
"Jadi bisa katakan padaku bagaimana kau hamil?” Tanya Ace pada Shia. keduanya sedang duduk berhadapan di sebuah kursi dalam kamar Ace
“Bukannya kau sudah tau bagaimana seorang wanita bisa hamil, mengingat ada seorang wanita yang mengaku hamil anak mu” Balas Shia dengan dengusan, tiba-tiba dia merasa kesal mengingat ucapan Irena jika ada seorang wanita yang mengaku mengandung anak Ace.
“Cemburu” Ucap Ace membuat Shia bingung
“Apa kau cemburu Shia?”
“Tidak” Balasnya singkat
“Lalu bagaimana kau bertemu dengannya?” tanya Ace lagi
“Dia salah satu penggemar ku, pertemuan kami tidak disengaja” Ucap Shia, dia mengapresiasi dirinya yang bisa berbohong dengan tenang di depan tatapan intimidasi Ace.
“Kapan kau melakukannya?”
“Dia datang ke apartemenku setiap malam, dan saat paginya selalu ada bekas di tubuhku” Ucap Shia. kali ini dia berbicara tentang kejadian aneh yang dialaminya selama di apartemen.
“Kalau begitu kandunganmu sudah satu bulan” Tembak Ace
Shia menangguk setuju, sedetik kemudian dia menatap Ace dengan tajam “Dari mana kau tau?”
“Karena aku pria itu. Pria yang menyelinap masuk ke dalam apartemanmu dan meninggalkan tanda di tubuhmu” Ucap Ace. Ada eksperesi kemenangan di wajahnya.
“KAU!” Ace tersenyum miring, dia menaikan salah satu kakinya untuk saling bertumpu, badannya yang tidak mengenakan pakaian bersender pada sofa.
“Jika kau benar hamil, maka anak itu adalah milik ku”
“Ace Hiddleton! Kau bajingan! Bagaimana bisa kau-“
“Aku melakukannya karena mencintai mu Shia. Tapi seingatku, aku tidak pernah benar-benar melakukannya denganmu meskipun aku sangat ingin..”
“Ace Hiddleton kau benar-benar sesuatu. Kau menguntitku, kau melecehkanku dan kau bilang mencintaiku? Hell! Kau pikir aku akan percaya Ace!”
“Terserah padamu, aku sudah mengatakannya”
__ADS_1
“Sebenarnya apa yang ada di otakmu Ace?!” Shia berdecak keras, melampiaskan kekesalannya. Jadi benar yang Alpha katakan jika bukan dia yang masuk ke apartemen Shia setiap malamnya.
“Kau masih bertanya Shia?” Ace bangkit dan melangkahkan kakinya mendekati Shia.
“Selangkah lagi kau maju, aku akan memukulmu!” Ucap Shia
Ace tersenyum miring, masih melangkah maju tak peduli ancaman yang Shia berikan.
“Bagaimana otak ku bisa berpikir dengan benar saat wanita yang ku cintai akan bertunangan dengan pria lain” Ace memeluk Shia dengan erat mengabaikan protesan yang gadis itu berikan.
“Lepaskan bajingan!” Umpat Shia kesal
“Aku cemburu Shia” Ucap Ace lirih, Shia terdiam.
“Aku marah saat tau kau akan bertunangan dengan George, aku kesal saat tau kau berdandan untuk pria lain, Aku benci saat bayangan dirimu bahagia bersama George terlintas di benak ku. Aku mencintaimu Shia, mungkin sikapku menanggumu untuk itu aku minta maaf, tapi aku tidak menyesal melakukannya” Aku Ace, Sikap Ace sekarang mengingatkan Shia ketika pria itu masih tinggal bersamanya.belum lagi bahu pria itu terlihat bergetar memeluknya.
“Aku mengerti” Shia membalas pelukan Ace, membuat pria itu mengulaskan seringain di bibirnya.
“Jadi kapan kita akan menikah? Aku akan membantumu dengan tujuan hidupmu setelah itu, datanglah padaku Shia”
Akhirnya Shia memutuskan untuk tetap diam, masalahnya dengan Robert tidak boleh melibatkan pihak lain atau Shia akan menyesalinya.
“Aku ingin bertanya”
Shia melepaskan pelukannya dengan Ace. Raut wajah pria itu terlihat tidak terima.
“Apa?”
“Jika aku ingin belajar menerbangkan pesawat, apa kau mengenal seseorang yang bisa mengajariku?”
Ace memincing, ada maksud lain dari ucapan Shia
“Apa kau berpikir untuk melarikan diri dengan terbang Shia?”
Shia menjitak pelan kepala Ace membuat Pria itu meringis pelan, tidak sakit sebenarnya hanya saja Ace sedikit terkejut
__ADS_1
“Bukan begitu bodoh! Aku ingin mencobanya saja”
“Kau beruntung, aku seorang pilot yang handal. Aku bisa mengajarimu dengan bayaran yang setimpal” Ace tersenyum lebar membuat Shia bergindik, dia yakin bayaran yang Ace maksud bukanlah uang.
“Berikan aku sebuah ciuman setiap menitnya, maka aku akan mengajarimu dengan cepat”
”Pervert!”
“Aku merindukan umpatanmu Shia, but deal or not?”
Shia mengangguk pasrah, hanya sebuah ciuman bukan. Itu tidak masalah untuknya jika pria itu adalah Ace.
“Ini bayaran awalnya” setelah mengucapkan itu tanpa diduga Ace tiba-tiba mencium bibirnya dengan cepat. Setelahnya pria itu berjalan dengan santai keluar dari kamar, meninggalkan Shia yang masih mematung di tempat.
-------------
“Arahkan dengan benar, setelah itu kau angkat rodanya perlahan!”
“Tarik setirnya, Shia!”
Ace berbicara dengan tegas, pria itu kini sebagai co-pilot pada pesawat yang Shia kemudikan. Ace menatap kagum pada gadis itu. Baru saja 2 jam yang lalu dia memberitau dasarnya pada Shia namun gadis itu bisa langsung mempraktekkannya dengan cepat.
“Aku berhasil” Shia berucap riang membuat perasaan Ace senang bukan main. Bahkan hanya melihat senyum gadis itu saja mampu membuatnya terbang rasanya.
“Kau memang berbakat dengan semua jenis kendaraan”
Shia mengangguk. Dia menyalakan mode auto pilot pada pesawat dan bersandar pada kepala kursi. Menikmati pemandangan langit dari kepala pesawat.
“Jangan bilang tujuanmu ingin belajar mengemudikan pesawat karena in?” Ace bertanya heran
“Tidak mungkin. Anggap saja ini bonus untuk ku” Shia memejamkan matanya, dia tidak perlu khawatir karena ada Ace disebelahnya yang mengendalikan pesawat.
Sebuah benda lunak dan basah menyentuh bibirnya membuat Shia otomatis membuka mata dan membelalak ketika Ace menciumnya dalam
Pria itu menjauhkan tubuhnya dan menatap Shia. manik biru itu menyorot pada Shia intens, tak melepaskan satupun objek dari wajah cantik didepannya.
__ADS_1