
Keyra melihat Ken melesat meninggalkan rumah dengan motornya.
Dasar bocah, udah malam bukannya tidur malah klayapan (Keyra)
Ken Mahendra adalah adik laki-laki Keyra, sekarang Ken duduk di bangku kelas dua SMA. Malam ini mama dan papa Keyra menginap di kampung sebelah tempat nenek Keyra tinggal. Pasalnya kesehatan nenek sedang menurun, tapi nenek selalu menolak ketika di ajak tinggal bersama dengan keluarga mereka. Nenek selalu beralasan kalau rumah nya banyak kenangan dengan kakek, itulah mengapa nenek enggan meninggalkan rumah itu.
*******
Tok...tok...tok...
"Kakak.... Kakak...."
Beru saja Keyra memejamkan matanya setelah belajar tapi terdengar Ken datang mengetuk pintu dengan keras.
"Ken... anak itu iiiih " Keyra sangat kesal, tapi bagaimanapun Keyra tetap harus membuka pintu, jika tidak, bukan tidak mungkin pintu rumah akan roboh karena ulahnya.
"Iya iya bentar astaga"
Keyra membuka pintunya dan melihat adiknya itu sudah nyengir di depan pintu.
"He he, nih aku balikin kuncinya" Ken langsung masuk ketika Keyra sudah menerima kunci motornya kembali
Keyra melihat kunci motornya seperti ada yang aneh.
Deg
__ADS_1
Keyra tidak menemukan gantungan kuncinya di kunci motor itu.
"Ken Ken gantungan kunci kakak mana?"
"Ada kok, masih di tempatnya "
"Nggak ada Ken" Ken keluar dari kamar mandi
"Tadi ada kak"
" Ya sekarang nggak ada, ilang dimana?"
Keyra yang tadi sudah kesal karena gagal tidur ini menjadi semakin kesal karena Ken menghilangkan gantungan kuncinya.
"Jatoh kali kak"
"Kakak mau kemana?"
"Nyari gantungan kunci kakak, tadi kamu kemana aja?"
"Hmmm aku aku lihat temenku balapan kak" Ken menunduk
"Kamu lihat temen kamu balapan liar?"
"Iya kak"
__ADS_1
"Astaga Ken, kalau papa tahu habis kamu"
"Mangkanya papa jangan sampai tahu"
"Sekarang kamu tanggung jawab cari gantungan kunci kakak sekarang juga"
"Tapi kak"
"Nggak ada tapi, ayo"
Akhirnya Ken dan Keyra berboncengan kembali ke tempat balapan liar tadi.
*******
Keyra tidak perduli dengan sekumpulan orang yang sorak Sorai menyemangati orang yang sedang balapan di jalanan yang memang terbilang sepi ini. Keyra terus saja mencari di sekitar parkiran motor dan juga di semak-semak. Sudah hampir satu jam dan sama sekali belum memberikan hasil. Ken beberapa kali mengajak Keyra untuk pulang dan berjanji akan membelikan gantungan kunci yang baru untuk Keyra, tapi Keyra menolak dan tetap bersikeras untuk mencari gantungan kunci itu di area perlombaan balap liar.
Keyra benar-benar kesal kepada adiknya, Ken sudah bersalah karena pergi ke tempat seperti itu, ditambah Ken juga menghilangkan gantungan kunci milik Keyra.
Ken pergi membeli minuman untuk Keira, sedangkan Keyra sudah sangat lelah dan memutuskan untuk duduk di pinggir jalan. Tanpa disangka Keira menangis, dia benar-benar sangat kesal kepada Ken. Keira menyembunyikan wajahnya di antara lutut dan juga lengannya, Keira menangis tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depannya.
"Kunci lu ngapain di sini? "
Mendengar suara yang sangat familiar Keira mendongak melihat ke arah sumber suara.
"Kak Yogi?"
__ADS_1
"Lu ngapain di sini? Lu nangis? Ada apa?" Yogi turun dari motornya dan ikut duduk di sebelah Keyra.
Jika tidak tahu keadaan sebenarnya, pemikiran orang yang melihat Keyra menangis di tempat seperti ini pasti aneh-aneh. Bagaimana tidak, tempat ini penuh dengan laki-laki yang biasa di bilang brandal, dan para perempuan yang berpakaian jauh dari kata tertutup.