1
Bukan Yogi merasa GeEr atau apa, tapi inisial K dan Y bukankah inisial dirinya dan Keyra?
Yogi merasa percaya diri dan menahan senyumnya.
"Ada kak, ini masih lengkap semua Kakak bisa pilih" Keyra memilih model huruf yang dia mau, setelah beberapa saat memilih akhirnya Keyra menjatuhkan pilihan pada dua inisial nama yaitu K dan Y dengan model huruf klasik yang Keyra suka.
"Ini kakak beli dua, jadi berapa semuanya?"
"Dua puluh ribu kak"
"Oke, ini dua puluh ribu, oh iya kamu udah makan?" Gadis kecil itu menggeleng dengan sungkan, kebetulan nasi goreng pesanan Keyra dan Yogi sudah di antar, Keyra memberikan kepada anak itu terlebih dahulu.
"Nih sekarang kamu makan"
"Tapi saya akan makan di rumah bersama ibu saya saja kak"
"Gapapa kamu makan dulu biar buat ibu kamu kita pesenin lagi, kita di traktir sama kakak itu" Keyra menunjuk ke arah Yogi yang dari tadi diam tanpa respon apapun.
"Iya kan kak Yogi?" Keyra
"Oh eh iya-iya boleh aja kamu mau bungkus berapa kamu bilang ke abangnya nanti kakak bayarin"
"Tuh kan bener, kakak ini orang kaya, malam ini kita di traktir kakak ini ya oke? Tos dulu" Keyra menunggu gadis kecil itu menanggapi hi five darinya dan dengan senyum yang tulus gadis itu menepuk kan telapak tangannya di telapak tangan Keyra.
__ADS_1
Yogi benar-benar sangat kagum dengan kepribadian Keyra yang humble, dengan siapa saja dia bisa langsung akrab, kebaikan hatinya benar-benar tidak di buat-buat. Yogi dari tadi diam bukan tidak ingin berkomentar apa-apa, tapi dia lebih ke tercengang dengan sikap Keyra yang begitu luwes dengan siapa saja.