
Shia masuk kedalam pesawat dalam keadaan bingung, dia masih tidak percaya jika Alfa membiarkannya pergi dengan mudah setelah semua kekangan yang pria itu berikan. Tujuh hari Alfa mengurungnya tanpa membiarkannya keluar dari mansion dan sekarang dengan mudahnya pria itu mengantarkannya ke bandara.
Suara pesawat yang lepas landas membuat Shia yakin jika dirinya akan kembali ke negaranya, pergi dari sosok Alfa, namun banyak hal yang masih menjanggal di pikirannya tentang sosok Alfa yang membunuh Liam-nya.
---------
Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya pesawat mendarat di bandara kota Texas. Shia berjalan menuju luar bandara. Dia tidak membawa apapun dan sekarang Shia bingung bagaimana cara untuk ke Dallas, menuju apartemennya. Satu-satunya barang yang dibawanya hanyalah sebuah kalung.
Kening Shia berkerut ketika sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Sang pengemudi menurunkan kaca mobilnya hingga Shia dapat melihat sosok pria di dalam sana.
“Ace Hiddleton..” Gumam Shia, Ace mengulas senyum tipis
“Butuh tumpangan, nona?” tanyanya
“Tidak, terima kasih” tolak Shia, melihat wajah Ace seketika dia mengingat kelakuan pria itu yang mencium lehernya saat malam pertunangannya. Bisa Shia simpulkan jika sifat Ace mungkin sebelas duabelas dengan sosok Alfa
“Kau yakin?”
“Sure”
Shia berjalan melewati mobil Ace, dia akan meminjam ponsel seseorang disana untuk memesan taksi online.
“Excuse me miss, bisakah ak-“ Ucapan Shia terpotong karena tiba-tiba ada yang menarik tangannya, Shia menoleh, Ace Hiddleton kini berada di depannya, memegang tangannya erat.
“Itu Ace Hiddleton..” Shia menoleh dan melotot kaget pada banyaknya orang yang memfoto dirinya dan Ace. Ah, Shia hampir lupa jika pria di depannya ini adalah topik pembicaraan sejak insiden kecelakaan pesawat itu.
Shia terdiam namun sedetik kemudian dia kembali melotot ketika dengan tiba-tiba Ace mendekapnya erat dengan kedua tangan yang melingkari pinggangnya. Shia dapat melihat smirk terlihat dibibir pria itu sebelum dia mencium bibirnya.
Shia mencoba mendorong Ace, suara di sekitarnya semakin ramai, mereka membicarakan hubungan antara dirinya dan Ace. Satu hal yang terlintas di pikiran Shia. Ace Hiddleton lebih gila daripada sosok Alfa.
Ace melepaskan ciumannya dan menarik Shia masuk ke dalam mobilnya.
“Ace Hiddleton! Kau benar-benar gila! Kenapa kau menciumku di depan publik!”
“Oh jadi jika hanya ada kita berdua aku boleh menciummu kan?” tanyanya sambil menyadarkan kepala pada kemudi, Pria itu menatap Shia gemas.
“Oh my god, I can’t believe this” Shia menghela nafas gusar, jika tau akan ada kejadian ini Shia pasti lebih memilih untuk tetap di mansion milik Alfa.
“Kemana kamu selama ini?”
“Bersembunyi dari orang sepertimu” Jawab Shia datar
__ADS_1
Ace tertawa lebar, Shia terdiam. “Kau tidak tau jika mantan tunanganmu itu menghilang” serunya lagi membuat Shia mengerutkan kening bingung.
“Apa maksudmu?”
“George pattion sudah menghilang selama 4 hari dan tidak ada yang tau dia kemana”
“Oh itu bagus, secara tidak langsung pertunanganku dengannya batal” Shia tersenyum tipis. Dia tidak perlu khawatir lagi dengan hidupnya yang akan di atur Robert jika pertunangan itu batal. Lagipula George tidak mungkin menghilang begitu saja, Shia yakin jika George bukan orang biasa, pasti ada alasan di balik hilangnya George.
“Kau tidak penasaran kelanjutan ceritanya”
“Tidak tertarik”
Ace tersenyum sinis, tiba-tiba saja Ace menarik tangan Shia, belum sempat Shia mengelak, Ace sudah terlebih dahulu memasangkan sebuah cincin pada jari manisnya. Shia membelalak, apa lagi ini? Terakhir kali jari itu di lingkari oleh ruby merah dan sekarang bewarna biru namun terlihat lebih mewah dari yang sebelumnya.
