Beware Of Mr. Amnesia

Beware Of Mr. Amnesia
Fifty One


__ADS_3

Shia menutup dan merapikan semua dokumen yang berada di meja Robert. Gadis itu menulusuri lemari kaca disana. Shia tersenyum tipis, senyuman tulus yang dimuncul saat matanya menatap kumpulan hadiah yang selalu dirinya berikan pada Robert.


Mulai dari dasi, pulpen, pahatan bahkan sampai sepatu berjejer rapi di dalam lemari kaca, seolah barang-barang itu layak untuk di museumkan.


“Hello Arshia” Shia menoleh kearah pintu. Di sana berdiri seorang wanita dengan tatapan datar, tidak ada raut ramah sama sekali diwajahnya.


“Lina? Bagaimana kau bisa berada di sini?” Ucap Shia memastikan bahwa wanita dengan pakaian glamour di depannya ini adalah Lina, pelayan bernama Kim di mansion Alfa. Shia tidak tau bagaimana bisa wanita itu berada di ruang kerja bersama dengannya


Lina menatap dokumen yang terbuka di meja Shia, lalu pandangannya tepat pada manik coklat Shia “Kau mengambil keputusan yang salah Shia” Kening Shia berkerut tak paham maksud perkataan Lina


“Ah, kau lupa sepertinya” Lina menatap Shia mencemooh


“Katakan apa maumu?” Shia tak ingin berbasa-basi. Daripada memahami ataupun mengingta ucapan Lina lebih baik dia langsung bertanya


“Liam….. kau tidak melupakannya kan?” Tanya Lina “Pria yang sudah mengorbankan nyawanya untukmu, bahkan mengajarimu semua teknik drifting. Oh ya, jangan lupa jantung pria itu ada dalam tubuhmu”


Tubuh Shia terdiam kaku “Ba-bagaimana kau tau?” Mulutnya bahkan sulit untuk mengeluarkan kata-kata. Ada satu fakta yang selama ini menjadi alasan Shia selalu ingin membalaskan dendam kematian Liam. Jantung pria itu berada dalam tubuhnya.


“Ikut denganku, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”


“Kenapa aku harus ikut denganmu?”


“Anggap saja ini bentuk balas budimu. Kau tidak lupa bukan saat aku bilang, aku ini kakak tirinya Liam”


Shia mengikuti langkah Lina keluar dari mansion menuju mobil Lina, maniknya mendapati kondisi mansion yang sepi bahkan pelayan yang bebeberapa jam lalu menyambutnya tak terlihat sedikitpun


“Kau kemanakan semua pekerja di mansionku?”


“Oh, mereka sedang tidur sebentar” Lina tersenyum lebar. Shia yakin ada makna tersembunyi dibalik ucapan Lina


“Pergi dengan mobilku” Ucap Lina tanpa menoleh

__ADS_1


Shia mendengus “Terserah kau saja” Dia memutari mobil lamborgini hitam milik Lina dan duduk di samping pengemudi.


Mobil Lina melaju menuju pinggiran kota Texas. “Kau mengemudi terlalu lama” Shia menguap lebar, bentuk protesannya pada Lina. Lina tak membuka mulut, matanya masih fokus pada jalanan. Hingga dia menepikan mobilnya dan melangkah keluar.


Shia mengikuti Lina, gadis itu berdiri sambil menaikan sebelah alisnya. Mereka kini berada di jalanan yang sepi. “Jadi apa yang akan kau la- AKH” Shia terjatuh sambil memegangi perutnya. Shia sudah menduga jika Lina akan melakukan sesuatu namun dia tidak menyangka jika wanita itu menggunakan setrum untuk membawanya.


Melihat kondisi Shia yang sudah nyaris tumbang. Lina langsung meraih sapu tangannya dan membekap mulut dan hidung Shia. Mata Shia melebar, ia tersenyum tipis lalu beberapa saat kemudian matanya menjadi sayu dan tertutup bersamaan dengan tubuhnya yang jatuh ke aspal jalan.


“Tuan, aku sudah mendapatkannya” Lina menghubungi rekannya. Shia menahan senyumnya yang nyaris terbit, gadis itu hanya berpura-pura tak sadarkan diri. Tapi Shia tidak melawan, rasa sakit akibat alat setrum itulah yang membuatnya lemah.


