Beware Of Mr. Amnesia

Beware Of Mr. Amnesia
Thirty Eight : Gadfly


__ADS_3

"Aku tidak bisa menahan diriku jika kau berekspresi seperti itu”


Shia memejamkan matanya ketika Ace menciumnya dengan lembut, jantungnya berdetak semakin cepat, Shia yakin jika Ace menyadari debaran di jantungnya.


Ace mendekap Shia dan mendudukan tubuh nya pada meja, tangan pria itu melingkari pinggang Shia dengan erat. Suara kedua bibir yang beradu terdengar di ruangan temaram itu.


“Astaga-“ Suara Irena terdengar kaget


Shia mendorong Ace kuat membuat ciuman itu terlepas


“Oh, maaf! Jika ingin melakukannya gunakan kamar saja, jangan di dapur” Ucap Irena.


Ace menatap Irena sekilas, tidak terpengaruh dengan kehadiran ibunya sedangkan Shia memperbaiki tampilannya yang sedikit berantakan.


Manik biru Ace menatap wajah Shia yang merah seperti tomat.


‘Sial’


Ace menahan diri untuk tidak menyerang wajah menggemaskan Shia yang memerah malu. Ini pertama kalinya Shia menampilkan ekspresi seperti itu.


“Sudahlah, mom menganggu” Kata Ace


“Lanjutkan saja di kamar” Irena tersenyum lebar lalu pergi dari dapur.


“Kau benar-benar membuatku malu Ace!” Shia mencoba menahan amarahnya


“Tidak masalah, lagipula kita akan menikah”


Shia menghela nafas


“Ace listen to me, kita tidak bisa menikah”


Ace terdiam sejenak. Shia merasakan tangan Ace menyentuh dagunya dan menariknya untuk mendekat. Manik biru Ace menatap dalam, menyiratkan sebuah perasaan yang terpendam.

__ADS_1


“Beri aku alasan kenapa kau bersikeras menolak menikah dengan ku, Shia” Ucap Ace


“Aku punya tujuan lain dalam hidupku Ace dan itu bukan untuk menikah dengan mu”


Ace menatap Shia sejenak lalu tiba-tiba ia menyeringai. Dengan cepat Ace membopong tubuh Shia. Membawa gadis itu menuju sebuah kamar di lantai 2.


“Apa yang kau lakukan Ace? Lepaskan aku!” Protes Shia sambil melotot.


“Aku sedang melakukan apa yang ibuku katakan”


“Ace, kita tidak bisa melakukan ini”


“Melakukan apa Shia?” Tanya Ace dengan senyum miring bibirnya membuat Shia terdiam, dia terjebak.


Ace menendang pintu hingga terbuka dan membawa Shia masuk. Pria itu menjatuhkan tubuh Shia pada ranjang tidur yang sangat besar dan empuk.


Shia melotot ketika Ace membuka kaos hitam yang membungkus tubuhnya, memperlihatkan tubuh Shirtless seorang pria yang kekar, sebuah bekas luka pada bagian perut menarik perhatian Shia. Shia ingat jika itu adalah bekas luka tembak yang Ace dapatkan saat pria itu amnesia.


“Kau mau apa?” Shia memundurkan tubuhnya, namun Ace menarik kakinya hingga Shia terbaring pasrah dengan Ace di atasnya.


“Masih tidak ingin memberikan alasannya, Shia?” Tanya Ace serius


“Aku sudah mengatakannya” Jawab Shia


“Oh, alasan bahwa aku bukan tujuan hidupmu” Ace tertawa kering


“Hmm, sayang sekali kalau begitu. Sepertinya aku akan membuatmu memiliki tujuan baru” Lanjut Ace


Tiba-tiba pria itu mencium Shia intens, bibirnya memaksa bibir Shia terbuka. Ciumannya dalam dan menghanyutkan. Tangan pria itu tidak tinggal diam untuk bagian atas gaun Shia.


“Ace, Hentikan!” Seru Shia keras sambil mendorong pria itu menjauh


“Aku tidak bisa berhenti sampai kau setuju untuk menikah denganku Shia” Bisik Ace di telinga Shia

__ADS_1


“Apa kau tetap akan menolak, Shia?” Tanya Ace sambil menciumi leher Shia.


“Aku hamil” Ucap Shia, Ace mengangkat wajahnya, Shia bisa merasakan jika hawa di sekitarnya semakin mencekik.


“Kau bercanda?!” Manik biru itu menatapnya tajam


Shia terdiam dan memalingkan wajahnya ke samping, menghindari manik biru yang selalu tertuju padanya itu, dia takut jika kebohongannya akan terbongkar.


“Siapa pria brengsek itu?” Tanya Ace dengan nada datar


“Seorang pria yang membawaku ke Italia” Ucap Shia menyempurnakan kebohongannya. Gadis itu bisa melihat raut terkejut dari wajah Ace.


“Kau-“ Ace menjeda ucapannya


“Nah, aku sudah mengatakan alasannya. Kau tidak mungkin menikah dengan seorang wanita yang hamil anak pria lain kan”


Pria itu tersenyum tipis, ia menundukkan diri mencium bibir Shia singkat


“Alasan yang bagus, tapi apa kau pikir dengan alasan itu kau bisa kabur dariku, Shia?”


“Ace-“ Bisik Shia


Tapi tiba-tiba suara pintu terbuka membuat Shia menoleh untuk melihat siapa yang datang.


“Lyran” Shia kini menatap pada Ace yang diliputi perasaan kesal, terlihat dari wajahnya yang mengeras


“Shia?” Suara Lyran terdengar kaget.


“Kenapa kau masuk tanpa mengetuk?” Protes Ace


“Oh, maafkan aku, ku kira kau masih di Italia. Silahkan lanjutkan dan Ace jangan kasar dengan Shia, setidaknya biarkan dia bisa berjalan besok pagi” Kata Lyran, wanita itu langsung pergi dan menutup pintu.


Oh, c’mom. Shia merasa sangat malu sekarang. Bagaimana bisa dirinya dan Ace ketahuan melakukan hal memalukan oleh ibu dan adiknya Ace. Mau ditaruh di mana muka Shia setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2