
Keyra beserta ratusan mahasiswa baru berkumpul di lapangan sedang mendengarkan arahan dari kakak senior, mereka ber jas dan ber kaca mata hitam duduk berjejer di barisan depan.
Akhirnya mahasiswa di bagi menjadi beberapa kelompok, Keyra dan Rena terpisah di kelompok lain. Setiap kelompok memiliki satu kakak senior untuk membimbing mereka melakukan ospek. Kelompok ini akan di tetapkan selama masa ospek sampai ospek berakhir.
Rena terlihat sangat antusias karena kakak senior yang membina kelompoknya adalah salah satu pentolan geng yang sempat Rena sebutkan tadi. Adalah Felix yang menjadi pembina dalam kelompok Rena. Felix adalah yang paling Playboy di antara ke tiga pangeran kampus, menurut Rena.
Sedangkan Keyra di bimbing oleh salah satu dari mereka juga, namanya Yoongi atau biasanya akrab dengan sebutan Yogi. Masih menurut si Rena, Yogi ini adalah manusia sedingin salju yang rumornya dia itu tidak tertarik dengan wanita manapun.
"Eh kunci" Keyra tidak bergeming
"Eh kunci kuncir kuda" Keyra celingukan kesana-kemari memastikan bahwa benar dirinya yang tengah di panggil kakak seniornya itu.
"Saya kak?"
"Iya elu, nama lu kunci kan?"
"Kunci gimana?"
"Tuh" Yogi menunjuk papan nama milik Keyra yang hanya di tulis tiga huruf awalnya saja yaitu "key" yang artinya benar "kunci"
"Key kak"
"Key apa artinya? Kunci kan?"
__ADS_1
"Iya sih"
"Ya udah nama lu kunci"
Keyra diam saja karena sebenarnya Keyra sedang memandang wajah seniornya itu
Benar kata Rena, Yogi ganteng, mana kulitnya bersih dan cerah, dia sangat menonjol di antara banyaknya manusia di kampus ini (Keyra)
"Eh ngelamun lagi, temen-temen lu pada ngerjain tugas lu malah ngelamun"
"Iya kak maaf"
"Squad jump sepuluh kali"
"Oke dua puluh kali, yang lain kalau nggak fokus akan di hukum sama kayak dia, paham?"
"Paham kak...." Jawab semua orang berbarengan.
Di sisi lain salah satu dari pangeran kampus ini tengah serius sekali membina adik-adik didiknya dengan telaten. Adalah Putra yang terkenal maskulin dan si penakluk wanita. Tidak seperti Felix yang terbilang grusa-grusu dalam mendekati wanita, Putra lebih santai dan elegan dalam mendekati mangsanya. Namun berbeda lagi dengan Yogi yang sama sekali tidak ingin mendekati wanita.
Kegiatan berjalan lancar hingga tiba waktunya jam istirahat makan siang. Semua mahasiswa baru menyebar di segala arah untuk makan bekal yang mereka bawa masing-masing dari rumah.
"Ren kayaknya gua suka sama kak Yogi deh, dia ganteng banget"
__ADS_1
"Hmmmm mimpi lu bisa deket sama dia"
"Kok mimpi?"
"Gua kan udah pernah bilang, tipe cewek dia itu, pendiam, elegan, cantik dan high clas. Lah kita apaan? Upil dia?"
"Iya juga sih Ren, tapi gua akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar cinta kak Yogi gimana pun caranya titik"
"Bersemangat sekali Wak, hati-hati sakit hati ya"
"Lu gitu amat Ren sama temen, semangatin kek malah di jatohin"
"Ha ha ha baper lu"
"ya elu sih"
"he he he sorry-sorry nggak lagi deh, eh suka sama yang lain aja boleh nggak sih?"
"enggak, cuma mau kak Yogi"
"udah lah keluar sudah batunya,, terserah elu dah"
Mereka berdua dan yang lain secara bersamaan menyelesaikan makanan mereka kemudian kembali ke kelompok masing-masing.
__ADS_1