Berandal Berandalan

Berandal Berandalan
Bimbang


__ADS_3

Baru juga selesai mandi. Zaka yang melihat Gian hanya terdiam di tempat nya. Berjalan mendekat bermaksud mengajaknya mengobrol, namun di saat itu Gian langsung beranjak mencari kesibukan lain mencuci piring.


Begitu seterusnya terjadi. Seakan-akan Gian memang sedang sengaja menghindar dari Zaka. Hingga saat Gian sudah memasuki kamar sebelah sehabis mandi. Zaka yang sudah geram karena Gian akan menghindar darinya lagi langsung menggenggam pergelangan tangan Gian.


"Ada apa Gi?",tanya Zaka pada Gian.


Bernada membentak marah,"Tanya saja pada diri kamu sendiri. Salah apa kamu?".


Masih menggenggam pergelangan tangan Gian,"Gian, aku tidak akan mengerti jika kamu seperti ini. Aku minta maaf jika punya salah".


Melepaskan kasar tangan Zaka yang menggenggam pergelangan tangan nya,"Kamu bohong Zaka, kamu terus saja berbohong".


"Bohong kenapa?Aku bohong apa?".


"Siapa Wendy?",tanya Gian."Dia tunangan mu kan. Kamu dan dia akan menikah besok".


"Iya, dia emang tunangan ku", perjelas Zaka yang membuat Gian semakin tersentak kaget, air matanya sudah tidak terbendung lagi. Ia menangis sesenggukan. Menepis tangan Zaka yang hendak menyentuh nya.


"Tapi aku tidak suka dengan dia Gian. Aku dan dia di jodohkan. Besok aku pergi ke Jepang juga untuk menghindari pernikahan ini. Aku terus melakukan selama beberapa bulan ini karena aku tidak mau menikah dengan perempuan yang tidak aku cinta".


"Aku hanya mencintaimu Gia, aku tidak mau menikah dengan orang lain".


"Tapi dia mencintai mu, aku lihat dia begitu sangat mencari mu".


"Aku tidak",tegas Zaka sedikit membentak membuat Gian tersentak kaget."Pernikahan bukanlah mainan, ikatan itu berlaku seumur hidup Gia, aku tidak mau menyesal seumur hidup karena menikah dengan perempuan yang tidak aku cintai",katanya bernada rendah.


Zaka berlalu mundur mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur,"Jika kamu tidak mau berjuang dengan ku, maka aku akan berjuang sendiri. Aku tidak mau menyesal seumur hidup ku",kata Zaka bersungguh-sungguh serius menatap Gian.


Ucapan Zaka memang banyak yang benar. Pernikahan bukanlah mainan. Pernikahan juga berlaku seumur hidup. Maka dari itu kita harus benar-benar memilih dengan baik pasangan hidup kita. Jika tidak penyesalannya akan terjadi seumur hidup.


Melihat kesungguhan hati Zaka pada akhirnya membuat Gian luluh. Gian melangkah mendekat ia mengelus lembut surai rambut Zaka yang kini sudah tidak sepanjang dulu.

__ADS_1


Zaka mendongak melihat Gian yang menyungging senyum tipis untuk nya. Seneng Gian mempercayai nya. Zaka langsung menarik Gian agar lebih dekat dengan nya. Ia merangkul pinggang Gian dan menenggelamkan wajah nya di perut rata Gian.


"Terima kasih Gi. Aku tidak akan menghancurkan kepercayaan mu",kata Zaka pada Gian.


+++++++++


Singkat cerita. Menjelang siang hari nya. Gian berjalan-jalan seorang diri di pinggir trotoar Kota. Karena hari libur Gian sangat ingin sekali menghabiskan waktu nya untuk berkeliling Kota mencari kuliner yang dapat membantu isi perut meledak.


Ia biasanya melakukannya bersama Gita. Tapi karena usia kandungan Gita yang sudah semakin besar. Membuat Gita tidak bisa di ajak berjalan-jalan cukup lama dan jauh. Sehingga Gian hanya mendapatkan titipan bakso dari ibu hamil itu saja.


"Gian",panggil seseorang lelaki yang baru saja turun dari atas motor nya.


Gian berhenti dan menengok melihat ke arah sumber suara. Seorang lelaki itu berjalan mendekati Gian."Benar Gian?",pastikan lelaki ini tidak salah orang.


Gian merespon dengan mengangguk ringan.


"Aku Ranggil kakak kelas mu dulu",kata Ranggil lelaki yang memanggil Gian.


