
Hari ini adalah hari yang paling tidak Shia inginkan. Hari pesta pertunangan antara dirinya dan George Pattion. Pesta itu akan diadakan di Texas, bertempat di mansion Clarikson dan akan dimulai tepat pukul tujuh malam.
Kemarin malam George menelponnya mengatakan bahwa pukul empat dia harus sudah berada di Texas. Dan disinilah Shia sekarang, di dalam sebuah mansion mewah yang secara tiba-tiba berubah menjadi taman bunga putih.
Ia menatap seluruh penjuru ruangan. Para pelayan bergerak kesana-kemari, terlihat sibuk dengan urusannya sendiri. Penjaga gerbang yang bisanya berada dipos depan kini menggelar sebuah karpet merah ditangga.
Lalu ia menatap kearah Nick, yang terlihat sedang memberi perintah pada bawahan nya. Shia tersenyum tipis ketika Nick menatap ke arah nya.
“Nona..” Seru Nick dengan langkah mendekati Shia
“Selamat atas pertunangan anda” Tambah Nick. Shia tersenyum tipis
“Belum ada cincin yang melingkari jariku, jadi aku belum bertunangan” Balas Shia, Nick mengulas senyum tipis. Ia sudah menganggap Shia sebagai adiknya sendiri. siapa yang menduga jika gadis kecil yang dikawalnya sejak dulu sudah menjadi wanita dewasa dan akan segera bertunangan dan menikah.
“Gaun anda sudah berada di kamar dan madam Tina sudah menunggu anda di atas” Ucap Nick. Shia mengangguk, Madam Tina adalah orang yang akan mendandani Shia. Gadis itu melanjutkan langkahnya, naik menuju kamarnya di lantai 2.
Shia melirik pada jam yang menunjukan pukul 18:43. Hampir 2 jam sudah gadis itu hanya duduk dan membiarkan madam Tina berkutat dengan berbagai macam alat makeup yang menyentuh wajahnya
“Oh God, You’re so beautiful” Puji Madam Tina setelah wanita itu menyelesaikan riasan terakhirnya pada wajah Shia.
“Berkatmu madam Tina” Ucap Shia, ia tersenyum tipis melihat kekaguman Madam Tina pada wajahnya.
“No..No.. kamu memang sudah cantik, dan ditambah riasan ini jadinya sangat cantik. Aku yakin semua pria pasti akan bertekuk lutut di depanmu” Pujinya lagi. Shia tersenyum malu.
“Nah, sekarang gunakan gaun itu lalu kita kejutkan mereka semua” Seru Madam Tina dengan semangat. Shia terdiam dia tidak yakin dengan gaun yang ditunjuk oleh madam Tina.
“Apa aku harus menggunakan itu, Madam?” tanya Shia tak yakin.
__ADS_1
Madam Tina melepaskan gaun itu dari manekik, lalu menatap kearah Shia.
“Coba saja dulu, tunanganmu yang membelikan ini” seru Madam Tina. Ia membantu Shia menggunakannya. Dress itu membalut tubunya dengan sempurna. Decakan kagum kembali terdengar di pendengaran Shia.
“I’m not comfortable” Ucap Shia
“Why?” Tanya Madam Tina
“I feel cramped”
“Look at you Shia, you’re so gorgous” Madam Tina membalikkan tubuh Shia, menghadap pada cermin full body di depannya.
Shia menatap bayangan dirinya pada cermin. Ia menyesal membiarkan George memilih gaun untuk dia gunakan di acara pertunangan mereka.
Dia tidak menyangka George memilihkannya gaun terbuka seperti ini. Gaun berwarna biru gelap dengan belahan dada rendah dan potongan sampai pahanya. Mengekspos kulit putih mulus Shia yang pastinya akan memancing pandangan para Pria.
Rambutnya dikepang ke samping dengan hiasan rambut berwarna biru menghiasi kepangan itu, serupa dengan warna gaunnya. Shia terlihat sexy dan polos disaat bersamaan bahkan aura anggun gadis itu semakin terpancar dengan polesan make up diwajah cantiknya.
