Berandal Berandalan

Berandal Berandalan
Mirip Ayah Mu


__ADS_3

Masih di hari yang sama. Zaka masih bersama Gian yang ia ajak berkeliling-keliling mol. Tidak sekedar berkeliling saja, setelah selesai mengajak Gian makan. Zaka juga mengajak Gian pergi ke konter Handphone.


Bukan mengajak Gian untuk memperbaiki ponsel Gian yang rusak. Zaka justru membelikan Gian ponsel baru.


Gian sangat menolak permintaan Zaka, namun Zaka yang keras kepala pasti sangat sulit untuk di tolak kemauan nya yang sudah mantap untuk membelikannya ponsel.


Bahkan Zaka mengancam akan membelikan ponsel yang sama seperti miliknya, jika Gian tidak mau memilih sendiri. Gian yang masih bersikukuh menolak pada akhirnya harus menerima dan menuruti kemauan Zaka. Dari pada nanti malam Zaka nekat loncat ke dalam kamarnya berteriak seperti orang gila menarik perhatian orang lain, dengan tujuan agar dinikahi paksa dengan Gian.


Tidak mau mengambil resiko, karena setelah tau bagaimana nekatnya Zaka. Kini Gian akhir pergi turun ke lantai satu Mol untuk kembali pulang dengan membawa serta kantung ponsel yang Gian masukkan ke dalam tas ransel nya. Ponsel baru yang telah di belikan Zaka untuk ia gunakan.


"Nanti langsung di pakai ponsel, jika tidak ingat perkataan ku tadi",ancam Zaka."Aku malah senang kamu nolak pemberian ku tadi Gi",Zaka yang di akhir justru berkata demikian. Hingga membuat Gian sangat kesal.


Memalingkan perhatian nya ke arah lain kesal,"Semaunya sendiri",kesal Gian marah.


Merangkul pinggang Gian,"Bodoamat, lagian yang aku lakukan tidak merugikan kamu",kata Zaka sedikit berbisik.


Di lantai satu mol, tepatnya sudah ada di lobi mol. Zaka langsung mengantarkan Gian pulang, dengan alasan Gian tidak mau membuat Kakeknya khawatir. Padahal tadi Kakek sudah mengizinkan, karena tadi pagi benar ataupun tidak Zaka bilang ke Gian kalau sudah izin dan mendapatkan izin dari Kakek Gian.


Gian yang tidak percaya tetap bersikukuh untuk di antar pulang. Di kala hari juga sudah menjelang Sore.


Akan tetapi di depan teras mol seseorang perempuan tiba-tiba merangkul bahu Zaka dari belakang. Gian yang menyadari itu langsung membulat manik mata terkejut, juga memanas marah. Dalam diam karena enggan untuk meledakan nya.


Menyadari sorot mata Gian padanya. Zaka langsung melepaskan tangan yang melingkar di bahunya dengan cepat. Dan di susul dengan ia berbalik badan untuk melihat seseorang itu.


"Galak seperti biasa",omel perempuan cantik bertubuh tinggi, postur tubuh bagus bak model. Dengan rambut panjang di cat hitam merah. Perempuan ini mengenakan singlet putih dengan cardingan rajut warna kontak-kontak hitam putih. Karena pakai singlet tato bunga di dada kiri perempuan ini jadi terlihat jelas.


Zaka hanya terdiam enggan untuk merespon. Hingga Alan yang sepertinya datang bersama perempuan ini menghampiri mereka.


"Tega lu ninggalin cowok lu sendiri di parkiran",marah Alan pada Kelara nama perempuan cantik ini."Lu tidak takut gue di ambil cewek lain?".


Bernada tenang,"Yang ngambil itu bukan mereka, tapi lu nya saja kegatelan",timpal balik Kelara tidak mau di salahkan.

__ADS_1


Di satu sisi di tengah-tengah berdebat kedua pasangan di depannya ini, ada Gian yang bisa bernafas lega. Setelah bisa berfikir positif jika perempuan ini tidak memiliki hubungan dengan Zaka.


"Kalian sudah pacaran?",tanya Zaka membuka suara.


"Enggak",balas Kelara cepat.


Alan yang sudah terfokus melihat Kelara,"Sudah anjing, lu kemarin cium gue kalau bukan cinta apaan coba".


"Gue sudah mencium lu bukan berarti gue milik lu.....lagian gue masih ada ambisi buat dapetin Zaka",balas Kelara dengan enteng nya tanpa memperdulikan perempuan yang saat ini ada di samping Zaka.


Di saat itu Kelara langsung di bekap mulutnya oleh Alan,"Sorry Zak, Gi. Mulut pacar gue emang agak berlainan...",menarik Kelara masuk ke dalam Mol."....gue duluan",pamit Alan.


Takut Gian akan salah faham dan marah dengannya. Zaka langsung berpaling melihat Gian,"Ayo pulang, sudah sore tidak enak sama Kakek",ajak Gian berjalan lebih dulu mendahului Zaka yang masih terdiam. Sebelum akhirnya bergegas menyusul Gian.


Zaka hendak mengandeng Gian, namun Gian yang tau justru mengalihkan tangannya. Untuk menghindar dari Zaka yang akan mengandeng tangan nya.