"Sudah ketemu Zaka. Dia cariin kamu, tapi aku tidak bisa beritahu apapun ke dia. Nomer telpon kamu juga sudah tidak aktif",jelas Ranggil."Lagi sibuk?".


"Enggak".


"Kalau gitu mau dong mampir ke restoran ku",tawar Ranggil pada Gian yang menyetujui nya.


Gian ikut bersama Ranggil dan duduk di meja dekat jendela restoran ini. Sesaat kemudian Ranggil kembali dengan membawa dua gelas pesanan Gian dan dirinya.


"Kalau makanannya bentar masih di buatkan",ucap Ranggil di susul tersenyum ramah.


"Kamu beruntung banget Gi",kata Ranggil memecah keheningan."Bisa di cintai laki-laki sehebat Zaka".


"Perjuangan Zaka saat masih di luar negeri juga tidak mudah Gi. Zaka bilang pernah sampai hampir gila karena kasus kematian Tio. Zaka sangat menyalahkan dirinya sehingga membuat keadaan mental terganggu. Di tambah lagi ia juga sangat tertekan karena tidak ada yang mempercayai nya, termaksud ayah nya sendiri".

__ADS_1


"Tapi akhirnya Zaka bangkit, ia bekerja sangat keras agar lekas kembali ke sini. Semua Zaka lakukan demi untuk menemui mu. Tapi saat kembali kamu malah tidak ada, saat tau kamu tidak lagi menepati rumah mu. Zaka kesana kemarin mencari kamu, dari mulai datang ke sekolahan, mengunjungi satu persatu teman sekelas mu. Tapi tetap saja mereka semua tidak ada yang tau kamu ada di mana. Kami mau bertanya pada teman dekat mu Gita, tapi Gita juga sudah tidak tinggal di tempat yang sama".


"Zaka sudah punya tunangan kak",kata Gian bernada rendah muram.


Ranggil melonjak kaget membulatkan manik matanya menatap Gian."Hah!Wah anak anjing tuh bocah. Bisa-bisanya, wah lihat saja nanti sampai ketemu akan ku pegal kepalanya. Sudah di bantu-bantu ternyata sudah punya tunangan".


Tertawa kecil melihat respon Ranggil,"Tidak perlu seperti itu Kak. Zaka sudah menjelaskan pada ku, ia bilang pertunangan itu karena perjodohan bukan atas dasar kemauannya sendiri".


"Setelah mendengarkan cerita Kak Ranggil mungkin aku juga akan memperjuangkan hubungan ini. Sama seperti yang Zaka lakukan untuk ku".


Ranggil hanya terdiam enggan untuk berkomentar lagi, karena ia masih menunjukkan sisi tidak terima.


Next.......


Setelah mendengar cerita Ranggil tadi siang. Kini Gian justru menjadi bimbang sendiri. Karena sebenarnya ia masih belum yakin dengan keputusan nya. Ia takut di tuduh sebagai perusahaan hubungan orang. Tapi di satu sisi, jika di pikir-pikir perempuan itulah yang menjadi perusak.


Gian kenal Zaka jauh lebih dulu dari perempuan itu. Dan kenal nya Gian tidak sebentar, tapi sudah 10 tahun lamanya. Namun sebelum itu Gian juga kehilangan Zaka bertahun-tahun. Siapa yang salah? Apakah keputusan yang benar seharusnya ia menjauhi Zaka? Melepaskan Zaka menikah dengan perempuan itu.


Namun jika Zaka jadi dirinya, Zaka jelas tidak akan melakukannya. Karena raut wajah Zaka terlihat sangat serius saat itu. Kalau Zaka benar-benar akan tetap mempertahankan Gian apapun yang akan terjadi.


Di tengah kebimbangan nya. Seseorang lelaki tiba-tiba mengetuk pintu rumah nya yang di biarkan terbuka.


"Permisi Gia, aku mau minta persyaratan nya",minta Alan yang sudah berdiri di ambang pintu rumah Gian.


Beranjak dari tempat duduknya,"Ah..iya kak bentar".


Sesaat kemudian Gian kembali keluar rumah menghampiri Alan yang tengah duduk di teras rumah. Alan menerima bekas itu dan melihat nya sekilas apakah sudah benar.


Beranjak dari tempat duduknya,"Aku langsung balik Gi, soalnya masih ada pekerjaan".


"Iya, makasih kak".

__ADS_1


"Iya bu Bos Zaka",ucap Alan sebelum berlalu pergi masuk ke dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan depan rumah Gian.


__ADS_2