
"lama banget sih lu bukain nya, eh siapa kamu?" Ibam kaget melihat seorang laki-laki dan bukan Keyra yang membukakan pintu.
"masuk" perintah Yogi
Ibam menurut dan mengikuti Yogi dari belakang.
"hai Bam"
"hai Key" Ibam ikut duduk di lantai bersama Keyra
"dia siapa?" bisik Ibam
"my crush he he he"
"crush?"
"hmm"
"ehem" Yogi sengaja ber dehm agar Keyra dan Ibam tidak lagi saling berbisik.
"kak Yogi kenalin ini Ibam" Ibam mengulurkan tangannya ke arah Yogi
"Yogi ,Ibam"
mereka bergantian menyebut nama mereka masing-masing. Keyra masih sibuk dengan tugasnya dan tidak menghiraukan Yogi ataupun Ibam, mereka semua terdiam cukup lama.
"kenapa pada diem-diem aja sih?" Keyra membuka percakapan
kenapa laki-laki ini selalu saja menempel pada Keyra, sudah ketiga kalinya aku melihat laki-laki ini bersama Keyra, ah sial apa dia saingan ku (Yogi)
crush Keyra benar-benar menyeramkan, dia hanya diam saja dan tidak melakukan apapun, apa orang ini baik-baik saja? aku jadi khawatir pada keselamatan Keyra kedepannya (Ibam)
kenapa suasananya jadi menegangkan gini ya (Keyra)
Keyra menoleh ke belakang, tidak ada yang bicara dan saling sibuk dengan pemikiran masing-masing mungkin.
__ADS_1
"eh jeruknya buat gua ya" Ibam mencoba untuk mencair kan suasana
" itu punya gua" Yogi
"ini kan banyak masa ambil satu aja nggak boleh? pelit amat"
"ambil saja brownies itu jangan menyentuh jeruk milikku"
"iya iya" Ibam gagal mencairkan suasana, yang ada malah kini dirinya ikut kesal dengan Yogi.
"eh kunci toilet sebelah mana?"
"itu kak, kakak lurus entar mentok boleh ke kiri udah kelihatan toiletnya"
Yogi berjalan menuju toilet, setelah terlihat Yogi masuk ke dalam toilet Ibam langsung berbisik pada Keyra.
"eh crush lu sehat kan?"
"maksud lu apaan?"
"dia nggak ada sweet-sweet nya sama elu Key"
"perhatian apanya, cuek gitu"
"lu nggak kenal aja, dia baik kok"
"terserah lu lah"
di kamar mandi...
kenapa orang itu kemari? aku tidak nyaman ada orang lain di antara aku dan Keyra, jika aku pergi maka mereka akan semakin leluasa bersama, tapi jika aku terus disini aku yang merasa tidak nyaman, apa yang harus aku lakukan (Yogi)
"kak Yogi..."
"iya sebentar" Yogi keluar dari kamar mandi sudah di sambit Keyra di depan pintu
__ADS_1
"kenapa?"
"hp kakak bunyi dari tadi, kak Putra telfon"
"oke bentar tanga gua basah"
Keyra mengambil beberapa tisu dan di berikan kepada Yogi.
"makasih"
Keyra dan Yogi kembali ke ruang tamu
"eh pada laper nggak sih?" Ibam
"laper" Keyra
"mau pesan makanan apa? biar gua pesenin" Ibam
"kak Yogi makan apa?"
"bentar-bentar"
Yogi keluar kemudian menghubungi Putra.
"halo Put, oke, nggak, ya udah entar gua mampir, oke"
Yogi menutup saluran telepon, sebenarnya dia harus pergi, tapi meninggalkan Keyra bersama Ibam sama saja meninggalkan pikirannya juga. Jika Yogi pergi maka tidak menutup kemungkinan pikirannya akan terganggu sepanjang waktu.
"ada apa kak?" Keyra menghampiri Yogi di teras depan rumah
"Ken kemana?"
"anak itu pasti keluyuran, emang ada apa kak?"
"lu bisa telpon dia?"
__ADS_1
"bisa, sebentar"
Keyra masuk dan kembali menemui Yogi dengan menempelkan ponsel di telinganya.