
Setelah sekian lama menunggu, berpikir yang tidak-tidak akan terjadi sesuatu setelah pintu kayu ini terbuka. Karena melihat kesan pertamanya saja sudah sedingin dan semenakutkan ini.
Tepat saat memasuki ruang kamar Jon. Zaka dan Gian yang sudah di persilahkan masuk pun duduk di sova yang tersedia di kamar Jon. Kamar tidur yang luasnya jauh lebih luas dari ruang tamu rumah Gian.
Jon duduk di sova tunggal, sementara Zaka dan Gian duduk di sova panjang. Di saat itulah suhu ruangan yang sangat dingin karena AC justru semakin dingin dengan raut wajah kedua keluarga di hadapan Gian ini.
Jon yang sudah terfokus melihat Zaka dengan tatapan mata datar,"Kenapa membatalkan pernikahan mu?Apa karena dia kau membatalkan nya?",pertanyaan Jon tanpa berpaling melihat Gian sedikitpun.
Bernada tenang,"Siapa yang mau menikah dengan perempuan yang sudah hamil entah dengan siapa".
Peryataan Zaka yang langsung merubah ekspresi wajah Jon menjadi lain. Lelaki berusia sekitar kepala empat ini syok, namun enggan untuk menunjukkan nya.
"Aku memilih perempuan pilihan ku sendiri. Perempuan yang sudah banyak merubah diriku sampai seperti sekarang. Aku akan menikah dengan Gian".
Belum juga mendapatkan respon balasan dari ayahnya."Jika ayah menolak makan aku akan tinggalkan rumah ini",kata Zaka.
"Kau!!",
Masih dengan sikap tenang,"Lagian 99% saham ayah yang sudah menjadi atas nama ku, sudah sangat cukup banyak untuk ku. Dan jika ayah masih menghalang-halangi ku..... mudah untuk ku kembali lagi menjadi diri ku yang dulu",di susul menjinjing sebelah alis matanya.
Jon tersenyum miring sinis membuang muka berpaling melihat ke arah Gian. Karena ia tau Zaka sama dan sangatlah sama seperti nya. Keras kepala, berdebat bagiamana pun dengan Zaka hasilnya akan tetap seri."Jadi kamu yang namanya Gian?".
Gian membalas mengangguk canggung,"Iya Om".
Kembali menyungging senyum kali ini dengan makna yang berbeda. Jon tersenyum lebih manis dan hangat. Membuat Zaka yang memperhatikan nya heran,'Gila ayah ku, gara-gara sahamnya akan ku bawa pergi semuanya',pikir Zaka dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa kamu begitu yakin dengan berandalan sampah ini tidak pernah membunuh orang?",pertanyaan Jon yang membuat Zaka langsung berpaling melihat ke arah Gian.
"Saya bahwa tidak pernah mempercayai nya. Tapi kamu sangat percaya dan yakin padanya",tambah Jon.
'Pantas tidak di balas, yang baca pesan ku adalah ayah Zaka',pikir Gian terdiam membisu tidak tau lagi harus memulai berkata apa dan dari mana.
"Yang membaca pesan kamu adalah saya.....Saya sangat kagum dengan keyakinan kuat kamu. Karena setelah seminggu semenjak kamu mengirim pesan itu. Saya mendapatkan kabar, jika putra saya memang tidak ikut terlibat atau memang tidak memiliki sangkut pautnya sedikitpun atas pembunuhan itu",jelas Jon menjelaskan kejadian beberapa tahun yang pernah menimpa putra sulung nya.
Zaka masih tetap melihat ke arah Gian,'Apa itu benar-benar kamu Gi?Kamu percaya pada ku yang pernah ingin membunuh mu',pikir Zaka dalam diamnya.
Kembali serius dan berpaling melihat ayahnya lagi."Aku merestuinya anak durhaka",ucap ketus Jon pada Zaka.
Zaka tertawa renyah tanpa rasa bersalah. Karena bagaimana pun ayahnya memperlakukan dirinya. Ayahnya tetaplah orang pertama yang selalu panik seperti orang gila jika terjadi sesuatu pada dirinya.
Di Minggu berikutnya. Zaka tiba-tiba keluar dengan menggenggam katana di tangan kanannya. Entah karena apa Jon akhirnya terlibat berkelahi besar dengan Zaka. Sampai akhir nya Jon melukai tubuh Zaka sampai bersimbah darah.
