
"mulai hari ini kamu bekerja di sini sebagai sekertaris ku"
"nggak! aku mengundurkan diri" Keyra kekeh tidak ingin bekerja di kantor besar yang ternyata milik Yogi
"jika kamu mengundurkan diri berarti kamu harus membayar biaya pinalti kepada perusahaan sebesar tiga miliar rupiah, terserah, keputusan sepenuhnya ada di tanganmu aku tidak memaksa"
"kenapa kakak menjebak aku? aku tidak mau bekerja di sini"
"jika tidak mau kenapa kamu melamar? lagian aku sudah berbaik hati sudah menerima mu secara langsung tanpa tes"
"aku tidak mau bekerja disini"
"baiklah urus pembayaran pinalti bersama sekertaris lama ku di depan sana, ingat ya tiga milyar rupiah"
Yogi membalik badan membelakangi Keyra, dalam hatinya merasa benar-benar puas sudah bisa kembali bertemu dengan gadis yang dia cintai. Dan dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah melepaskan Keyra lagi.
POV Yogi
Yogi menunggu di dalam mobil saat asisten Willy turun untuk membeli bunga, tidak lama kemudian asisten Willy kembali karena ternyata toko bunga langganan merek tutup.
"tuan di depan sana masih ada lagi satu toko bunga, tapi saya tidak yakin apakah di sana ada bunga yang sedang anda cari" ucap asisten Willy
"ya sudah kita coba saja, kalau tidak ada kita kembali ke kota untuk membelinya di sana"
"baik tuan"
__ADS_1
Mobil melaju lurus ke depan sekitar jarak tiga kilometer asisten Willy kembali berhenti di depan toko bunga yang tadi dia maksudkan. Asisten Willy turun dan langsung membeli bunga yang di inginkan majikannya.
"Selamat pagi, selamat datang di toko bunga kami, ada yang bisa kami bantu?" suara sambutan gadis di dalam toko membuat Willy merasa di hormati
Asisten Willy berhenti di tengah pintu sesaat, asisten Willy memandang lekat ke arah gadis penjaga toko bunga.
"pak mau beli bunga apa?" gadis itu kembali menanyakan kepada asisten Willy
" maaf, saya mau membeli bunga Rosa multiflora apa di sini ada?"
"sebentar ya pak saya tanyakan kepada mama saya, bapak bisa duduk dulu sebentar "
sepertinya aku mengenal gadis itu, tapi dimana aku pernah bertemu dengan dia? (asisten Willy)
Seorang wanita keluar dari dalam dan mulai meladeni asisten Willy
"di bikin buket saja Bu"
"baik bisa di tunggu sebentar, silahkan duduk terlebih dahulu"
"baik"
tidak salah lagi, aku memang pernah melihat gadis tadi, aku akan mencoba mengingatnya, Haisss usiaku yang tidak muda lagi membuatku sulit mengingat (asisten Willy)
"ini bunganya sudah siap, mau di kasih kartu ucapan pak?" tawar gadis muda itu
__ADS_1
"tidak perlu, berapa saya harus membayar?"
"berapa mah?"
"175 ribu pak"
"baik"
Asisten Willy mengeluarkan uang dua lembar ratusan ribu dan di berikan kepada wanita yang sepertinya adalah mama dari gadis muda yang tadi.
"pak buat istrinya ya? romantis banget sih he he"
"bukan, ini suruhan majikan saya"
"majikannya pasti buat istrinya tuh"
"Key nggak sopan kayak gitu "
"maaf mah, maaf ya pak"
"tidak apa-apa, mari" asisten Willy pamit keluar setelah mama gadis itu menyerahkan kembalian.
Asisten Willy memberikan bunganya kepada Yogi.
"toko bunga sekecil ini tapi menyediakan bunga langka seperti bunga ini" komentar Yogi
__ADS_1
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke makam.