
Keesokan harinya ....
"Key kata temen-temen lu habis di labrak ya sama kak Sarah?" Rena yang baru saja masuk kuliah sudah heboh dengan berbagai pertanyaan.
"Lu nggak kangen sama gua? Dateng-dateng bukannya say hai malah mau klarifikasi gosip lu"
"Jadi gosip apa fakta nih?"
"Iye fakta, aneh tau Ren, kak Sarah selalu aja nggak suka kalau gua deketin kak Yogi"
"Iya juga sih, jangan-jangan dia naksir sama kak Yogi"
"Apa iya? Kak Felix udah sesempurna itu dan kak Sarah masih saja menginginkan kak Yogi"
"Siapa yang tahu isi hati seseorang, isian mochi aja bisa macam-macam apalagi hati seseorang, eh iya lu udah lihat belum mahasiswa pertukaran dari luar negeri itu?"
"Belum" Keyra menggeleng
"Kurang update lu, nih lihat cakep-cakep kan..."
Rena memperlihatkan foto beberapa mahasiswa asing dari ponselnya
"Lu dapat dari mana?"
"Gua kan Intel"
"Mulai deh" Keyra melihat dengan teliti wajah-wajah orang asing tersebut
"Kayak nggak asing ini" gumam Keyra
"Yang mana?"
"Ini nih, tapi gua nggak yakin sih, kayak pernah ketemu aja"
"Bule mukanya sama semua sayy, nggak heran lu berasa nggak asing"
__ADS_1
"Iya kali ya"
Mereka mengikuti pelajaran dengan seksama.
Di tempat lain...
"Lu nggak mau ketemu sama Kimberly?" Putra
"Enggak" Yogi
"Dia nyariin lu beberapa kali"
"Gua sama Kimberly nggak ada apa-apa"
"Gua tahu, tapi keluarga kalian kan sudah mengatur perjodohan kalian"
"Bodo amat dengan hal itu, Kimberly hanya teman, teman masa kecil tidak lebih"
"Itu menurut lu, tapi apa dia beranggapan sama seperti lu?"
"Kimberly selalu menjadikan lu kekasihnya di saat kita kecil dan juga mungkin dia masih beranggapan sama sampai sekarang?"
"Lalu gua harus memaksa perasaan gua ke dia?"
"Lu suka sama Keyra?"
Yogi terdiam tidak langsung menjawab
"Enggak" Yogi
"Kalau begitu biarin gua deketin dia"
"Untuk apa?"
"Gua jomblo dan dia juga jomblo, kalau gua dan dia cocok kita akan jalin hubungan "
__ADS_1
"Keyra suka sama gua" Yogi menatap dalam ke mata Putra
"Kalau lu nggak bisa buka hati dan masih bersikap dingin seperti ini bukan tidak mungkin dia akan menyerah mengejar elu"
Yogi diam mencerna perkataan Putra yang memang benar adanya
"Jangan lu deketin Keyra" Yogi langsung bangkit dan meninggalkan Putra
Senyum sinis Putra melengkung di satu ujung bibirnya
Bahkan lu masih aja gengsi mengakui kesukaan lu ke Keyra, dia gadis baik, jika Yogi tidak mampu membahagiakan dia biar gua aja yang ambil peran itu (Putra)
Di parkiran Yogi merasa kesal dengan perkataan Putra, dia sudah berusaha bersikap baik kepada Keyra agar gadis itu tetap menyukainya.
Apa gua kurang terbuka dengan perasaan gua? Aaaaah sial kenapa ini rumit sekali (Yogi)
Yogi melihat Keyra melintas di depan mobilnya, Yogi segera turun menghampiri Keyra.
"Keyra" panggil Yogi, Keyra menoleh dan melihat Yogi, tatapan Yogi seperti tidak senang.
Kenapa gua ikutan sedih ya melihat kak Yogi seperti ini, kak Yogi memanggil nama ku dengan benar, sepertinya ini memang bukan situasi yang baik-baik saja (Keyra)
"Ya kak"
Yogi bingung harus bicara apa, kecemasannya tidak mendasar, dia hanya ingin Keyra tetap menyukai dia selalu. Tapi apa itu tidak egois?
"Lu besok jadi dateng kan ke ulang tahun gua?"
Keyra tersenyum lega
"Iya kak"
"Ya udah"
Yogi menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal sama sekali.
__ADS_1
"Udah gitu aja? Nggak mau ngajakin jalan atau apa gitu?" Keyra sengaja menggoda Yogi untuk mencairkan suasana