Itulah kenapa Zaka memilih luka sayatan pedang di dada kirinya sampai membentang panjang ke bawah dada kanannya. Luka sayatan dalam itu adalah buatan Jon yang tersulut emosi pada Zaka yang emosi nya tidak terkendalikan.
Walaupun saat kejadian Jon sangat panik dan buru-buru membawa Zaka ke rumah sakit. Setelah kejadian itu hubungan keduanya tetap menjadi semakin canggung. Tapi saat tau Zaka sakit tipis Jon adalah orang pertama yang kembali paling panik sampai rela membatalkan kontrak besar nya yang pastikan akan beresiko besar pada kebangkrutan perusahaan nya demi bisa menemani Zaka selama di rawat jalan di rumah.
Zaka menolak di rawat inap di rumah sakit. Ia lebih memilih untuk di rawat jalan di rumah. Walau ia tau sakit tipes nya sangat menyiksa. Satu Minggu setelah di nyatakan baru membaik Zaka justru kabur dan ikut tawuran lagi, diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya.
Alhasil saat pulang ia pun jatuh demam tinggi karena kelelehan. Di malam itu Zaka seperti bermimpi kalau Ayahnya merawat dirinya semalaman mengompres kening dengan handuk dingin untuk menurunkan demam dirinya.
Tapi setelah sembuh sikap Zaka dan Jon tetap lah sama. Saling bertemu tapi tidak saling sapa, bahkan untuk makan malam bersama satu meja pun sudah tidak pernah terjadi lagi.
__ADS_1
Next......
Memijat pelipis nya,"Nanti apa yang harus ku katakan pada ayah Wendy?".
"Bilang saja batal, anak ku tidak mau menikahi putri yang sudah hamil duluan".
Mendengar berkata ceplas-ceplos Zaka. Jon langsung melayangkan tendang pelan di kaki Zaka.
Saat itu, Gian masih ada di sana di buat panik. Namun setelah tidak, karena setelah itu kedua justru tertawa terbahak-bahak berdua.
Melihat itu Gian enggan berkomentar apapun, ia memilih membiarkan keduanya tetap seperti itu. Karena mungkin ini adalah kali pertama mereka berdua seperti ini lagi.
+++++++
Dua hari setelahnya. Jon akhirnya pergi ke rumah keluarga Wendy untuk menjelaskan perihal membatalkan rencana perjodohan di temani oleh Zaka.
Saat itu Jon berpikir ayah Wendy akan marah besar padanya. Dan akan memutuskan hubungan persahabatan mereka berdua. Tapi ternyata tidak, Ayah Wendy justru meminta maaf pada Jon karena ternyata Wendy, putri telah hamil anak dari lelaki lain. Yang ternyata adalah pacar Wendy sendiri. Lah jadi plot twist mengejutkan.
Setelah hari itu. Gian dan Zaka di sibukkan dengan urusan pernikahan mereka berdua. Zaka telah mengatur semuanya sendirian. Sementara Gian hanya tinggal memilih gaun pengantin nya saja. Dan gaun itupun pada akhirnya Zaka juga yang mengatur karena Gian di buat sangat bingung harus memilih gaun pengantin yang mana, saat sampai di toko gaun pengantin yang isinya gaun pengantin yang bagus-bagus semuanya. Dan harganya tidak perlu di tanya lagi.
Walaupun Gian tau sebentar lagi akan menjadi istri seorang miliarder. Gian tetaplah Gian yang sederhana. Walaupun ia sudah mengetahui semuanya. Sehingga sepanjang hari menuju hari pernikahan Gian sama sekali tidak ikut membantu. Semuanya di kerjakan oleh Zaka yang sebenarnya juga sangat sibuk dengan urusan kantor nya.
Gian hanya membantu dengan mengatur pola makan Zaka saja. Sepertinya jam makan pagi, siang, malam Zaka agar tidak terlewat. Zaka pasti akan melewatkan semuanya jika saja Gian tidak terlalu ada untuk mengingatkan.
Itu semua Gian lakukan karena ia tidak mau melihat Zaka yang punya riwayat penyakit tipes menjadi sakit, kambuh, jika saja Zaka tidak makan dan istirahat dengan benar.
__ADS_1