Tangan wanita itu menggeledah seluruh tubuh Shia dan membuang handphone Shia. dia membawa Shia ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya namun dengan kecepatan diatas rata-rata.


-----------------------


Shia membuka matanya, niat hati ingin berpura-pura namun nyatanya bius yang Lina berikan benar-benar membuat kesadarannya menghilang. Untuk kedua kalinya Shia diculik, dan kali ini Shia menyukai penculikannya, dia ditempatkan pada sebuah kamar mewah namun dengan tangan dan kaki yang terantai. Meskipun tak seluas kamar milik Ace namun Shia menyukainya


“Menikmati kamarmu, Shia” Suara sinis itu membuat Shia memutar bola matanya malas


Lina mendekat lalu mencengkaram dagu Shia “Aku benar-benar menyukai kepribadiamu Shia, tapi sayang sekali kau membuat keputusan yang salah”


“Jadi, keputusan apakah itu?” tanya Shia dengan senyum kecil


“Alfa membunuhnya Shia dan kau tidak melakukan apapun bahkan setelah tau kebenarannya!” Lina mencengkram dagu Shia semakin kuat, bahkan kukunya nyaris menancap di kulit wajah Shia.


“Ah, jadi karena itu kau menculikku”


“Aku akan membuatnya merasakan apa yang aku rasakan Shia. aku akan membuatnya kehilangan mu seperti aku kehilangan Liam dan kekasihku”


Shia terdiam, mencoba memahami perkataan Lina, Liam dan kekasihnya? Seketika Shia menatap Lina nanar “Jangan bilang kau… Ibu tiri Liam”


Lina terkekeh “Kau benar Shia” Lina melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar. Spontan Shia melotot tak percaya jika wanita yang hanya beberapa tahun di atasnya ini Ibu tiri Liam. Ah tidak, mereka belum menikah dan hanya sepasang selingkuhan.

__ADS_1


“Kau calon ibu tiri yang baik Lina”


“Nikmati harimu di sini Shia. aku akan kembali sambil membawa kepala Alfa untukmu” Lina keluar dengan senyum lebarnya. Shia menatap keluar jendela. Sepertinya Lina belum menyadari jika Alfa adalah Ace, kekasihnya. Shia bisa keluar dari sini dengan mudah tapi ada satu hal yang harus Shia pastikan. Sosok ‘tuan’ yang Lina panggil saat menculiknya. Shia.. penasaran siapa pria itu.


------------------


Ace mengetuk meja kantornya dengan pelan. Dia sedang menunggu kabar dari Shia namun sudah lebih dari 4 jam gadis itu tidak mengabarinya lagi.


Dia kembali meraih handponenya dan menelpon Shia. sayangnya handphone Shia tidak aktif. Ace beralih menelpon ke telpon mansion. Dan lagi-lagi pelayan di sana bilang jika Shia belum kembali sejak tadi.


“Kau menemukannya?” Ucap Ace pada Ero yang baru saja membuka kantor pintu Ace.


“Nona Shia pergi bersama seorang wanita, kami sudah menelusuri kamera pengintai dan titik terakhir berada di perbatasan kota Texas. Handphone nona Shia ditemukan disana” ucapnya sambil menyerahkan sebuah handphone dalam kondisi rusak itu.


“Lakukan pencarian Shia secara terbuka dan tandai semua orang yang mencurigakan!” Ero mengangguk lalu keluar dari ruangan Ace.


‘Kau kehilangannya lagi bodoh’ Seruan itu membuat Ace memejamkan matanya, kepalanya berdenyut sakit setelah beberapa menit matanya terbuka, manik biru itu kini berubah warna menjadi abu-abu.


“Joker” Pria itu bergumam


“Ya Tuan Alfa” Suara itu berasal dari alat komunikasi yang menajdi satu dengan jam tangannya


“Temukan lokasi SXT!” Ucapnya serak dengan suara beratnya.


------


Hallo Readers, sebelumnya Vody minta maaf kalau cerita ini up nya lama huhuhu. Jadi Vody lagi ada problem dengan my laptop and then filenya ilang semua 😭


Tapi berhubung lagi dapet mood dan feel akhirnya vody lanjutin ini cerita, sebagai bonus hari ini vody bakal up sampai End di hari minggu nanti, so tetep tungguin cerita ini yaa jangan lupa juga Like, Vote, Komen and Fav biar vody semangat hehe


Lop buat kalian banyak-banyak💗

__ADS_1


__ADS_2