Be Your Shadow

Be Your Shadow
BYS Ep 67


__ADS_3

POV Keyra


Aku sedikit heran karena tiba-tiba saja para pelamar keluar ruangan setelah mendapatkan pesan dari ponsel mereka masing-masing.


Seorang wanita cantik berpenampilan menarik dan seksi menghampiri aku secara langsung.


"anda bisa ikut saya masuk ke ruangan sekarang?"


"bisa Bu" Aku mengekor wanita itu masuk ke sebuah ruangan besar, di sana ada seorang yang duduk di kursi kantor besar dan tinggi. Orang itu membelakangi meja kerjanya juga membelakangi aku.


"saya permisi keluar pak" ucap wanita tadi


"hm" jawab seseorang di kursi yang ternyata adalah seorang laki-laki, sambil berkata demikian laki-laki itu juga mengibaskan tangannya ke udara.


"duduk" aku merasa tak asing dengan suara ini, aku letakkan berkas ku di meja dan memangku tas ku. Laki-laki itu memutar kursinya dan...


Aku terbelalak melihat siapa orang yang ada di hadapannya, tanpa sadar mata ku berair sesaat kemudian kami saling beradu pandang, hingga aku sadar dan segera bangkit akan berlari.


Yogi sigap menahan tangan ku agar tidak sampai pergi dari ruangan itu. Yogi menghimpit tubuh ku di pintu agar aku tidak bisa banyak bergerak.


"lepas " aku membuang muka dari hadapan kak Yogi agar tidak bertatap mata dengan dia


"tidak akan pernah aku lepaskan kamu lagi" suara Yogi terdengar berat dan sesak. Aku berusaha memberontak tapi tidak ada gunanya. Yogi mencengkram ku dengan erat di pelukannya.

__ADS_1


"lepaskan aku kak"


"tidak"


"lepas kak Yogi"


Yogi melepas pelukannya tapi dengan cepat memegang kedua pipi ku kemudian Yogi mendaratkan ciuman di bibir ku. Aku mematung, terdiam, sama sekali tidak menyangka bahwa Yogi akan melakukan hal itu kepada ku. Aku merasa terlena dengan sentuhan Yogi. Perasaan yang hampir kering beberapa tahun lalu seperti tersiram air yang tiada henti. Aku merasa jantung ku berhenti berdetak saat ini. Kehangatan yang hadir di dalam hatiku membuatku nyaman.


...****************...


Aku masuk ke dalam kamar ketika kak Yogi telah sampai mengantar aku dengan selamat sampai rumah. tentunya dia yang memaksaku untuk mengantarkan aku pulang. Padahal itu sama sekali tidak perlu. Aku mandi dan masa bodoh dengan kak Yogi di ruang tamu.


Selesai mandi aku mengenakan skincare di depan meja rias, sayup-sayup aku dengar Ken datang dan berbincang bersama Yogi dan mama.


"biarkan saja dia di luar, aku tidak akan keluar lagi"


Jam menunjukkan waktu mulai larut saat mataku mulai kembali terbuka. Aku ingat mama sempat membangunkan aku untuk makan malam tapi aku menolak dan kembali tidur.


Tapi sekarang aku lapar.


ring...ring...


ponselku berdering, sebuah nomor baru yang tidak ku kenal bertengger di layar ponselku.

__ADS_1


"halo"


"sedang apa?"


"ini siapa?"


"bos kamu"


"kak Yogi?"


"emangnya siapa lagi bos kamu?"


"ada apa?"


"jutek banget, udah makan?"


"langsung aja deh Kak, ada apa?"


"aku pengen ketemu sama kamu"


Tidak ada jawaban


"Key "

__ADS_1


"kak please jangan kek gini, kita berdua hanya sebatas rekan kerja, aku bawahan kakak dan kakak bos aku nggak lebih, dan juga sebelumnya kita juga memang tidak pernah punya hubungan apa-apa kan jadi tidak perlu seperti ini"


Dan aku menutup teleponnya. Mungkin aku sedikit keterlaluan bersikap seperti itu kepada kak Yogi, tapi aku tidak boleh kembali jatuh cinta lagi dan kemudian merasakan sakit yang sama lagi.


__ADS_2