
Jam istirahat kantor tiba, otomatis kegiatan interview juga di berhentikan sejenak. Keyra duduk di kantin meneguk air mineral kemasan botol sedang, sekali teguk Keyra sudah menghabiskan isinya, itulah satu-satunya cara agar punggung Keyra tidak sakit lagi. Selama ini Keyra selalu melakukan hal itu untuk mengatasi sakit punggungnya.
Satu jam sudah berlalu untuk istirahat, Keyra dan beberapa orang kembali masuk ke ruangan tunggu. Ada yang tidak sabar dan memilih pulang, sedangkan Keyra masih setia menunggu giliran untuk interview. Keyra sedikit heran karena tiba-tiba saja para pelamar keluar ruangan setelah mendapatkan pesan dari ponsel mereka masing-masing.
Seorang wanita cantik berpenampilan menarik dan seksi menghampiri Keyra secara langsung.
"anda bisa ikut saya masuk ke ruangan sekarang?"
"bisa Bu" Keyra mengekor wanita itu masuk ke sebuah ruangan besar, di sana ada seorang yang duduk di kursi kantor besar dan tinggi. Orang itu membelakangi meja kerjanya juga membelakangi Keyra.
"saya permisi keluar pak" ucap wanita tadi
"hm" jawab seseorang di kursi yang ternyata adalah seorang laki-laki, sambil berkata demikian laki-laki itu juga mengibaskan tangannya ke udara.
__ADS_1
"duduk" Keyra merasa tak asing dengan suara ini, Keyra meletakkan berkasnya di meja dan memangku tasnya. Laki-laki itu memutar kursinya dan...
Keyra terbelalak melihat siapa orang yang ada di hadapannya, tanpa sadar mata Keyra berair sesaat kemudian mereka saling beradu pandang, hingga Keyra sadar dan segera bangkit akan berlari.
Yogi sigap menahan tangan Keyra agar tidak sampai pergi dari ruangan itu. Yogi menghimpit Keyra di pintu agar Keyra tidak bisa banyak bergerak.
"lepas " Keyra membuang mukanya agar tidak bertatap mata dengan Yogi
"tidak akan pernah aku lepaskan kamu lagi" suara Yogi terdengar berat dan sesak. Keyra berusaha memberontak tapi tidak ada gunanya. Yogi mencengkram erat Keyra di pelukannya.
"tidak"
"lepas kak Yogi"
__ADS_1
Yogi melepas pelukannya tapi dengan cepat memegang kedua pipi Keyra kemudian Yogi mendaratkan ciuman di bibir Keyra. Keyra terdiam, sama sekali tidak menyangka bahwa Yogi akan melakukan hal itu kepadanya. Keyra terlena dengan sentuhan Yogi. Perasaan yang hampir kering beberapa tahun lalu seperti tersiram air yang tiada henti. Keyra merasa jantungnya berhenti berdetak saat ini.
Keyra menemukan kesadarannya lalu dengan sekuat tenaga dia mendorong Yogi yang sedang lengah. Ciuman itu terlepas bersamaan dengan tubuh Yogi yang menjauh. Keyra diam, dia memandang Yogi dengan lekat, di bibirnya masih sangat terasa bekas ciuman Yogi.
"buka pintunya kak" Keyra gagal pergi dari ruangan Yogi karena tadi Yogi sempat mengunci pintunya dan memasukkan kuncinya ke dalam saku jas yang dia kenakan.
"tidak akan, aku sudah cukup sekali kehilangan kamu sekarang tidak akan lagi aku melakukan kesalahan yang sama"
Yogi menjauh kemudian duduk di kursi kebesarannya, Yogi menelepon seseorang dengan telepon yang ada di atas mejanya.
"aku sudah menemukan sekertaris baru untukku, tutup lowongan nya" ucap Yogi
"mulai hari ini kamu bekerja di sini sebagai sekertaris ku"
__ADS_1
"nggak! aku mengundurkan diri" Keyra kekeh tidak ingin bekerja di kantor besar yang ternyata milik Yogi
"jika kamu mengundurkan diri berarti kamu harus membayar biaya pinalti kepada perusahaan sebesar tiga miliar rupiah, terserah, keputusan sepenuhnya ada di tanganmu aku tidak memaksa"