“Kau tunanganku sekarang”
“Hah?” Shia mendadak linglung, Ace kembali menariknya namun kali ini pria itu menarik Shia ke pangkuannya. Shia melotot, dia mendorong Ace berusaha melepaskan diri dari pria itu
“Aku tidak bisa menahannya lagi jika kau terlalu banyak bergerak, Shia” Geramnya rendah
“Mau apa kau?” Tanya Shia waspada, Ace tersenyum miring
“Mau ini” Ace langsung mencium bibir Shia, dia menekan tekuk gadis itu untuk mendekat ke arahnya. Ace melepaskan ciumannya, dia menggeram rendah ketika melihat wajah Shia yang membangkitkan hasratnya.
“Permisi, bisa kau lepaskan aku. Aku tidak bisa bernafas” Ucap Shia dia tidak bisa menggunakan emosinya jika berhadapan dengan seorang Pria terlebih lagi sosok Ace, seorang pria yang memiliki harga diri tinggi.
Ace terkekeh lagi dan menjauhkan wajah Shia. Shia kembali duduk di tempat semula tidak lagi di pangkuan Ace.
“Jadi bisa kau jelaskan kenapa sekarang aku menjadi tunanganmu?”
“lebih baik tanyakan pada ayahmu”
Shia mengepalkan tangannya, sebenarnya apa yang Robert pikirkan? Setelah memaksanya bertunangan dengan George kini dia malah berbalik arah pada Ace.
“Bukannya kau dijodohkan dengan Lily?” tanya Shia ketika mengingat ucapan tante Ilya saat Shia bertanya tentang keluarga Hiddleton dulu.
“Siapa Lily?” tanya Ace
“Sepupuku, ku dengar kau akan dijodohkan dengannya sebelum kecelakaan itu”
“Aku tidak kenal” Balasnya singkat.
__ADS_1
Ace mengalihkan pandangannya pada handphone nya yang tiba-tiba berdering. Ace langsung mengangkatnya
“Hallo, mom”
“Kau dimana? Apa yang kau lakukan sampai berita itu bisa terbit Ace” Ucap wanita di sebrang sana dengan nada frustasi
“Berita?”
Shia menatap Ace, pria itu juga menatap ke arahnya. Shia mengalihkan pandangannya ke luar bandara, masih ada banyak orang disekitar sana yang menatap kea rah mobil hitam ini.
“Kau bilang akan bertunangan dengan Shia tapi kenapa kau mencium wanita lain di bandara, Ace”
Ace tersenyum tipis “Itu Shia, mom. Bukan wanita lain” Ucap Ace lalu menutup telpon.
“Kau terkenal sekarang” Ucap Ace membuat manik coklat itu menatapnya bingung.
Pria itu masih memainkan ponselnya lalu menyerahkannya pada Shia.
“Kau sengaja” Ucap Shia
“Apa maksud mu?” Tanya Ace pura-pura tidak tau
“Kau sengaja menciumku lalu membiarkan rumor seperti ini beredar” Shia mengembalikan Handphone Ace
“Kalau iya bagaimana?” Tanya Ace membuat Shia menghela nafas
“Dari mana kau tau aku ada di bandara?” tanyanya
“Kebetulan”
Shia membulatkan matanya, kebetulan katanya. Bagaimana bisa kebetulan itu ada di waktu yang sangat tepat.
“Ace Hiddlteon, you such a jerk!” ucap Shia, Ace menyeringai
“Bukannya ku sudah tau jika aku tertarik padamu, Shia?”
“’Apa maksudmu?” Tanya Shia
“Try to inconnect hmm”
Ace memijat kepalanya pelan, kenapa hidupnya semakin lama hal-hal gila datang ke hidupnya. Kehilangan Ibunya dan sosok Liam, lalu dirinya yang menjadi tunangan dari dua orang pria bahkan penculikan yang dilakukan oleh sosok pria misterius bernama Alfa dan jangan lupakan fakta jika Liam-nya dibunuh.
__ADS_1
“Hah, sebanyak apa dosaku sebenarnya…” Gumamnya samar.