Be Your Shadow

Be Your Shadow
BYS Ep 80


__ADS_3

Keyra benar-benar tidak bisa menjawab apapun. Jika di tanya apakah di hatinya masih ada perasaan untuk Yogi? tentu saja masih ada, bahkan masih sama, tapi untuk mengakui hal itu rasanya sangat berat. Apalagi mengingat sang mama yang dari awal tidak menyukai kedekatan dirinya dan Yogi.


Yogi memegangi kedua pundak Keyra dan menatap lekat ke dalam matan sayu itu.


"apa kamu tahu tiga tahun ini bagaimana aku menderita ingin bertemu denganmu? bahkan aku tidak bisa melupakan kamu barang sesaat pun, selama itulah aku sadar kamu sangat berarti bagiku. Maafkan aku selama kita bersama aku bahkan tidak menyadari perasaanku, tunggu di sini sebentar " Yogi setengah berlari masuk ke dalam kamar hotel menuju ruang kerjanya, tidak lama kemudian Yogi kembali lagi di hadapan Keyra.


"ini selalu bersamaku " Yogi mengeluarkan sebuah gantungan kunci berinisial huruf K yang dulu pernah Keyra berikan padanya.

__ADS_1


"bukan aku membuat sebuah pembelaan, aku hanya berharap kamu juga masih sama denganku, menjaga perasaan ini bersama-sama "


Keyra menatap Yogi di hadapannya, laki-laki yang sudah berubah 180°, dulu dia adalah kulkas dengan dua pintu yang sangat dingin, bahkan dia tidak pernah sekalipun memanggil Keyra dengan benar, tapi itu adalah hal yang paling Keyra suka. Semakin Yogi tidak merespon di situ Keyra akan terus gencar mengejar.


Hingga sebuah keputusan di umumkan malam itu membuat hati Keyra seketika menciut dan saat itu juga dia merasa sangat kecil berada di dunia Yogi. Dunia permainan orang-orang kaya, dunia bisnis antar orang kalangan atas. Jika memaksa tetap berlari mengejar Yogi bukannya sampai Keyra malah akan terseok-seok dan bukan tidak mungkin akan terjatuh.


"kak Yogi kita pelan-pelan saja yah, kakak sadar nggak sih kita berdua terlalu jomplang. Ibarat kata kakak duduk di atas singgasana sedangkan aku hanya rakyat biasa, menggapai kakak sangat tidak mungkin"

__ADS_1


"tapi Key "


"dengarkan aku dulu" Keyra memegang tangan Yogi, akhirnya Yogi menurut dan diam tidak jadi melanjutkan perkataannya


"kita berada di bawah kolong langit yang sama, jika memang nama kita tertulis di buku tuhan untuk bersanding maka akan bersanding, tapi jika tidak mau seperti apapun kakak dan aku memaksa semuanya akan sia-sia. Tiga tahun sudah cukup membuatku sadar di mana posisiku sebenarnya. Aku menghargai effort kakak selama ini tetap menjaga perasaan kakak padaku tapi aku tidak tahu feedback yang bagaimana yang seharusnya aku lakukan. Jika kita berdua memaksa bersama bukan tidak mungkin aku yang akan terengah-engah mengikuti kakak. Jujur, munafik jika aku bilang perasaanku kepada kakak sudah hilang, semuanya masih sama seperti awal aku menyadari bahwa kamu mencintai kakak, tapi aku tidak bisa mengesampingkan status sosial kita terutama status sosial ku yang tidak sebanding dengan kakak"


"Key cukup aku mendengarkan tentang hal bodoh seperti status sosial atau apalah itu, aku sama sekali tidak perduli. Jika aku meminta mu bersanding denganku itu artinya kita akan berjalan beriringan bukan bergantian. Jika kamu bilang kamu akan terengah-engah maka biarkan aku yang berjalan di belakang mu, mendorong mu agar kamu tidak merasa berat saat berjalan denganku.....

__ADS_1


__ADS_2