Be Your Shadow

Be Your Shadow
BYS Ep 15


__ADS_3

POV Yogi


Kenapa tiba-tiba aku kepikiran si gadis kunci itu? Aaah lagian kenapa dia tidak masuk kuliah selama ini sih? Apa kakinya separah itu? Inget dia nggak ada di kampus aku jadi malas berangkat kuliah. No Yogi ini nggak bener, kamu harus tetap kuliah, oke oke kuliah (Yogi)


Yogi bergegas mandi kemudian berangkat kuliah, Yogi naik mobil hari ini, suasana hatinya tidak karuan, gugup, kesal bercampur jadi satu. Yogi sudah masuk di area parkir kampus, lagi-lagi matanya mencari keberadaan motor milik Keyra, namun tidak ada.


Yogi sangat malas untuk masuk ke dalam kelas, kakinya menuju kantin dan betapa kaget dirinya melihat seorang gadis yang dia cari-cari beberapa hari ini.


Senyumnya merekah dan dadanya berdegup kencang, Yogi berbalik arah tidak jadi ke kantin, dia harus tetap terlihat cool di depan siapapun.


Enggak, gua nggak suka sama dia, gua hanya nyaman kalau lagi ngobrol sama dia (Yogi)


Yogi berkali-kali mengahalau pikiran yang mengganjal di otaknya, akhirnya Yogi masuk ke kalas dan melakukan kegiatan seperti biasa.


Sore merayap, Yogi yang sudah dari tadi keluar kelas malah tidak langsung pulang, dia duduk di dalam mobil menunggu seseorang lewat di depannya.


Yogi melihat Keyra tapi tidak sedang mengendari motor, Yogi mengerutkan keningnya merasa heran. Yogi turun dengan topi dan masker di wajahnya. Yogi melihat dari jauh kalau Keyra naik angkot, Yogi kemudian menyetop angkot yang sama dengan yang di tumpangi Keyra.


Keyra bergeser, tapi Yogi memilih duduk di pojokan dan menurunkan topinya agar tidak terlihat mukanya.


Yogi melihat Keyra menyapa ibu-ibu penjual kue yang duduk di depan Keyra.


"Permisi ibu jualan apa?"


"Ini neng ibu jualan donat"

__ADS_1


Ibu itu membuka keranjang yang dia bawa, terlihat donat yang di bungkus plastik satu persatu


"Berapa Bu satunya?"


"Dua ribu neng"


"Ya udah saya borong ya Bu donatnya "


"Beneran neng? Alhamdulillah ya Allah "


Sekilas Yogi melihat Keyra tersenyum puas setelah memborong donat yang di jual oleh ibu-ibu itu. Di balik maskernya Yogi tersenyum merasa kagum dengan sosok wanita muda yang sedang dia ikuti sampai sejauh ini.


*******


"Aden..."


"Den Felix... "


"Hmmm" sahutan dari dalam kamar berukuran setara lapangan bulu tangkis


"Ada Den Putra di luar"


"Suruh ke kamar aja"


"Baik Den"

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu kamar Felix di dorong dari luar oleh Putra, Putra segera menghambur ke kasur dimana Felix masih memejamkan matanya.


"Bangun lu" Putra


"Entar"


"Hang out yuk, bosen gua"


"Tumben lu " Felix memaksa matanya untuk terbuka, tidak biasanya Putra mengajaknya untuk keluar


"BT gua sama Anita"


"BT kenapa? Tumben-tumbenan lu"


"Kayaknya Anita punya cowok lain"


"Ha ha ha gua kasih tahu ya lu, gua sebagai cowok nggak pernah serius dengan satu cewek"


"Gua hapal karakter lu, tapi gua kan nggak bisa kayak lu"


"Kenapa nggak bisa? Gua mandi dulu, habis ini gua ajarin lu kayak gua"


"Mandi sana lu ah" Felix melesat cepat ke dalam kamar mandi meninggakan Putra di kasurnya.


Felix adalah pria yang sangat kaya, Felix sudah terbiasa hidup bergelimang harta, karena kekayaannya, dia menjadi laki-laki yang kurang puas dengan satu hal. Contohnya perihal perempuan, meskipun statusnya adalah pacar dari Sarah, tapi Felix selalu menggandeng wanita lain jika tidak sedang bersama dengan Sarah.

__ADS_1


__ADS_2