
"pulang"
"kenapa nih bro?" seorang teman Ken berdiri sempoyongan menghampiri Ken dan Yogi
"gapapa kok, gua balik ya gaes"
"kenapa buru-buru Ken? kita belum selesai have fun, lu siapa sih ha datang-datang ngajakin temen gua pulang?" teman Ken mendorong salah satu pundak Yogi.
"gua Abang nya" kata Yogi
"bener Ken dia Abang lu?"
"i iya bener, ya udah gua balik ya " Ken melipir naik motornya diikuti Yogi dari belakang, Yogi harus memastikan bahwa Ken benar-benar pulang ke rumah.
tok...tok...tok...
"kakak...."
"iya Ken sebentar" Keyra menyahut dari dalam.
Keyra kaget karena Ken datang bersama Yogi.
"kak Yogi? kok bisa bareng Ken?"
"iya tadi ketemu Ken di gang sana"
__ADS_1
"kok bisa? ya udah masuk dulu yuk"
ini pertama kalinya Yogi masuk ke rumah Keyra. Rumah Keyra yang minimalis dan rapi berkesan hangat dan nyaman bagi Yogi.
"Ken nggak aneh-aneh kan?" Keyra sudah curiga, mereka bertiga duduk bersama di sofa
"dia nongkrong sama temen-temennya, udah malem jadi gua suruh dia pulang" jelas Yogi
"beneran? Ken?" Ken hanya menunduk dan takut berbicara yang sebenarnya kepada Keyra. Bisa-bisa Keyra akan mengamuk dan melaporkan dirinya ke mama dan papa mereka.
"i i iya kak, tadi kak Yogi nganterin aku pulang"
"ya udah kali ini gua percaya karena kak Yogi sendiri yang jelasin ini, astaga sampai lupa kak Yogi mau minum apa?"
"apa aja"
Keyra melesat ke dapur, hatinya senang karena Yogi berada di rumahnya saat ini.
"kak Yogi makasih ya udah nolongin aku" Ken
"gua bukan nolongin lu, gua cuma nggak mau bikin Keyra marah atau sedih, ini yang pertama dan yang terakhir lu lakuin itu, gua akan nyuruh orang ngawasin lu, kalau sampai lu ulangi lagi gua nggak akan tutup-tutupi ini lagi dari Keyra"
Yogi mengancam Ken, tapi karena suara Yogi yang tidak terdengar menekan atau menakuti membuat Ken lebih menerima ancaman itu sebagai sebuah nasehat. Yogi tidak pernah meninggikan suaranya kepada siapapun, meskipun itu saat dirinya sedang marah atau kesal.
Keyra ingat bahwa Yogi suka Americano coffe dan dia membuatkan minuman itu untuk Yogi, karena diam-diam Keyra juga belajar menyukai minuman itu tapi namanya juga selera tidak akan bisa di paksakan. Itulah alasan Keyra menyimpan bubuk kopi di rumahnya, sebenarnya ayah Keyra juga bukan penikmat kopi, hanya saja Keyra yang ingin menyukai sesuatu yang Yogi suka.
__ADS_1
"maaf ya kak minumannya cuma minuman sachet" Keyra datang membawa kopi ke hadapan Yogi
"gapapa" Yogi menyeruput kopi di depannya
enak, tapi ini kurang kental (Yogi)
Mereka berbincang sampai larut malam
"aku ke kamar dulu ya kak" Ken pamit kepada Keyra dan Yogi.
"ya udah sana, masukin dulu motor lu Ken" Keyra
Ken keluar kemudian memasukkan motornya ke garasi, setelah itu Ken pergi ke kamarnya.
"gua balik ya udah malem banget" Yogi melihat jam dinding di ruang tamu Keyra
"ya udah kakak hati-hati"
Yogi berdiri dan menaiki motornya, Keyra berdiri di depan gerbang mengantar Yogi untuk pulang.
"besok ke sini lagi boleh loh"
"nggak ada"
"kenapa? besok kan malam Minggu"
__ADS_1
"terus?"