Be Your Shadow

Be Your Shadow
BYS Ep 72


__ADS_3

Keyra melipat tangannya di dada, memandang lurus ke luar jendela.


rasanya seperti mimpi aku bisa kembali bertemu denganmu setelah beberapa tahun berlalu. aku juga tidak tahu apakah perasaan ku padamu masih sama? tentu saja jika itu masih sama aku harus kembali lagi menelan pil pahit kan? kita memang tidak di takdir kan bersama sejak awal, latar belakang keluarga kita yang menjadi sorotan utama jomplang nya hubungan ini. Lagi pula tidak mungkin juga kamu masih mengingat bucin nya aku dulu kepadamu semasa kuliah (Keyra)


tok...tok...


suara ketukan pintu sedikit pelan dari luar ruangan private ini, Keyra melangkah membukakan pintu untuk seseorang yang datang.


"nona Keyra mulai hari ini anda akan berkerja di dalam ruangan pak Yogi seperti perintah pak Yogi" ucap pak Willy


"apa harus seperti ini pak?"


"sudah kebijakan dari kantor, saya permisi nona, saya serahkan tuan kepada nona dan pekerjaan nona semuanya sudah di handle oleh orang lain, tugas nona hanya menjaga tuan "


Keyra tidak langsung menjawab tapi menarik nafasnya dengan berat.


kak Yogi selalu berulah (Keyra)


"apa nona keberatan?"

__ADS_1


."eh tidak pak Willy, saya akan melaksanakan tugas saya dengan baik"


"baiklah kalau ada apa-apa nona bisa menghubungi saya"


"baik pak"


"saya permisi"


Pak Willy pergi sambil menutup kembali pintu ruangan itu. Keyra diam sesaat di depan pintu, lalu Keyra melihat sekeliling ruangan private yang tengah dia dan Yogi tempati saat ini.


kok ada ruangan Segede gini di ruangan kerja kak Yogi? sebenarnya untuk apa ruangan ini? apa orang-orang kaya memang selalu butuh kasur di setiap tempat?(Keyra)


Keyra berjalan kesana-kemari menyusuri apa saja yang ada di ruangan itu, serasa berada di kamar hotel. Kamar mandi lengkap dengan bathtub, ruangan khusus pakaian dan ada mini kitchen juga dan mini bar di sana.


Keyra kembali mendekat ke tempat Yogi beristirahat, Keyra mengambil satu figura dengan foto Yogi dan Felix yang tertata di rak di belakang tempat tidur Yogi.


"cuma berdua? "


"ehem"

__ADS_1


Keyra kembali menaruh foto dalam figura kembali ke rak. Keyra mendekat ke arah Yogi.


"ada yang bapak inginkan?"


"saya lapar"


"bapak lapar? mau saya belikan apa?"


"di sana ada dapur bisa kah kamu memasak sesuatu untuk saya? saya tidak suka menghamburkan uang saya untuk makanan yang belum tentu higienis, lagi pula saya sedang diare tidak mungkin saya makan makanan yang tidak saya tahu asal usulnya "


"baik pak, bapak mau saya masakin apa?"


"kenapa kamu selalu bertanya? mana inisiatif kamu sebagai sekertaris?"


"baik pak" segera Keyra meninggalkan Yogi dan pergi ke dapur minimalis itu, Keyra membuka kulkas dan menemukan bubur instan siap seduh di sana.


Keyra segera membuat bubur instan dan memberikan topping seadanya.


"ini bubur dari mana? kamu beli?"

__ADS_1


"bapak kan lihat saya dari tadi di dapur, mana bisa saya membeli tanpa keluar ruangan? atau pun jika memesan secara online harusnya bapak melihat seseorang mengantarkan ini kan?"


"baiklah saya akan makan ini" Keyra sengaja tidak mengatakan bahwa itu adalah bubur instan, karena bukan tidak mungkin Yogi akan sangat rewel dan bawel jika tahu tentang hal itu.


__ADS_2