
"Hah, sebanyak apa dosaku sebenarnya…” Gumamnya samar. Shia terlonjak ketika mobil mulai berjalan menjauh dari bandara
“Mau kemana kita?” Tanya Shia
“Dinner” Jawabnya singkat.
“Aku tidak lapar”
“Lalu?” Ucap Ace
“Bastard”
“Yes I’m” Balas Ace dengan Smirk andalannya.
Shia mendengus dengan pandangan yang lurus ke depan, Mobil itu berhenti di depan lobi hotel. Ace melangkah turun lalu memutari mobil itu, membuka pintu penumpang di samping pengemudi.
“Turun” Ucapnya singkat, Shia memutar bola matanya malas. Lalu menapakan kakinya di lantai, baru beberapa langkah menjauh dari Ace, Pria itu melingkari satu tangan nya ke pinggang Shia dan mencium pipinya.
“Jangan sampai aku membuatmu malu disini” Geram Shia, gadis itu masih tetap mempertahankan wajah datarnya ketika mendapati tatapan kaget seluruh penghuni lobi.
“Oh try me”
“Ace kau-“ Ucapan Shia terpotong karena tiba-tiba Ace mengecup bibir nya.
“Astaga Shia, why you’re so cute” ucap Ace
“Bastard”
“Apa tidak ada umpatan yang lebih bagus, Shia?” Tanya Ace dengan senyum miring
“Pervert”
“Just for you”
Lagi-lagi Shia mendengus, kenapa tidak ada pria normal yang dekat dengan nya.
Mereka memasuki lift, ketika pintu lift akan tertutup seorang wanita dengan pakaian ketat juga masuk ke dalam lift. Shia melirik sekilas lalu membuang nafas kasar saat wanita itu meliriknya sinis.
“Mr. Hiddleton, senang bertemu dengan anda” Ucapnya
“Tapi aku tidak senang bertemu denganmu”
Shia menahan senyumnya yang hampir keluar mendengar balasan Ace. Wanita dengan pakaian ketat itu menyorotinya dengan tajam sedangkan Ace mengeratkan pegangannya pada pinggang Shia.
__ADS_1
“Maaf jika aku menganggu anda Mr. Hiddleton” Ucapnya lagi dengan nada mendayu dan kepala yang diturunkan, Shia dapat melihat dada wanita itu sangat terkspos saat dia menunduk, bisa di simpulkan wanita itu sengaja melakukannya untuk menggoda Ace.
“Bagus jika kau sadar”
“PUFF..” Shia tidak dapat menahan tawanya ketika melihat ekspresi wanita itu berubah kaku, sepertinya dia tidak menyangka jika Ace Hiddleton yang terlihat ramah itu memiliki mulut yang pedas.
Wanita itu mentap Shia tajam, seolah akan membunuh Shia dengan tatapannya. Sebelum dia kembali menatap Ace dengan sedikit merapikan rambut dan dadanya
“Jika anda bosan, ada bisa menelponku” Ucap nya tak menyerah
‘interesting’ batin Shia. Gadis itu melirik sekilas pada Ace lalu menggandeng lengannya manja.
“Apa kau akan menelpon this *****, Ace” Tanya Shia dengan nada manja sehingga membuat Ace terdiam, dia menatap tangan Shia yang melingkar di lengan kekarnya. Senyum samar terlihat di bibirnya sebelum sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Shia hingga gadis itu melotot.
“Untuk apa aku menelpon bekas orang lain jika milik ku sendiri saja belum pernah tersentuh”
Wanita itu mengepalkan tangannya, mendengar ucapan Ace membuat wajahnya sontak memerah kesal, dia menatap Shia dengan benci.
“Don’t stare at me like that, bitch” Ucap Shia santai meskipun kakinya menginjak kaki Ace yang berbungkus sepatu pantofel hitam mengkilat itu, membalaskan kekesalannya karena Ace sudah menciumnya sembarangan.
“Kau-“
“Jangan sembarangan menunjuk wanitaku jika tidak ingin jari nakal mu itu patah” Ucap Ace membuat wanita itu menurunkan tangannya. Shia tersenyum sinis di depan wanita itu.
