
Keyra masuk dengan secangkir Americano coffe di tangannya.
"Americano coffe untuk pak Yogi" Keyra menyerahkan kopi kepada Yogi
Yogi duduk persis seperti saat Keyra duduk di kamarnya tadi, di depan jendela yang menyuguhkan pemandangan indah. Keyra masih tetap berdiri di samping Yogi yang menikmati kopinya
"kopinya berbeda, kamu benar-benar membuat atau memesan ini?"
"apa yang berbeda? sama saja" Keyra memutar pandangannya menghindari tatapan Yogi.
"jangan berusaha menipu ku Key" Yogi meletakkan cangkir di atas meja, Yogi sudah berdiri tepat di hadapan Keyra
Keyra mundur perlahan menghindar dari Yogi yang tatapannya sudah mulai mencurigakan
"saya harus segera mandi pak, setelah itu kita harus sarapan" Keyra memutar tubuhnya secepat kilat, namun tidak secepat tangan Yogi yang sudah mencengkram pergelangan tangan Keyra
"katakan yang sebenarnya, buatan siapa kopi itu?" Keyra mundur perlahan dengan masih berusaha untuk melepaskan tangannya dari Yogi
"apa itu beda?"
"kamu bermain-main denganku? bertahun-tahun aku menikmati berbagai kopi yang ada di kota ini, tapi sama sekali tidak ada yang seperti buatan mu"
__ADS_1
"pak bisa saya kembali ke kamar saya?"
"bisa aku meminta sesuatu darimu juga?"
"apa?"
"bisakah kita seperti dulu? kamu mengejar ku, ah tidak, sekarang biarkan aku yang mengejarmu, hanya saja jangan menghindar dariku"
"apa yang pak Yogi bicarakan?"
"bukan pak Yogi tapi Kak Yogi, tiga tahun lalu aku tidak bisa menghentikan mu meninggalkan ku tapi sekarang jangan pernah berpikir tentang hal itu"
tok...tok...tok...
tok...tok...tok...
ya tuhan siapapun di balik pintu itu aku sangat berterimakasih kepadamu (Keyra)
"sial, siapa yang berani mengganggu ku di pagi buta seperti ini" Yogi melepaskan Keyra kemudian pergi ke arah pintu untuk melihat siapa yang ada di sana.
"tuan... kita harus segera turun dan sarapan, jam sebelas kita harus segera berangkat ke pabrik "
__ADS_1
"benar kata pak Willy, kalau begitu saya permisi untuk mandi dan bersiap untuk sarapan dulu" Keyra memaksa keluar dari kamar Yogi bersamaan dengan pintu terbuka
"hey Keyra aaaah kamu mengganggu ku pak Willy" Yogi
"pff maaf tuan, saya benar-benar tidak tahu jika nona Keyra sedang bersama tuan, lain kali saya akan lebih berhati-hati "
"lain kali apa? hari ini juga kita sudah harus kembali ke negara kita"
"sekali lagi maafkan saya tuan "
Meskipun kesal tapi Yogi segera menuruti perintah pak Willy, dengan pakaian santai Yogi turun ke tempat sarapan, Keyra sudah berada di sana memilih makanan yang dia inginkan.
"saya masih belum selesai dengan kopi pagi ini" bisik Yogi kepada Keyra
"jadi orang jangan pendendam nggak baik"
Yogi senang karena Keyra sudah tidak se formal biasanya, pelan-pelan Yogi akan meluluhkan hati Keyra.
Mereka bertiga sarapan bersama di meja yang sama, setelah selesai mereka segera bersiap untuk pekerjaan yang sudah menunggu.
Tiga tahun semenjak Keyra menghilang dari hidup Yogi, laki-laki ini bekerja dengan giat dan juga sambil mencari keberadaan Keyra. Yogi sempat mengira bahwa Keyra ke luar negeri, tapi semua terjawab setelah ketidaksengajaan yang mempertemukan mereka berdua. Yogi sudah beberapa kali ke wilayah tempat Keyra tinggal, tapi tidak pernah sekalipun Yogi bertemu dengan Keyra. Makam sang mama yang berada di area tempat tinggal Keyra yang menjadi jalan di pertemukan nya Keyra dan Yogi.
__ADS_1