Beware Of Mr. Amnesia

Beware Of Mr. Amnesia
Fourty Eight


__ADS_3

‘Robert menyewa orang untuk membunuh Keluarga Walker. Orang itu kau tau kan dia siapa’


-SXT


“SIAL, aku benci sekali dengan teka-teki bodoh ini!” Shia memaki keras. Dia melangkah keluar dari ruangan itu. dia sudah menduga jika Robert yang melakukannya namun sekarang dia harus menemukan siapa sosok SXT itu. Dia yakin jika SXT itu adalah salah satu mafia yang dikenal ayahnya


Shia menghentikan langkahnya di luar gudang, matanya memindai ke berbagai sisi. “Sebenarnya apa tujuanmu menculikku SXT? Kau bahkan hanya mengirimkan satu orang?” aneh bagi Shia ketika melihat kondisi sekitar yang sangat sepi, tidak ada penjagaan apapun di sana. Hanya Xin, satu-satunya pria yang berada disini, eh tapi sepertinya pria itu sekarang sudah mati.


-------------


Ace melompat turun dari helicopternya setelah mendarat di sebuah lapangan terbuka. Dia berhasil mengetahui lokasi Shia berada setelah pelacak pada ponsel Shia terdeteksi. Pria itu berlari dengan cepat dan mendekap Shia erat


“Apa yang terjadi padamu, Love” Ace melepaskan pelukannya lalu memperhatikan wajah Shia dan mengecup setiap permukaan wajah itu


“Ace.. hentikan, ini geli” Shia tertawa pelan lalu mendorong dada Ace, kecupan itu terhenti. Manik biru Ace menatap Shia lekat, tak ingin melepaskan satu pandanganpun dari sosok gadis cantik didepannya.


“Kemana saja kau dua hari ini? aku mencarimu ke seluruh kota, Love” Tanya Ace membuat Shia diam. Dia tidak ingin memberitau Ace jika dirinya diculik oleh Xin. Tidak untuk sekarang, karena Shia tau jika Ace pasti akan mengurungnya jika Shia menceritakannya.


Melihat Shia yang enggan menjawab Ace tersenyum tipis, senyum tipis yang penuh dengan kegetiran. Ace kembali mendekap Shia, dia menjatuhkan kepalanya pada pundak Shia. Tangan kekarnya melingkari pinggang Shia sangat erat.


Shia kembali merasa geli saat hidung Ace mengendus leher Shia. Dia, merindukan aroma gadisnya. Sekarang Ace sudah tau caranya bernafas dengan baik. “Jangan pergi dariku lagi Shia, jika kau melakukannya aku akan menggila”


Shia mengusap punggung Ace, dia tau pria itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya dan Shia tidak pernah melihat Ace serapuh ini “Aku sudah disini Ace, ngomong-ngomong kenapa kau menggunakan helicopter milikku?”


“Demi Tuhan Love, kenapa kau mempermasalahkan itu sekarang” ucapnya kesal.


Shia kembali tertawa, dia lebih suka wajah kesal Ace daripada wajah sedihnya. Tangan Shia terulur menyentuh wajah Ace, mengusap pipinya dengan lembut hingga Ace tepejam dibuatnya


“Kenapa wajahmu jadi kusam begini?”


Mata biru itu terbuka menatap manik coklat terang yang bersinar karena cahaya matahari yang akan terbenam. Suasana romantis secara otomatis tercipta di antara keduanya.


“Aku tidak bisa merawat diri sendiri saat kamu tidak ada, Love”


“Harusnya kau tetap peduli dengan penampilan mu, aku tidak ingin memiliki tunangan yang jelek begini” Shia berbohong, meskipun penampilan Ace kusam dan terlihat berantakan namun pesona pria itu justru semakin menguar. Ace adalah pria paling tampan yang penah Shia lihat, seperti apapun penampilannya.


“Kau mengakuiku sebagai tunanganmu, Love?” wajah Ace sontak berbinar, Shia merasa jika Ace seperti anak kecil yang mendapat pujian dari ibunya

__ADS_1


“Kaukan memang tunang-“


Cup


Ace mengecup bibir Shia cepat


“Kau ini benar-bena-“


Cup


“ACE-!”


Cup


Shia menutup mulit Ace dengan tangannya “Kau ini kenapa selalu menciumku!” Ucapnya kesal. Ace meraih tangan Shia yang menutup mulutnya lalu mencium kedua tangan Shia dengan lembut.


