
Yogi jadi teringat beberapa waktu lalu ketika dia melihat ketulusan hati Keyra membantu seorang perempuan penjual donat di dalam angkot.
"kenapa lu bantuin mereka?"
"yang bantu mereka bukan aku tapi kakak"
"Kok gua?"
"Kan kakak yang beliin makanan untuk anak itu dan ibunya"
Yogi diam, kalau dia terus mendesak tentang bantu-membantu maka bukan tidak mungkin Keyra akan tahu bahwa dirinya melihat Keyra waktu itu di angkot. Yogi cukup gengsi mengakui dirinya mengikuti Keyra sampah sejauh itu.
"Terkadang kita nggak tahu kak kapan kita akan butuh bantuan orang lain, aku cuma berusaha berbuat baik dengan semua orang sebisaku, mungkin jika aku menanam kebaikan maka aku juga akan menuai kebaikan pula, lagian membantu mereka tidak akan membuat kita miskin, kita jauh lebih beruntung dari mereka, hidup layak dengan fasilitas yang saat ini kita gunakan dari orang tua kita. Sedangkan mereka berjuang mati-matian hanya untuk mengenyangkan perut mereka. Aku hanya memposisikan diriku di posisi mereka, bagaimana jika yang berkeliling sambil kehujanan itu adalah aku dan tidak ada yang mau membeli dagangan ku, aku pasti akan sedih"
Keyra berbicara panjang lebar dengan matanya yang menerawang ke berbagai arah, Yogi memperhatikan Keyra dengan seksama. Sama sekali tidak ada raut wajah yang menipu, semuanya murni bersungguh-sungguh dan serius, bahkan Yogi tidak pernah melihat Keyra seserius ini sebelumnya. Yang Yogi tahu hanya Keyra suka padanya, kepribadian Keyra yang periang menutupi semua kesedihan yang dia rasakan, hampir tidak pernah Yogi melihat Keyra sedih. Senyumnya selalu merekah membuat kebahagiaan setiap orang yang dekat dengan dirinya.
__ADS_1
Setelah makan mereka berdua bergegas melanjutkan perjalan pulang mengantar Keyra. Di dalam mobil Keyra sibuk memasang gantungan yang tadi dia beli dari gadis itu, Keyra menggantung inisial huruf Y di kunci motornya.
"Pinjam kunci mobil bentar kak"
"Buat apa?"
"Ini buat gantungin gantungan yang aku beli tadi"
"Buat aku?"
"Nih lihat, aku pasang inisial nama kakak di kunci motor aku" Keyra memperlihatkan kunci motornya yang sudah ada gantungan inisial huruf Y disana.
"Iya nanti, ini kan masih nyetir"
Keyra sangat senang karena Yogi mengiyakan permintaannya. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Keyra yang terlihat damai dari luar.
__ADS_1
"Kunci mobil" Keyra menagih kunci mobil Yogi, Yogi mencabut kunci mobilnya kemudian memberikan kepada Keyra.
Keyra kembali sibuk memasangkan gantungan kunci ber inisial K ke kunci mobil Yogi. Keyra merasa puas lalu mengembalikan kunci mobil itu kepada Yogi lagi.
"Ya udah Kak Aku turun dulu ya makasih untuk semuanya udah dianterin pulang ditraktir makan nasi goreng, boleh ya lain kali kayak gini lagi"
"Nggak ada lain kali, udah sana masuk udah malam"
"Nggak mau nyuruh aku tidur mimpiin kakak? "
Yogi benar-benar merasa geli dengan ucapan Keyra yang lucu, sangat berbanding terbalik dengan Keyra setengah jam yang lalu. Keyra yang ini benar-benar ceria dan suka menggoda dirinya.
"Apa sih key udah sana turun"
Keyra mematung karena baru kali ini Yogi memanggil namanya dengan benar, biasanya jika tidak lu atau kunci, tidak pernah Keyra mendengar kata lain yang keluar dari mulut Yogi selain kedua kata itu saat memanggilnya.
__ADS_1