
Akhirnya Kimberly berhasil meyakinkan Keyra untuk ikut ke pesta tante Feni.
Kimberly sengaja membelikan dress untuk Keyra dengan harga yang lumayan. Dan berencana akan mendandani Keyra di salon.
Malam hari sebelum acara ulang tahun Feni, Kimberly bertemu dengan ayahnya dan meminta secara langsung untuk mempercepat pertunangannya dengan Yogi. Ayah dari Kimberly setuju dan mendiskusikan hal itu dengan papanya Yogi dengan iming-iming sebuah kontrak kerja yang menggiurkan dan menguntungkan bagi keluarga Yogi dan Kimberly. tanpa berpikir panjang papa Yogi menyetujui usulan dari ayahnya Kimberly karena memang dari awal sebenarnya Kimberly dan Yogi memang sudah dijodohkan sejak mereka masih kecil. dan selama ini Yogi belum pernah mengutarakan kesediaan atau penolakan atas perjodohan ini, itulah mengapa Feni membantu suaminya untuk berbicara di depan umum mengenai pertunangan Yasa dan juga Yogi yang akan dilakukan secara bersamaan.
Waktu yang di tunggu sudah tiba, Kimberly menahan dirinya untuk tidak marah saat melihat Keyra dan Yogi begitu intim. Mereka bahkan berjalan beriringan sepanjang pesta.
Hingga akhirnya Feni mau mengumumkan apa yang telah disepakati oleh keluarganya dan juga keluarga Kimberly. Kimberly sangat puas mendengar apa yang dikatakan Feni di depan banyak orang dan yang paling membuatnya sangat bahagia adalah ekspresi dari gairah yang menahan air matanya dengan muka yang pucat pasi.
...****************...
Tiga tahun kemudian.....
Keyra sangat antusias menghadiri panggilan interview dari sebuah perusahaan. Keyra telah menaruh puluhan lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan, dan baru satu perusahaan yang bersedia memanggil nya untuk interview.
__ADS_1
Keyra masih setia dengan motor kesayangannya sejak kuliah, dengan sedikit mengencangkan laju motornya Keyra menuju perusahaan yang tempatnya sedikit jauh dari tempat tinggal Keyra.
"permisi mbak mau interview di sebelah mana ya?" Keyra menanyakan kepada seorang resepsionis yang berada di lobby utama.
"kakak bisa langsung ke ruangan sana, di sana sudah banyak yang mengantri"
"baik mbak terimakasih"
Keyra dengan sedikit berlari sambil merapikan penampilannya menuju ruangan yang di tunjuk oleh gadis berwajah cantik tadi. Keyra sampai dan duduk bersebelahan dengan beberapa orang yang juga mengantri untuk interview.
"berikutnya"
"nanti akan kami kabari via telepon atau pesan. Terimakasih atas kehadirannya"
"baik kak"
__ADS_1
Keyra keluar dari perusahaan dan segera menuju pulang.
"gimana sayang interview nya?" Keyra baru saja duduk saat sang mama datang dari dalam rumah menuju ke depan untuk menyiram tanaman.
"seperti biasa mah nunggu panggilan lagi, kayaknya bakalan nggak lolos deh mah"
"jangan pesimis gitu, harus semangat dong"
"maaf ya mah Keyra belum bisa membantu di acara seribu hariannya papa "
"gapapa sayang, mama sama nenek masih ada sedikit uang untuk acara itu, lagian kita tidak mengundang banyak orang, hanya tetangga dekat saja"
"sama aja mah, mama sama nenek tetap butuh pemasukan, jika hanya mengandalkan pensiunan papa dan hasil jualan bunga nggak akan cukup, apa lagi Ken juga kuliah"
"gapapa sayang kita bisa cari lagi setelah seribu hariannya papa, kamu fokus saja sama nyari kerja, mama sama nenek bisa mengatur semuanya sementara ini"
__ADS_1
"maaf ya mah" Keyra memeluk mamanya dari belakang.
"dengar ya sayang, kamu tidak perlu merasa bersalah atas keadaan kita sekarang, semuanya sudah menjadi aturan tuhan"