
Seseorang melihat kedekatan kedua orang itu dari dalam mobil dengan perasaan yang entah apa sebutannya. Rasanya seperti kesal, tidak suka dan juga perasaan tidak nyaman. Yogi mengepalkan tangannya.
Yogi mendapatkan ide agar mereka berdua berhenti berbincang, Yogi merogoh sakunya dan mengutak-atik benda pipih di tangannya.
Terlihat Putra memeriksa ponselnya
"Halo Gi" suara dari seberang sana
Setelah berbicara beberapa kalimat Putra akhirnya beranjak dari sisi Keyra.
Keyra masih disana membuka kembali laptopnya yang tadi sempat di lipat karena menyimak pembicaraan Putra.
Setelah melihat Putra telah pergi dari parkiran, Yogi kemudian menghampiri Keyra.
"Nggak pulang?"
"Hai kak"
"Masih ngerjain tugas?"
"Iya nih, WiFi di rumah lagi eror jadi aku nebeng bentar di sini he he"
Ada-ada aja ni bocah (Yogi)
"Besok pagi aja udah mau gelap nih"
Keyra melihat sekeliling dan benar saja hari sudah mulai gelap
"Iya juga, tau udah aku balik deh, Kak Yogi ngapain masih di kampus?"
__ADS_1
"Hmm itu tadi ada kerjaan dikit " Yogi kebingungan menjawab pertanyaan Keyra yang memojokkan dirinya.
"Mau nebeng boleh?" Keyra
"Motor lu kemana?"
"Ada tuh, tapi kan udah mau malem ini, kayaknya juga mendung gimana kalau aku kehujanan terus demam, aku nggak bisa masuk kuliah terus kak Yogi jadi kangen nanti" celoteh Keyra yang menggelikan bagi Yogi
"Banyak alasan lu, ya udah ayo gua anter"
"Beneran?"
"Ayo sebelum gua berubah pikiran" Yogi sudah berjalan menuju mobilnya, senyum Yogi terukir tanpa Keyra ketahui, Keyra membuntutinya dengan langkah kaki yang kecil namun cepat.
Mereka berdua berada di mobil Yogi, ini pertama kalinya Keyra menumpang di mobil Yogi, sebelumnya Keyra pernah di bonceng oleh Yogi.
Hhzzzrr...
"Tuh kan bener apa kata aku kak, hujan kan sekarang, coba tadi kak Yogi nggak nganterin aku pasti besok kak Yogi nggak bisa ketemu aku he he"
"Ya emang udah mendung aja"
Angin disertai hujan deras melanda mereka berdua, meskipun di dalam mobil tapi Yogi merasakan berat saat menyetir.
Yogi memutuskan untuk menepi terlebih dahulu dan berhenti, tidak baik jika mereka tetap melanjutkan perjalanan di cuaca seperti ini.
"Kita tunggu agak reda dikit ya, anginnya serem" Yogi
"Iya kak, aku juga takut kalau kita terus melanjutkan perjalanan "
__ADS_1
Mereka berdua hanya diam di dalam mobil dan tidak berniat turun, Yogi menepi di dekat sebuah halte bis yang saat ini tidak ada siapapun di sana.
"Kak"
"Hmm?"
"Kak boleh nggak AC nya di matiin? Dingin banget ini"
"Oh lu kedinginan, sorry-sorry iya gua matiin"
"Makasih kak" Keyra tersenyum memperlihatkan gigi gingsul yang dia punya. Hati Yogi merespon tidak karuan, perasaannya jadi salah tingkah. Keyra mengusap kedua pundaknya, Yogi menyadari bahwa Keyra kedinginan, Yogi mengambil Hoodie nya di jok belakang.
"Nih lumayan, bisa bikin lu hangat"
"Makasih kak " Keyra mengenakan Hoodie yang over size milik Yogi itu, jika sedikit saja di tarik, Hoodie itu akan bisa menutupi seluruh tubuhnya.
"Hmmm hangat sekali..." Keyra berasa seperti memeluk Yogi, parfum Yogi menempel di Hoodie ini
"Berasa meluk kak Yogi hi hi"
Tuk
"Aw" Yogi menyentil kening Keyra
"Masih kecil otak udah kotor aja" Yogi
"He he masa cuma bayangin di peluk aja kotor sih he he " Keyra benar-benar tertawa dan itu membuat Yogi tersipu.
"Ciyeee malu-malu nih"
__ADS_1
"Lu apaan sih ah"
Kruuuuk...