"Owiss ada Zaka",ucap salah seorang lelaki berpakaian berandalan terfokus melihat ke datang Zaka yang akan mengambil motor yang terparkir tepat di samping kerumunan lima lelaki berandalan ini. Bersama dengan keempat rekannya yang juga ikut melihat kedatangan Zaka.


Saat itulah ekspresi wajah Zaka langsung berubah menjadi datar, dingin. Gian kembali melihat tatapan mata yang sama yang pernah ia lihat pertama kali.


Mereka emang tidak menggangu Gian secara fisik, tapi lelaki berambut sedikit panjang yang di ikat yang saat ini berdiri di depan Zaka berkata,"Cantik juga cewek lu".


"Apa karena cewek ini lu jadi tidak pernah ikut tawuran lagi?",di barengi terfokus melihat ke arah Gian."CK, ternyata lu takut sama perempuan".


Gian berpaling melihat Zaka yang masih terdiam enggan berkomentar.


"Gila iya, raja pedang monster penguasa jalanan ternyata takut dengan perempuan",ledek lelaki yang sama pada Zaka.


"Gue berhenti karena gue sadar yang telah gue lakukan selama ini salah. Dan gue berharap lu juga segera melakukan hal yang sama",tutur kata Zaka.


"CK....jangan lu pikir karena kita pernah temenan dekat lu bisa seenaknya saja ngatur hidup gue",kata lelaki yang sama."Yok cabut",ajak lelaki yang sama pada rekan-rekan nya."Dan iya, gue tau maksud dari ucapan lu",kata lelaki yang sama yang saat ini membelakangi Zaka.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka di saat itulah Zaka baru melepaskan genggaman tangannya. Zaka segera meraih ponsel nya sebelum akhirnya kembali terfokus pada Gian.


"Sorry Gi",Zaka melihat Gian dengan pandangan penuh penyesalan rasa bersalah. Di karenakan ada rasa takut akan keselamatan Gian yang akan terancam jika terus bersamanya. Tapi di satu sisi di lubuk hati yang terdalam Zaka juga tidak mau melepaskan Gian.


Gian yang sudah terfokus melihat Zaka,"Kenapa?Kamu tidak punya salah apapun pada ku".


Tersenyum tipis,"Iyaaa aku pikir kamu marah sama aku gara-gara perkataan Kelara tadi",kata Zaka kembali ke topik awal. Enggan untuk membahas yang baru terjadi barusan.


"Zak",seru Gian."Ayo antar aku pulang",minta Gian mengalihkan pembicaraan.


"Aku hampir lupa karena tidak mau pisah dari kamu....", memberikan helm pada Gian."Gimana kalau kita nikah saja Gi. Kamu emang tidak kasihan sama aku yang tiap hari hampir mati tersiksa jauh dari mu".


Mendengar gombalan Zaka. Tidak senang ataupun tersipu malu. Gian justru hanya merespon dengan berdeham saja.


"Hemm iya nikah atau hemm tidak mau?",tanya Zaka yang masih menggoda.


Kesal dengan godaan Zaka,"Kamu mau antar aku atau tidak?Kalau tidak aku akan pulang naik ojek",tegas Gian.


"Iya, iya Gi. Maaf...sudah ayo pulang",ajak Zaka yang baru akhirnya naik ke atas motor.


Di sepanjang perjalanan Zaka banyak diam, entah itu diam karena fokus menyetir atau memang diam karena hal lain.


Next......


Sesudah mengantar Gian pulang dengan selamat sampai di rumah. Dan berbincang-bincang sebentar dengan Kakek Gian. Zaka akhirnya berpamitan untuk pulang saat hari sudah menunjukkan jam 8 malam.


Di meja makan tempat Gian dan Kakeknya saat ini duduk untuk makan malam bersama."Kamu suka sama anak laki-laki tadi?",tanya Kakek Gian yang membuat cucunya hampir tersedak makanan.


"Kakek tidak akan memaksa kamu ataupun tidak akan banyak mengatur dengan siapa nantinya lelaki yang akan menjadi suami kamu".


"Tapi ingat selalu tuturkan kakek yang ini. Jangan pernah mencoba-coba berhubungan lebih dengan seseorang yang belum menjadi suami sah kamu. Satu kesalahan saja akan merusak banyak masa depan mu".

__ADS_1


"Kakek berharap kamu mengerti dan bisa menjaga diri kamu baik-baik, karena kakek tidak sepenuhnya bisa menjaga kamu,"menyungging senyum hangat sebelum melanjutkan berkata,"Kakek sangat tidak mau cucu Kakek menyesal seumur hidup",tutur kata Kakek Gian yang di dengarkan dengan sesama oleh Gian.


Kembali membuka obrolan,"Lelaki tadi mirip ayah mu sewaktu masih muda",kata Kakek Gian beranjak dari tempat duduknya."Kakek mau istirahat duluan, kamu lanjut saja makan dan cepat istirahat besok bantu Kakek jaga toko kalau kamu tidak keberatan",pesan Kakek Gian yang mendapatkan balasan anggukan kepala,"Iya Kek".


__ADS_2