Be Your Shadow

Be Your Shadow
BYS Ep 11


__ADS_3

Yogi berada di paling belakang rombongan pendakian gelombang kedua ini. Yogi banyak diam, tapi tidak dengan kedua sahabatnya yang datang bersama pacar mereka.


Yogi lebih suka menikmati keindahan dan kesejukan alam yang tengah mereka jelajahi.


"Gi"


"Hmm"


"Nanti malam setelah kita berkumpul sama kelompok satu, kita bakalan bikin tenda di atas, terus kita akan gabung lagi sama tim satu lalu kita bisa diskusikan apa-apa saja hasil pendakian kita kali ini"


"Oke"


Bima hanya diam saja melihat respon Yogi yang hanya menjawabnya dengan satu kata setelah banyak kalimat yang keluar dari mulut Bima.


Bima sudah biasa dengan sikap Yogi yang benar-benar cuek dan dingin.


Hari cepat berlalu, kedua tim telah sampai di puncak pendakian dan mendirikan tenda-tenda kecil disana.


Karena mereka sampai di atas waktu sudah gelap, maka mereka pun beristirahat dan melanjutkan kegiatan keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Yogi sudah berdiri di tepian gunung sambil membawa cangkir di tangannya. Badannya terbungkus rapi oleh jaket dan juga syal di lehernya. Tak lupa sarung tangan juga kupluk rajut yang mampu membuat hangat telinganya.


Yogi menatap jauh ke arah dimana mentari akan terbit dari ufuk timur. Keyra yang sudah terbiasa bangun pagi, juga bangun sebelum yang lain terjaga. Keyra melihat termos air hangat di dekat perapian, Keyra mengambil minuman sachet kemudian menyeduh untuk dirinya sendiri.


Keyra berjalan dengan kaki yang sedikit menyeret menyusuri banyak tenda yang masih tertutup rapat, enggan untuk membuka agar hawa dingin tidak lebih masuk dan menyakiti tubuh mereka.

__ADS_1


Keyra menangkap sosok yang sangat dia kenal. Yogi. Keyra berjalan menghampiri Yogi


"Hai kak" Yogi mendongak karena sumber suara lebih tinggi dari telinganya, Yogi tengah duduk dan Keyra masih berdiri baru saja datang.


"Boleh duduk ?"


"Silahkan"


Keyra mendekat, Yogi memperhatikan langkah kaki Keyra yang sedikit menyeret.


Keyra duduk di samping Yogi.


"Kaki lu kenapa?"


"Kepleset kak, tapi gapapa kok"


"Sorry ya"


Yogi berlutut di hadapan Keyra kemudian sedikit membuka celana bagian bawah milik Keyra


"Kakak ngapain? Gapapa ini nggak parah?"


"Emangnya lu dokter?"


Yogi melihat pergelangan kaki Keyra sudah bengkak dan sedikit biru.

__ADS_1


"Udah bengkak sampai kayak gini, tunggu sini bentar"


Yogi meninggalkan Keyra sendiri dan kembali masuk ke tenda miliknya. Tidak lama berselang Yogi kembali dengan sesuatu di tangannya. Yogi kembali berjongkok dan mengoleskan gel ke permukaan kaki Keyra rang bengkak.


"Ini bisa bikin bengkaknya kempes perlahan-lahan" Keyra tersenyum, hatinya berbunga-bunga mendapatkan perlakuan manis dari Yogi.


Yogi melihat ke arah Keyra yang tidak menjawab perkataannya, Yogi merasa aneh karena Keyra terus saja tersenyum dan menatap ke arahnya.


Yogi menyentil kening Keyra pelan agar gadis itu berhenti tersenyum.


"Aw, sakit kak"


"Cengar-cengir mulu, lu mikirin apaan sih?"


"He he nggak ada"


Yogi kembali duduk di samping Keira kemudian menyeruput minumannya lagi. Keira masih saja memandangi Yogi yang menurutnya sangat sangat sempurna.


"Lu kenapa sih?" Yogi juga ikutan nyengir melihat Keyra yang tak henti-hentinya menatap ke arah dirinya.


"Kakak ganteng" Keyra berkata jujur


"Ada-ada aja lu" tapi Yogi tersipu mendengar penuturan Keyra.


"Beneran. Aku suka sama kakak"

__ADS_1


"Wah apa ini? Pernyataan cinta?" Seseorang dari arah belakang mereka mengejutkan mereka berdua.


__ADS_2