
Keyra memandangi tangannya dengan senyum-senyum sendiri.
"Kenapa lu Key?" Rena datang dengan semangkuk bakso dan es teh di kedua tangannya
"Tadi tangan gua di pegang kak Yogi "
"Ha? Kok bisa?"
"Bisa dong, Ren gua beneran suka nih sama kak Yogi"
"Yaelah mending yang lain aja, ada kak Felix sama kak Putra tuh"
"Lah emangnya kenapa sih"
"Terlalu tinggi Key, dia bangsawan, selera dia juga pasti bangsawan juga, kalaupun dia suka sama rakyat jelata kek kita belum tentu keluarganya setuju"
"Seenggaknya lu dukung gua kek Ren, down nih gua" Keyra menyandarkan kepalanya di atas meja
"Astaga sorry-sorry nggak bermaksud kayak gitu, kan gua cuma takut aja lu terlalu berharap dan nantinya kecewa"
"Thanks ya udah khawatir sama gua, tapi gua nggak mau nyerah, gua akan mengejar cinta gua ke kak Yogi, lu support gua ya"
"Siap! Gua akan selalu support lu"
"Bener ya"
"Iya, gua akan cari tahu komunitas mana yang terdapat kak Yogi di dalamnya "
"Aaaa thank you Rena "
Rena melanjutkan makan baksonya lagi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian jam masuk kelas mereka telah tiba, mereka berdua di kelas yang sama.
*******
Kelas berakhir dan semua mahasiswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang.
"Dah Key..."
"Dah Ren"
Keyra mencoba menyalakan mesin motornya tapi tidak bisa, beberapa kali Keyra mencoba tapi motornya sama sekali tidak mau bergerak. Hari semakin sore bahkan kampus mulai sepi. Keyra merogoh sakunya dan melihat ponselnya ternyata dalam keadaan mati.
"Sial banget sih gua ah" Keyra keluar dari kampus dengan menuntun motornya yang mati entah kenapa sebabnya. Keyra semakin menggerutu karena bengkel yang ada di dekat kampus sudah tutup karena memang sudah mulai gelap.
Keyra akhirnya duduk di trotoar karena capek mendorong motor.
"Mau pulang sama gua?" Keyra mendongak menatap seseorang dari balik helm full face hitam itu
Orang itu membuka kaca helm full face itu dan Keyra tidak bisa mengenali siapa wajah di balik helm hitam itu.
"Mau bareng nggak?" Sekali lagi laki-laki itu bertanya kepada Keyra. Karena takut kalau itu adalah orang jahat Keyra malah kabur dengan tetap mendorong motornya yang mati.
"Jangan kejar aku pergi...pergi... Pergi sana"
"Gua Yogi"
"kak Yogi?" Keyra menghentikan langkah kakinya kemudian menatap dalam ke mata yang terlihat dari balik helm full face itu.
"Beneran kak Yogi?"
"Iya kunci" mendengar kata "kunci" Keyra akhirnya percaya bahwa yang berada di sampingnya saat ini adalah Yogi.
__ADS_1
"Motor saya gimana kak?"
"Tinggal aja di bengkel itu, besok juga yang punya bengkel datang" Keyra menuruti saran Yogi kemudian menghampiri Yogi lagi, Keyra mengenakan helm nya sendiri kemudian naik ke motor Yogi yang tinggi itu.
Ini motor kenapa tinggi banget sih? Mana susah lagi naiknya (Keyra)
Dengan susah payah Keyra akhirnya bisa duduk di belakang Yogi dan mereka akhirnya melaju.
"Rumah lu dimana?"
"Ha? Apa kak?"
"Rumah lu dimana?"
"Ha?"
Yogi menghentikan motornya ke pinggir jalan kemudian menoleh ke belakang dan bertanya kepada Keyra.
"Rumah lu dimana?"
"Oh... Di gang xxx kak"
Tanpa menjawab perkataan Keyra, Yogi kembali memacu motornya menyusuri jalanan yang sudah gelap. Yogi tahu alamat rumah yang Keyra maksud. Tak lama kemudian motor Yogi masuk ke sebuah gang kecil dan berhenti di depan sebuah rumah sederhana setelah Keyra memberitahunya.
Keyra bukan orang miskin tapi juga bukan orang kaya, sederhana dengan satu mobil dan ada satu motor ninja terparkir di depan rumahnya.
"Makasih ya kak"
"Iya" segera Yogi tancap gas lagi meninggalkan Keyra yang belum puas berbicara dengan Yogi.
"Dasar kulkas dua pintu" gerutu Keyra kemudian masuk ke dalam rumah.
__ADS_1