
Pagi ini Shia terlihat cantik dengan dress putih selutut dan rambut coklat yang ia biarkan tergerai. Tujuannya kali ini adalah Hiddle corp. sebuah perusahaan raksasa tempat Ace bekerja
Setelah mengajarinya mengendari pesawat Ace langsung pergi saja dan tak kembali sampai sekarang. Pria itu tak mengatakan apapun padanya. Untungnya Yerina mengatakan padanya jika Ace berada diperusahaan sejak kemarin.
Dan disinilah Shia sekarang, duduk di sebelah Ace yang sedang rapat bersama para bawahannya. Dia menyilangkan kakinya hingga paha putih mulus itu terlihat. Tentu saja sikapnya ini karena Shia ingin mendapatkan sesuatu dari Ace.
Namun sayangnya tingkah Shia justru membuat Ace menggeram dalam. Dia tidak suka jika bagian tubuh Shia dilihat oleh pria lain. Hanya dirinya yang boleh dan hanya dirinya yang berhak melihatnya.
Ace melepaskan jasnya lalu melempar kasar jas itu menutupi kaki Shia, Shia menahan senyumnya ketika melihat gelagat Ace yang gusar. Lucu sekali.
Pria itu merapatkan dirinya pada Shia.
“Mulai besok aku tidak ingin melihatmu keluar dengan pakaian seperti ini” ucap Ace
Shia tersenyum tipis “memangnya kenapa?”
Ace menggeram, tangannya menyentuh kaki Shia kemudian naik pada pahanya dan meremasnya. Membuat Shia tersentak ia menahan tangan Ace agar tidak naik lebih jauh.
“Try to inconnect hmm?”
Bukannya melepaskan Ace justru meraih pinggang Shia, mendudukkan gadis itu di pahanya seolah hanya mereka berdua yang berada pada ruangan rapat itu.
“Apa yang kau lakukan? anak buahmu melihat” Shia berdesis ia memukul pelan dada Ace
“Kau yang pertama kali masuk dan membuat keributan” Pria itu terkekeh pelan. Baiklah sepertinya Ace sudah mulai gila dan Shia adalah penyebabnya.
__ADS_1
Pandangan Ace beralih, dia menatap tajam para bawahannya. Presentasi yang tadi sempat berjalan kini terhenti.
“Rapat selesai, kalian bubar”
Secepat kilat semua orang berbondong keluar meninggalkan Ace dan Shia berdua di dalam ruangan itu.
Ace mengangkat Shia, mendudukkan gadis itu di meja rapat. Kedua tangannya berada di sisi kana dan kiri mengukung tubuh Shia dalam dekapannya.
“Jadi bisa kita lanjutkan Miss Clarikson”
“Kau tau apa jadinya jika pakaianmu terbuka?” Ucap Ace lagi
“Aku terlihat menggoda bukan” Shia tersenyum miring membuat Ace mendesisi dalam dengan tatapan tajam
“Apa lagi yang kau inginkan sekarang?” Tanya Ace membuat senyum Shia semakin lebar
“Hanya itu?”
Shia mengangguk semangat, mudah sekali baginya meminta ini dan itu jika ada Ace.
Ace mendekatkan tubuhnya pada Shia, menghimpit gadis itu lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Shia.
“Sore ini kau ikut denganku” bisik Ace dengan nada rendah.
------------------------
__ADS_1
Ace membawa Shia ke sebuah villa yang berada di dekat pantai. Salah satu tempat yang sering Ace kunjungi bersama orang tuanya.
“Aku tidak tau jika ada tempat seindah ini?” Shia berucap takjub “Tapi apa yang kita lakukan disini?” Lanjut Shia
“Aku hanya ingin membawamu kesini”
“Kenapa?”
“Ada yang ingin ku berikan padamu”
“Apa?” Shia kembali bertanya membuat Ace berdecak gemas. Pria itu mengecup basah pipi Shia
“Jorok” Shia mengusap pipinya, maniknya menatap Ace kesal namun pria itu malah tersenyum lebar.
“Ayo kita ke sana” Shia menarik tangan Ace menuju arah pantai
“Matahari akan membakarmu jika ke sana, Shia”
“Aku bukan vampir yang akan terbakar hanya karena matahari. Lagipula untuk apa membawaku ke sini jika tidak boleh bermain di pantai”
“Baiklah, kita kesana” Shia tersenyum lebar, inilah yang Ace inginkan. Sosok Shia yang memiliki setiap ekspresi yang selalu direkam oleh mata dan ingatan Ace. Ekspresi yang mempu membuat perasaan pria itu membuncah.
Manik Shia berkilat senang saat melihat sebuah jet ski berwarna putih yang berada di bibir pantai.
“Kau naik yang lain” Cetus Shia saat Ace berjalan kearahnya
__ADS_1
“Kau ingin mengendarinya sendirian?” Shia mengangguk, ia naik ke jet ski lalu menyalakannya. Jet ski yang dikendarai Shia mulai menjauh dari bibir pantai. Ace menampakkan Smirknya, dia menatap Shia yang mengendari Jet ski itu dengan lihai.
Ace tidak tau jika Shia memiliki kemampuan mengendarai jet ski dengan baik. Gadis itu tertawa, tawa bahagia tanpa beban. Sekarang Ace tau bagaimana sosok Shia yang sebenarnya. Gadis itu suka kebebasan, dia bergerak tanpa batasan dan itulah yang membuatnya bahagia.