“Aku gagal” Ucapnya sebelum panggilan telpon itu terputus bersamaan dengan pintu lift yang kembali tertutup, memutus pandangannya pada sosok Shia dan Ace yang berjalan di koridor hotel.
----------------
Shia menatap pemandangan di bawahnya. Ace membawanya dinner di ketinggian 35 meter. Dari atas sini terlihat pemandangan kota Texas yang dipenuhi dengan cahaya dari lampu dan jalanan yang ramai.
“Kau suka?” Tanya Ace memecahkan kekaguman Shia
“Suka” Jawabnya Singkat
“Kau menyewa satu restoran ini Mr. Hiddleton?” Tanya Shia, Ace mengernyit tak suka mendengar pangilan gadis itu berubah formal.
“Jangan memanggilku begitu” Ucap Ace menyuarakan ketidaksukaan nya.
“Aku baru sadar saat sampai di tempat ini jika kau seperti salah satu bintang itu” Shia menempelkan satu jarinya pada kaca dinding. Ace mengikuti arah jari Shia yang menunjuk sebuah bintang dilangit yang bersinar paling terang.
“Tidak ada bedanya saat aku tinggal denganmu, kaulah yang menolongku saat itu dan memberikan nama Liam untuk ku, untuk sekarang panggil aku Ace”
Shia tersenyum tipis, sebuah senyum tulus yang ditujukan untuk Ace, membuat Ace menahan diri untuk tidak menyerang nya saat ini.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka jika pria yang saat itu amnesia sedang duduk di depanku sekarang”
“Aku juga tidak menyangka jika wanita yang menolong ku saat itu akan menjadi tunangan ku”
“Aku penasaran apa yang terjadi sehingga aku bisa menjadi tunanganmu” Tanya Shia sambil menatap cincin di jari manisnya
“Aku mengancam Robert” Jawabnya santai
“Kau bercanda?” Shia menatap Ace dengan ekspresi bingung
“Tidak, aku bilang akan membuatnya bangkrut jika kau bertunangan dengan pria lain” Obrolan mereka berubah serius ketika tatapan Ace berubah saat menatapnya, membuat Shia dipenuhi dengan kecanggungan.
“Kau mau mendengar cerita tentang ku selama seminggu ini” Ucap Shia, tiba-tiba dia ingin berbagi kisahnya dengan Ace. Shia tau Ace serius dengan ucapannya dan mungkin Shia tidak akan bisa lari lagi dari Ace.
“Jika kau tidak keberatan” jawab Ace
“Seminggu ini aku berada di Italia, seorang pria bernama Alfa menjadikan ku tawanan di mansionnya..” Shia menjeda ucapannya lalu menatap Ace yang masih menyorotnya dengan tatapan yang tak terbaca.
“Dan di sana aku menemukan sebuah fakta mengejutkan yang selama ini ingin ku cari tau.”
“Tentang Reliam?” Sahut Ace, Shia membelalak, bagaimana bisa Ace tau?
“Mungkin ini terdengar kurang ajar, tapi aku mencari tau tentangmu Shia, semuanya, tanpa terkecuali” Lanjut Ace menjawab kebingungan Shia. Gadis itu tersenyum tipis, dia sudah menduga jika Ace mencari tau masa lalunya. Hal yang mudah bagi Ace mengingat kedudukan pria itu yang berada di hirarki tertinggi.
“Inti dari ceritaku adalah aku akan melakukan sesuatu yang berbahaya” Sambung Shia tak terpengaruh dengan ucapan Ace.
“Kau memiliki keluarga yang lengkap Ace, Mr and Mrs Hiddleton sangat menyanyangimu. Jika kau bersama denganku hidupmu bisa terancam”
Ace menampakkan smirknya membuat Shia merasakan hawa dingin di belakang lehernya, terkadang Shia seperti tidak mengenal sosok Ace.
“Kau berbicara seakan mengenal ku dengan baik, Shia?”
“Setidaknya aku tau keluarga mu dengan baik”
“Kau tidak laparkan” Shia mengangguk, Ace berdiri dan menarik tangannya keluar dari tempat itu.
“Mau kemana lagi?” Tanya Shia ketika mereka berada di dalam lift yang bergerak naik
“Menemui orang tua ku” Jawabnya, Shia melotot
“Untuk apa?”
“Merencanakan pesta pertunangan tentunya”
__ADS_1