“Aku hanya membayar ciuman selama dua hari ketika aku tidak melihatmu, Love” Shia terdiam, kalimat Ace benar-benar membuat Shia berdebar. Dia tersentuh dengan nada lembut dan tatapan hangat yang Ace berikan.


“Kurasa aku mencintaimu, Ace Hiddleton” Gumamnya samar. Ace yang mendengarnya berusaha untuk tidak menampakan raut bahagianya, pria itu menatap Shia.


“Apa yang kau katakan Love?” ucapnya pura-pura tak tau


“Aku juga mencintaimu Arshia Clarikson” Bisik Ace ditelinga Shia, suara rendah pria itu mempu menyejukkan hatinya. Shia tersadar saat angin menerbangkan rambutnya, pria itu menatap Ace yang sudah berada di dalam helicopter.


“Ayo kita kembali dan menikah, Love” Ucap Ace dengan senyum lebar di wajahnya.


Shia tersenyum sama lebarnya dengan Ace lalu naik ke helicopter, dia bersyukur Ace tidak menanyakan lebih lanjut bagaimana dirinya bisa sampai di tempat ini, karena Shia tidak bisa berbohong lebih banyak pada Ace.


----------------


Pagi ini suasana Mansion Ace kembali cerah. Tidak ada aura mencekam dan teriakan amarah dari sang atasan. Para pekerja merasa tenang kembali dan bersyukur atas kembalinya sang nona Clarikson yang mempu membuat Ace menggila.


Namun yang jadi masalah sekarang Ace selalu mengikuti dan memeluk Shia. Seperti sekarang, Ace sedang duduk di meja kerjanya dengan Shia di pangkuannya. Pria itu sesekali mencium pipi ataupun bibir Shia dengan mata yang terfokus pada layar Komputer yang menyala.


“Kau tidak ingin ke perusahaan Ace?”


“Aku bisa mengerjakannya di rumah, Love”

__ADS_1


“Kau tidak boleh seperti itu Ace, apa kata pegawaimu jika tau kau mengabaikan rapat hanya karena seorang wanita di mansionmu”


Manik biru itu memincing, dia tidak suka dengan ucapan Shia “ucapanmu seolah memandang rendah dirimu, Love. Kau bukan ‘hanya’ seorang wanita tapi kau wanitaku. Tidak ada yang lebih penting selain dirimu!”


Cup


Shia mengecup bibir Ace, dia tidak bisa menahan senyumnya karena ucapan Ace “Sepertinya belakangan ini kau semakin romantis saja”


“Aku memang romatis sejak dulu, kau saja yang baru menyadarinya, Love”


Shia mendengus, Sifat percaya diri Ace kembali lagi.


Suara ketukan dan pintu yang terbuka membuat Shia menoleh. Seorang pria dengan jas hitam mengalihkan pandangannya saat melihat posisi Shia yang berada dipangkuan Ace. Shia tersenyum tipis melihat lebam di wajah pria itu.


“Sepertinya kau memiliki tamu penting” Ucap Shia sambil mengusap pundak Ace. Pria itu menoleh pada sosok pria didepan pintu. Dia melepaskan tangannya dari pinggang Shia lalu mengecup kening Shia


“Lalukanlah yang kau inginkan, aku harus mengurus masalah sebentar” Shia mengangguk lalu turun dari pangkuan Ace.


“Sepertinya kau habis mendapatkan masalah, Ero” Gadis itu tersenyum tipis pada bawahan Ace, dia tau siapa pria itu. dia adalah Ero, bawahan yang Ace tugaskan untuk memantaunya.


---------------


“Jadi?” Ace bertanya santai sambil menyenderkan pada kursi kebesarannya. Tatapannya penuh dengan intimidasi


“Ada sebuah gudang bekas berjarak 2 kilo meter dari lokasi nona Clarikson berada, di dalam gudang itu ada bekas noda darah baru, ada juga helaian rambut nona Clarikson disana”


Ace menganggukan kepalanya, lalu menatap sebuah foto yang diberikan oleh Ero, bawahannya yang ditugaskan menjaga Shia.


“Kau sudah menggali tanah disana”


“Sudah Tuan. Tapi kami tidak menemukan apapun”


“Lakukan pengecekan darah lalu cari siapa pemilik darah itu. Itu bukan darah milik Shia karna dia tidak terluka sedikitpun”


“Baik, Tuan”


Ero membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan itu menyisakan Ace yang menghela nafas dengan tangan yang menutupi matanya

__ADS_1


“Hal apa lagi yang kau sembunyikan dariku, Shia..”


__ADS_2