Shia menatap figura di atas meja, senyum tipis namun menyedihkan terukir di bibirnya. “Forgive me, Liam” gumamnya.
-------------
Pesta pertunangan sudsah di mulai sejak 20 menit yang lalu, namun sang wanita belum juga turun dan menyapa para tamu, sepertinya Shia masih asik berbicara dengan madam tina di kamarnya. Hanya George dan Robert yang menyambut karena memang hampir semua orang disana adalah tamu mereka.
Awalnya semua tamu yang datang sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Jangan lupakan jika bagi para konglomerat, pesta seperti ini adalah sebuah ajang untuk lebih menambah relasi dan koneksi terhadap bisnis lainnya.
“Maafkan keterlambatan kami Mr Clarikson” Sapa seorang pria paruh baya yang masih berwibawa itu, dia datang dengan istrinya yang terlihat masih awet muda di usianya yang hampir menginjak 50 tahun.
__ADS_1
“Tidak masalah Mr. Hiddleton, saya senang anda menyempatkan waktu datang ke sini” Jawab Robert.
Kedatangan sepasang Tuan dan Nyonya Hiddleton membuat keadaan menjadi ricuh. Bahkan Robert sendiri tidak menyangka jika orang yang paling terpandangan dalam dunia bisnis itu datang ke pesta pertunangan putrinya.
George melangkah mendekat, ia tersenyum sambil menyapa pasangan Hiddleton itu. “Senang bertemu dengan anda Mr and Mrs Hiddleton. Apa putra anda tidak ikut?” tanya George
“Dean sedang berada di Afrika, mengurus bisnis disana” Jawab Jack setengah berbohong, Dean memang berada di Afrika namun bukan mengurus bisnis disana tetapi sedang mengurus dirinya sendiri yang diasingkan oleh Jack. Meskipun belum ada bukti yang mengarah pada Dean tentang kecelakan pesawat yang ditumpangi Ace namun kemungkinan terbesar hanya Dean lah yang mencelakai Ace.
Jadi Jack akan mengantisipasi kemungkinan Dean yang akan menghilangkan bukti itu dengan mengirimnya ke Afrika.
“Bagaimana dengan Ace Hiddleton?” Tanya George, Robert menoleh lalu menyenggol pelan tubuhnya.
“Bukannya Ace Hiddleton sudah meninggal?” Tanya Robert
“Tapi aku bertemu dengannya seminggu yang lalu, dia dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun” Yerina melihat sekeliling, untungnya di sekitar mereka sepi jadi tidak ada yang akan mendengar ucapan George.
Jack tersenyum miring, ia menahan kekesalan dalam dirinya. Padahal Jack sudah merencanakan skenario keren untuk anaknya. Namun anaknya sendiri malah dengan sesuka hati berkeliaran dan tidak mengikuti rencananya.
“Dia akan menyusul” Jawab Jack. Robert memilih bungkam, ia cukup pintar untuk tidak mengulik informasi yang lebih dalam.
Entah bagaimana sosok Ace Hiddleton itu akan datang, Robert lebih memilih diam dan mengamati. Lebih baik ia memikirkan bagaimana kehidupan putrinya setelah pertunangan ini dan bagaimana Alpha akan bertindak.
Robert tau jika Alpha sudah mengincar sesuatu, dia tidak akan melepaskannya dengan mudah sampai hal itu bissa menjadi milknya, namun jika ternyata Alpha gagal maka pria itu akan memilih untuk menghancurkannya dan Robert tidak ingin putrinya itu hancur.
Tap…Tap….Tap
Suara langkah kaki dari sepatu bertumit rendah yang melangkah itu menarik atensi mereka. Seorang gadis yang sangat cantik itu melangkah menuruni tangga. Setiap langkahnya membawa decak kagum dari setiap orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Yerina menyenggol pelan Jack, ia mendekatkan bibirnya pada Jack.
“Apa itu dia?” Bisik Yerina, Jack mengangguk dengan senyum lembut pada Yerina. Wajah wanita paruh baya itu terlihat sumringah. Ia tidak menyangka jika gadis yang menjadi tujuan mereka datang ke sini ternyata secantik itu. Persisi seperti dirinya saat masih muda muda.