Berandal Berandalan

Berandal Berandalan
Belajar


__ADS_3

Sudah kembali sehat. Setelah izin sakit selama beberapa hari. Gian akhirnya kembali bersekolah seperti biasa. Namun suasana nya yang berbeda, ia yang tidak pernah menjadi pusat perhatian.


Di pagi ini semua mata justru tertuju melihat padanya. Gian tetap berpikir positif, jika mereka seperti itu karena ia berangkat bersama Zaka yang terkenal nakal. Tapi herannya, mereka semua banyak yang menurunkan pandangan enggan untuk menatap langsung Gian. Seakan-akan mencuri-curi pandang.


Sempat terlalu di landa penasaran. Gian sampai punya pemikiran untuk bertanya pada salah satu dari mereka. Namun Gian urungkan, setelah melepas helm ia langsung pergi meninggalkan Zaka.


Melihat kepergian Gian, sedikit berteriak,"Gi jangan lupa nanti pulang bareng",yang di balas dengan acungan jempol dari Gian menyetujui nya.


Setibanya di kelas. Gian langsung duduk di bangku nya untuk secepatnya mengintrogasi teman sebangkunya, Gita. Yang sudah jelas pasti tau banyak informasi penting yang ia butuhkan.


Belum sempat Gian bertanya-tanya. Gita yang faham setelah membaca raut wajah Gian berkata,"Tidak ada yang perlu di tanyakan. Sepertinya tidak hanya orang mengunci kamu di toilet saja yang saat ini sedang trauma, tapi seluruh sekolah juga sedang trauma. Mereka akan berpikir dua keli sebelum mengganggu mu".


"Hah!Zaka apakah mereka?",Gian yang justru terlihat khawatir pada orang yang menjahilinya dari Zaka.


"Tidak di apa-apa kan, cuma di kasih peringatan",kata Gita bernada santai."Soalnya yang jahil sama kamu kemarin adalah perempuan, jadi Zaka tidak melakukan apapun",sambungnya.


Merenung sejenak,"Emang siapa orangnya?".


Mendekat ke telinga Gian untuk membisikan namanya. Entah apa yang di sebut Gita sampai merubah ekspresi wajah Gian menjadi terkejut tidak percaya.


Next.....


Sepulangnya dari sekolah. Untuk menuruti keinginan Zaka yang terus saja akan menganggu jika tidak di turunin. Demi menghindari itu, selepas pulang sekolah Gian menunggu Zaka di pintu gebang sekolah.


Belum beberapa lama Gian berdiri di sana. Zaka datang menghampiri nya dengan mengendarai motor. Zaka memberikan helm pada Gian yang langsung memakainya sebelum beranjak naik ke atas motor Zaka.

__ADS_1


Menyadari Zaka sudah duduk dengan baik, ia langsung menyalah mesin motor tancap gas meninggalkan pekarangan sekolahan.


Mendekat wajah di dekat telinga Zaka,"Mau pergi kemana Zak?",


Zaka yang mendengar pertanyaan itu,"Lihat saja nanti",menarik tangan Gian agar merangkul pinggang nya."Pegangan saja yang kuat biar tidak jatuh",lanjutnya memegang terus tangan Gian agar tidak melepaskan pelukan nya.


Singkat cerita motor Zaka berhenti di parkiran motor salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota ini. Gian yang tau mol ini adalah tempat kerjanya, langsung berucap,"Mau apa di tempat kerja ku?".


"Enggak ada apa-apa",balas Zaka terfokus melihat Gian setelah selesai melepaskan helm yang ia kenakan."Kamu masih kerja di sini?".


Gian menggeleng ringan menjawab tidak."Kenapa?",tanya Zaka.


"Kakek melarang ku untuk bekerja. Kakek mau aku fokus sekolah",jelas Gian singkat yang di respon Zaka dengan mengandeng tangan mengajak untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan.


Baru saja berada di lantai satu. Gian yang tidak pernah perduli dengan komen orang tentang penampilannya. Saat ini Gian justru sangat mempermasalahkan nya, mereka semua melihat Gian seperti sampah menjijikan. Dan melihat Zaka dengan cara berbeda.


