
"Wah apa ini? Pernyataan cinta?" Seseorang dari belakang mereka menyahut secara tiba-tiba, mereka berdua menoleh dan melihat Sarah melipat kedua tangannya di depan dada.
"Dasar junior nggak tahu malu" Sarah terus saja memaki Keyra.
"Kakak kenapa?" Keyra dengan tenang bertanya kepada Sarah.
"Lu nggak ngaca siapa yang lu godain hah?"
"Emangnya kenapa kak? Ada yang salah?"
"Lu berani ya sama gua" Sarah mulai mendekat dan mendorong bahu Keyra.
"Apa salah saya? Kak Yogi juga nggak punya pacar kan?"
"Tapi gua nggak suka dasar ganjen"
Lagi-lagi Sarah memaki Keyra.
"Kenapa kakak sewot sih? Yang saya deketin kan bukan pacar kakak, pacar kakak kan kan Felix"
"Eh lu bener-bener berani ya ngebantah gua" Sarah menarik rambut Keyra
"Lepasin kak sakit"
Yogi berdiri dan menarik tangan Sarah agar melepaskan rambut Keyra.
"Lu ngapain?" Yogi ke Sarah
"Dia gangguin kamu Gi"
"Yang dia gangguin kan gua kenapa lu yang repot sih?"
"Tapi kan..."
__ADS_1
"Ayo" Yogi menarik tangan Keyra dan pelan-pelan mengajak Keyra menyingkir dari tempat itu.
Keyra benar-benar merasa telah menang dari Sarah. Tapi Sarah menjadi semakin kesal saja karena melihat Yogi yang membela Keyra.
"Lu nggak takut sama Sarah?" Tanya Yogi saat mereka berdua telah lebih jauh dari tempat Sarah mencak-mencak kesal.
"Enggak"
"aneh lu, biasanya banyak loh yang takut sama Sarah"
"Kak Yogi takut?"
"Enggak"
"Berarti kak Yogi juga aneh ha ha"
Yogi merasa terhibur berbicara dengan Keyra.
*******
Acara akan segera di lanjutkan, kini semua orang harus turun dengan tertip secara berbarengan.
Keyra yang kakinya masih memar memilih barisan di belakang karena takut menghambat teman-teman yang lain saat turun. Rena tentunya setia menemani Keyra dan membantu berjalan.
Yogi yang memang dari awal memilih untuk menjadi sweeper di dalam rombongan saat naik, kini juga masih memilih menjadi sweeper, dan itu tentunya membahagiakan bagi Keyra, karena dia bisa melihat Yogi di dekatnya.
Sarah dan Felix tiba-tiba juga ikut menjadi urutan di belakang, bukan tanpa alasan, karena Yogi berada di sana dan itu berdekatan dengan Keyra.
Tidak jarang Yogi membantu Keyra berjalan menggantikan Rena.
*******
Semua sudah bersiap di bawah menunggu bis yang akan menjemput mereka untuk pulang.
__ADS_1
"Kita akan duduk di tempat awal saat kita datang kemarin gaes" Bima berbicara dengan menggunakan pengeras suara
"Kenapa harus sama kayak pas berangkat?" Sarah
"Biar kita nggak susah-susah cari pasangan duduk lagi"
Yey gua duduk sama kak Yogi lagi ha ha ha (Keyra)
Sudah hampir satu jam menunggu, tapi bis yang di nanti sama sekali belum menampakkan dirinya.
"Bim kenapa lama banget sih?" Sarah mulai tidak sabar menunggu
"Sabar bentar lagi juga nyampe" Bima yang memang selaku ketua panitia sering sekali mendapat pertanyaan-pertanyaan perihal apa saja yang meliputi kegiatan ini
"Masih sakit Key?"
"Udah nggak begitu nyeri sih tapi kenapa bengkaknya nggak kempes ya?"
"Bentar lagi juga kempes, nih salep yang kemarin kamu oles lagi di memarnya " Yogi yang mendengar percakapan antara Keyra dan Rena menyahut dan menyerahkan salep kepada Rena
"Makasih kak"
"Woy itu bis nya udah nyampek" Bima antusias karena memang mereka sudah terlalu lama menunggu. Semua orang bangkit dari duduk mereka masing-masing, mereka mulai masuk ke dalam bis satu persatu. Yogi menarik tak Keyra agar berhenti terlebih dahulu.
"Belakangan aja, entar kaki lu kesenggol yang lain" kata Yogi
"Iya kak"
Keyra merasa berbunga-bunga mendapatkan perhatian dari orang yang dia suka. Keyra dan Yogi diam di samping pintu masuk bis, mereka berdua menunggu semua orang masuk terlebih dahulu. Setelah semuanya sudah masuk, kini giliran Keyra yang masuk terlebih dulu.
"Gua duluan" Yogi
Lah gua di tinggalin nih, astaga (Keyra)
__ADS_1