Beware Of Mr. Amnesia

Beware Of Mr. Amnesia
Fourty One


__ADS_3

Ace menaiki salah satu jet ski berwarna hitam dan mengendarainya mendekati Shia. Shia melajukan jet skinya meninggalkan Ace dan terjadilah aksi kejar-kejaran di antara mereka berdua. Shia tersenyum miring lalu berputar mendekati Ace.


Ace menghentikan laju jet skinya saat Shia berbelok dan melaju kencang seperti hendak menabraknya dan benar saja, Shia sengaja menabrakan jet skinya dan membuat Ace terjatuh, suara tawanya terdengar melihat Ace yang kini mengapung dalam keadaan basah.


“Kau benar-benar nakal” Ace menyeka wajahnya, dia berenang dan naik menuju jet skinya. Lalu mendekat kearah Shia.


Shia mendelik lalu melajukan kendaraannya meninggalkan Ace yang menyeringai.


Dari kejauhan seseorang pria berdiri diatas sebuah kapal, memperhatikan keduanya. “Kau benar-benar mengincarnya, Ace?” gumam orang itu sambil menurunkan teropongnya. “Seharusnya tidak ada orang yang kau cintai di dunia ini Ace, karena sepertinya sebentar lagi kau akan kehilangannya”


----------------


Shia turun dari jet skinya, ia tersenyum menyambut kedatangan Ace di belakangnya.


“Ayo masuk, ganti pakaianmu”


Shia mengangguk lalu tersenyum manis, sepertinya suasana hati Shia sangat bagus sekarang, dia menggandeng tangannya dan melangkah masuk ke villa.


Shia sudah mengganti pakaiannya. Dia keluar untuk menemui Ace. Pria itu sudah menunggunya di depan villa. Shia melihat Ace yang sedang berbicara dengan bodyguard di sana.


“Mau kemana kita?” tanya Shia


“Aku ingin menghabiskan waktu denganmu”


Ace tersenyum lalu menggandeng tangan Shia, membawanya keluar villa. Keduanya berjalan dipinggir pantai.

__ADS_1


“Ace, kau-“ Shia berucap dengan manik coklat yang membola melihat apa yang berada di depannya setelahnya dia menatap Ace yang tersenyum manis. Ace melangkah mendekat, mengelus rambut Shia lalu mengecup bibirnya singkat.


Shia merasakan detak jantungnya tak beraturan ketika matanya bertemu dengan manik biru yang menatapnya dengan lembut. Shia mengalihkan pandangannya ke depan. Pada sebuah helicopter yang terparkir dari mereka


“Itu untukku?” Tanya Shia tak percaya


“Tidak” Manik Shia memincing membuat Ace kembali mengulas senyuman.


“Tentu saja itu untukmu. Mau mencoba beberapa putaran?”


Shia tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia menarik tangan Ace dan masuk kedalam helicopter.


-----------


Sinar matahari pagi begitu menghangatkan, ini pagi pertama Shia terbangun dalam pelukan seorang pria. Tangannya bergerak menyusuri wajah Ace, ia tertawa kecil. Menertawakan dirinya sendiri yang bisa menyerah dengan Ace.


Sepasang manik biru itu terbuka menatapnya membuat Shia menahan nafas kala wajah itu mendekat ke arahnya


“Good Morning, Love”


Lagi-lagi Shia merasakan detak jantungnya yang tak beraturan. Ace mengecup bibirnya dan memberikan tatapan lembut membuat hatinya ingin meledak mengeluarkan semua euphoria di dalam sana.


Ace tertawa kecil, ekspresi Shia benar-benar menggemaskan untuknya. Pria itu kembali mendekat, mengecup pipi Shia. Sepertinya mulai sekarang selain bibir maka pipi Shia adalah sasaran ciumannya, apalagi pipi putih mulus itu selalu terlihat memerah jika Ace menciumnya.


“Manisnya istriku ini”

__ADS_1


Shia tersadar lalu mendelik. Ia mendorong tubuh Ace menjauh dan menatapnya dengan memincing.


“Kenapa? Kita sudah tidur bersama bukankah aneh jika kita tidak menikah” Ace tersenyum miring.


“Kita hanya tidur di ranjang yang sama, tidak melakukan hal aneh seperti yang otakmu itu pikirkan, Ace”


Ace menarik tangan Shia hingga tubuh itu membentur dadanya, Smirk aneh yang Ace berikan membuatnya merinding.


“Jadi kau berharap aku melakukan hal yang aneh itu Shia?”


Shia berdehem pelan “ Kesimpulan dari mana itu?”


Ace melepaskan tangannya dari Shia, ia tertawa kecil “Aku bercanda, Love. Ah sudahlah, ayo turun kita makan”


Shia menghela nafas lalu mengangguk. Keduanya berjalan menuju dapur dengan Ace yang selalu menggenggam tangan Shia. mereka seperti sepasang kekasih yang sangat manis bahkan ketika Ace meminta Shia untuk menyuapkannya makanan pun Shia menurutinya.


“Aku seperti mempunyai bayi besar” Ucap Shia datar namun tangannya masih tetap menyuapkan makanan pada Ace yang tersenyum tipis


“Dan aku seperti mempunyai seorang istri yang pengertian” sahut Ace membuat Shia mendelik.


Setelah sarapan keduanya kembali ke Mansion Hiddleton di Los Angeles. Ace kembali mengurus perusahaannya dan Shia yang kembali ke Dallas, tentunya secara diam-diam karena tidak mungkin Ace mengizinkannya pergi dengan mudah.


Shia mengunjungi sebuah makam dengan tulisan Reliam Walker, makam seorang pria yang menjadi sahabat sekaligus cinta pertamanya.


“Aku sudah menemukan siapa yang membunuhmu, namun sampai sekarang aku tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan Robert kembali menjodohkanku lagi dengan seorang pria yang mampu membuat duniaku kembali berwarna”

__ADS_1


“Liam, Aku harus menjauh darinya kan?” Shia bertanya pada makam yang sudah pasti tidak akan bisa menjawabnya. “Aku tidak bisa membuatnya dalam bahaya jika berada di sisiku, dia bahkan tidak mengenalku sebaik kau”


Shia menusap makam itu lalu menghela nafas. Dia berdiri dan menggunakan kacamata hitamnya “Aku pergi dulu Liam. Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat dan mengunjungimu lagi” Shia masuk ke dalam sport car putihnya, sebelum pulang dia akan pergi ke lintasan drift dulu untuk melampiaskan semua emosinya.


__ADS_2