Penampilan Gian yang sekarang pasti akan banyak yang menganggap Gian seperti gadis ucel. Seragam sekolah yang sangat kebesaran bersih dan baru, yang di pakai Gian sangat merubah tampilan nya. Dengan wajahnya cantik pun setelah melihat pakaian yang terbuat tubuh Gian terlihat gemuk seperti ini. Seseorang pasti hanya akan menilainya buruk, tidak pantas bersanding dengan lelaki yang saat ini bersamanya. Dan perlu kalian ketahui, kalau Gian juga mengenakan sepatu sekolah bersih namun sudah mulai rusak.


Sangat berbeda jauh dari Zaka. Walaupun seragam sekolah yang di kenakan Zaka tidak rapi. Tapi semua yang di pakaian Zaka tetap terlihat keren dengan sepatu bagus, juga jaket bomber mahal yang Zaka kenakan.


Zaka yang baru menyadari penyebab diamnya Gian sepanjang perjalanan naik eskalator. Di lantai dua Zaka langsung menarik Gian yang murung masuk ke dalam salah satu toko pakai.


Mendongak melihat Zaka setelah melihat depannya,"Kenapa ke sini Zak?Aku tidak mau beli baju, harganya mahal-mahal pakaian di sini".


Zaka yang sudah terfokus melihat Gian,"Aku tidak suka lihat kamu tidak nyaman, apalagi sampai terlihat murung....Lebih baik kamu pilih baju yang pas tidak perlu lihat harganya. Baru nanti kita lanjut jalan".

__ADS_1


"Tapi...", terpotong dengan Zaka yang keburu mendorong ke salah satu rak gantung pakaian agar Gian lekas memilih.


Setelah beberapa menit memilih pakaian, hingga Zaka bosen menunggu mengikuti Gian yang tidak kunjung mengambil pakaian yang dia suka.


"Jangan lama-lama Gi perut ku sudah lapar",minta Zaka pada Gian. Yang berbalik badan menghadap Zaka."Tapi pakaian kayak gini semua Zaka",Gian menunjuk satu set pakai dalam satu rak pada Zaka.


Zaka terdiam, dan membelalak kaget baru menyadari model pakaian yang semenjak tadi Gian lihat-lihat. Nah emang dari tadi ngapain baru sadar sekarang, sedih aku. Sejak awal masuk raga Zaka memang mengikuti Gian, tapi tidak dengan kesadaran nya yang tertuju melihat layar ponsel dalam genggaman tangan nya.


Mengerut kening,"Inikan??".


Ngedumel kesal melihat model pakaian yang Gian pegang,"Pakaian kurang kain, tapi harg....",belum sempat menyelesaikan perkataan nya. Gian terlebih dahulu di tarik keluar dari tempat ini oleh Zaka.


Di luar Zaka langsung mengajak Gian masuk ke toko pakaian lain. Yang tepat berada di depan toko pakaian dalam dan baju tidur tadi. Zaka salah membawa Gian masuk toko pakaian karena terlalu terburu-buru. Sehingga tidak menyadari jika toko yang keduanya masuki adalah toko pakaian dalam.


Dalam toko pakaian berikutnya,"Ini baru namanya pakaian Gi",Zaka setelah memastikan tidak salah masuk toko lagi. Di susul tertawa kecil mengingat model-model pakaian yang baru saja di lihatnya tadi.


"Tadi bukan pakaian biasa bentuknya hampir tidak ada kainnya",ucap Gian dengan polosnya.


"Ee udah.....,"memutar posisi badan Gian agar membelakangi nya,"Cepat cari bajunya",Zaka yang mengalihkan pembicaraan ke topik lain.


Gian membalas dengan anggukan mengikuti keinginan Zaka untuk membeli pakaian. Hingga akhir Gian membeli kaos polos dengan cardingan rajut.


Zaka langsung membawa pakaian yang Gian suka ke kasir dan langsung membayarnya tanpa melihat harganya. Setelah ia menunggu Gian di pintu keluar, menunggu Gian yang sedang berganti pakaian tadi.


Melihat Gian yang sudah berpenampilan berbeda,"Sudah iya jangan diam lagi, jangan insecure cintai diri kamu sendiri",kata Zaka.

__ADS_1


Yang mendapatkan respon gelengan kepala riangan dari Gian yang hanya terdiam menundukkan perhatian nya.


__ADS_2