
Keyra sangat tekun dengan pekerjaannya, karena yang Keyra tahu dari sekertaris lama Yogi bahwa gaji Keyra tidak main-main, bila di bandingkan dengan sekertaris terdahulu Keyra mendapatkan tiga kali lipat lebih banyak, itulah mengapa Keyra begitu tekun dan bersungguh-sungguh dalam bekerja, Keyra merasa harus seimbang dengan gaji yang di berikan kepadanya. Yogi sangat ingin mengganggu Keyra, namun Yogi tidak menemukan ide untuk bisa berinteraksi dengan Keyra.
Yogi juga tidak ingin mengganggu pekerjaan Keyra, jadi sepanjang jam kerja mereka berdua sama-sama diam dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Keyra bersyukur bahwa Yogi tidak lagi bertingkah aneh-aneh seperti kemarin.
ring...ring...ring...
Pesawat telepon di meja kerja Keyra berdering, dengan lihai Keyra mengangkat dan berbicara dengan seseorang dari seberang sana.
"selamat pagi kami dari MYG corporate ada yang bisa kami bantu?" suara Keyra terdengar santun dan elegan. Diam-diam Yogi melirik ke arah Keyra yang terlihat semakin cantik dan dewasa dengan setelan jas yang dia kenakan. Yogi melihat ke bagian bawah dari tubuh Keyra. Gadis itu mengenakan rok.
Keyra mengenakan rok? lalu apa itu tidak apa-apa jika di gunakan mengendarai motor? tidak-tidak itu tidak baik, aku harus memastikan Keyra aman dan tidak seorangpun boleh melihat tubuh Keyra kecuali aku (Yogi)
Yogi menyentuh-nyentuh ponselnya beberapa kali kemudian menempelkannya di telinga. Yogi berbicara dengan seseorang dari seberang sana, tidak lama kemudian Yogi menutup telponnya.
"ada yang harus bapak tandatangani" Keyra tiba-tiba saja sudah berada di sampingnya
"kamu ke kantor naik motor?" bukannya menanggapi perkataan Keyra Yogi malah menanyakan hal demikian
__ADS_1
"iya pak"
"kalau begitu mulai besok kamu akan mendapatkan mobil fasilitas dari kantor"
"tapi saya tidak bisa menyetir pak, dan sepertinya itu tidak perlu juga, jarak antara kantor dan rumah saya tidak begitu jauh"
"kalau begitu saya yang akan antar-jemput kamu setiap hari"
"eh jangan pak tidak perlu, saya bisa naik motor saya"
"dengan rok se minim itu? tidak boleh, kalau kamu tidak mau saya jemput berarti pak Willy yang akan menjemputmu setiap hari"
"no komplain, kalau kamu masih menolak saya yang akan benar-benar menjemputmu "
pak Willy sudah tua, dia akan sangat lelah jika harus menjemput ku setiap hari (Keyra)
"boleh saya mendapatkan sopir saja? saya rasa pak Willy akan terlalu lelah jika setiap hari menjemput saya pak"
__ADS_1
"baiklah kamu akan mendapatkan fasilitas mobil dan sopir dari kantor mulai besok"
"baik pak"
itu lebih baik dari pada kak Yogi atau pak Willy yang harus menjemput aku (Keyra)
seperti ingin memastikan sesuatu lagi Yogi masih tidak mengijinkan Keyra kembali ke mejanya.
"apa tidak apa-apa berkendara naik motor dengan rok minim seperti itu?"
"tidak apa-apa pak, karena saya di bonceng adik saya tadi saat ke kantor"
syukurlah, aku sudah ingin menghukumnya jika benar dia datang mengendarai motor dengan rok se pendek itu, aku bahkan tidak bisa membayangkan (Yogi)
Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran kak Yogi, lagipula siapa orang yang akan naik motor dengan rok mini seperti ini, ada-ada saja (Keyra)
"pokoknya saya nggak mau melihat kamu naik motor lagi mulai besok"
__ADS_1
"iya pak"