
"Yee di bilangin ngeyel, kemarin pas aku kuliah pake motor kakak kan aku nganterin temenku beli cincin buat pacarnya, eh mas mas yang punya toko emas ngelihat gantungan kunci motor kakak dan setelah dia cek itu tuh keluaran sebuah brand diamond yang harganya sekitar sepuluh jutaan"
"hah?" Keyra, mama dan nenek bersama-sama menyerukan kata "hah" pertanda sangat kaget dengan apa yang baru saja di bilang Ken
"astaga, itu sepuluh juta?"
"jadi Keyra selama ini nggak tahu tentang itu?"
"nggak tahu sama sekali mah, tunggu aku ada satu barang lagi dari kak Yogi, bentar tunggu di sini aku ambil"
Keyra berlari ke kamarnya mengambil kalung pemberian Yogi yang ada ukiran nama Yogi di sana.
"nih nih, bisa nggak di cek juga, soalnya waktu kak Yogi kasih ini ke aku dia bilang ada diskon"
__ADS_1
"bentar kak, aku ada nomor mas mas yang di toko, soalnya katanya kalau mau jual gantungan kunci kakak suruh jual ke dia aja he he"
"enak aja main jual, nggak ada" Keyra mulai sewot
Ken mengambil gambar kalung milik Keyra dan segera mengirimkan ke mas mas pemilik toko emas itu. Tidak lama setelahnya mas mas itu membalas pesan Ken dan malah mengirimkan satu gambar kalung yang sama tapi berpasangan dengan sebuah kalung berliontin kunci.
"itu bener punya kak Yogi, kak Yogi pegang kalung yang itu, waktu itu aku sempat lihat kisaran 17ribu dolar kalau nggak salah" kata Keyra seraya menunjuk ke arah kalung berliontin kunci
"17ribu dolar itu kalau di rupiahkan jadi kisaran 250 jutaan kak, tapi itu bisa aja lebih soalnya kak Yogi kan request nama juga"
Ken kembali menanyakan kisaran harganya dan benar saja apa yang di katakan Ken, harga dua kalung itu hampir lima ratus jutaan.
"kakak beneran nggak tau kalau semua barang-barang yang di kasih kak Yogi semuanya se mahal itu?"
__ADS_1
"ya nggak tahu lah Ken, kalau tahu juga kakak nggak bakalan mau terima"
...****************...
Setelah kebenaran tentang kunci motor dan kalung dari Yogi sekarang Keyra menyimpan kedua benda itu dengan aman, kan nggak lucu juga kalau benda semahal itu hilang.
Keyra sudah bersiap untuk pergi ke sebuah kantor besar untuk interview, kali ini Keyra berharap sangat karena ini adalah perusahaan besar. Di sini Keyra melamar sebagai sekertaris, jika sampai Keyra di terima di sini maka akan sangat menopang hidup Keyra dan juga semua keluarganya.
Keyra sampai di kantor yang super besar itu sepuluh menit sebelum jam yang di tentukan untuk interview, Keyra tidak ingin telat seperti sebelumnya.
Keyra melihat sudah penuh sesak orang yang akan interview pagi ini, di ruangan sebesar itu terdapat kira-kira dua sampai tiga puluh orang yang sudah mengantri untuk interview.
Setelah Keyra mendapatkan tempat duduk, dia melihat satu-persatu orang masuk ke dalam untuk di interview, Keyra gugup mengingat ini adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.
__ADS_1
Satu jam, dua jam dan masih sangat banyak orang yang belum terpanggil untu masuk, begitu juga Keyra. Kakinya sudah terasa pegal sekali, apalagi punggung Keyra, sejak kecelakaan bersama papanya Keyra jadi gampang sakit punggung.