
Ace tidak bisa menghubungi Shia. Hampir 24 jam Shia tidak bisa dihubungi, ia sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Shia namun tidak ada hasil yang didapat. Titik terakhir Chip yang ada pada Shia ada di sebuah Café. Sayangnya ditempat itu masih tak didapati hasil apapun.
Tampilan Ace tidak bisa dikatakan baik. Penampilannya terlihat mengerikan dengan wajah kusam. Suasana hati Ace menjadi buruk. Saat kembali ke mansion dia akan memarahi para pelayan dan penjaga. Entah salah atau tidak yang pasti Ace akan memarahi mereka bahkan memberikan beberapa pukulan.
Saat ini Ace sedang berada diruang kerjanya, dia memeriksa semua kamera pengintai yang berhasil di rentas oleh Max. Sayangnya, Shia tak tertangkap kamera sama sekali. Gadis itu menghilang tanpa petunjuk apapun.
Pria itu menatap keluar melalui dinding kaca, tangannya memukul dinding itu dengan kuat, tak peduli dengan tangannya yang mulai berdarah. Bahkan bercak darah menempel di kaca itu. Ace tidak merasakan sakit sama sekali pada tangannya justru hatinya lah yang sakit. Hanya ada satu pikiran yang terlintas di benaknya tentang menghilangnya Shia “Kau meninggalkan ku, Love…”
---------------------
“Aku sudah mendapatkan Arshia, apa lagi selanjutnya?”
“…..”
“Baiklah”
Shia mendengar suara itu, matanya masih terpejem seakan dirinya belum sadarkan diri. Posisinya saat ini, Shia sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan yang terikat ke belakang.
“Sayang sekali aku tidak diizinkan untuk menyentuhmu, padahal aku yakin tubuhmu terasa nikmat” Ucap suara di depannya membuat Shia membuka mata. “Sadar juga rupanya” Pria itu menepuk pipi Shia. Shia memundurkan wajahnya menghindari sentuhan tangan Xin.
“Kau menculik ku?” Tanya Shia polos pada Xin membuat pria itu tertawa mengejek
“Kau masih bertanya?” Xin tertawa sambil mengusap matanya yang sedikit berair
“Tujuannya?” Shia memiringkan wajahnya berpura-pura tak paham
“Aku menculik mu karena menginginkan nyawa Ace” Lanjut Xin. Raut wajah Shia tidak berubah, tetap tenang dengan sorot mata polos miliknya.
“Kurasa kau menculik orang yang salah” Ucap Shia membuat Xin tertawa keras, ia mengejek Shia.
“Aku dibayar mahal untuk menculikmu”
“Oh begitu, jadi berapa bayaranmu?”
“Kau banyak bertanya. Kau bahkan tidak membuat keributan sama sekali. Wanita Ace Hiddleton benar-benar berbeda”
Shia tidak menanggapi ucapan Xin, dia hanya menatap pria itu datar dengan tangan yang bergerak dibelakang, memutus tali ikatan tangannya. Tidak tau saja bahwa sejak tadi semua pertanyaan yang Shia lontarkan adalah umpan pengalihan agar dirinya bisa bebas bertindak.
__ADS_1
“Ace bahkan mencarimu ke seluruh penjuru, dia nyaris membuat berita orang hilang jika tidak dihentikan oleh Jack” Ucap Xin. Shia merespon dengan menganggukan kepala acuh
“Yah sepertinya kau akan menyesal sudah menculikku”
“Aku? Jangan bercanda Arshia” Xin kembali mendekat baru saja dia hendak menyentuh wajah Shia namun gadis itu langsung menerjang Xin hingga pria itu jatuh ke lantai.
Pria itu bergerak cepat untuk bangkit, namun belum sempat dia melawan balik, Shia sudah memukulnya dengan kuat membuat Xin tak sadarkan diri.
“Kau memilih lawan yang salah” Shia menggeledah saku jas pria itu dan menemukan sebuah ponsel yang terkunci. Shia mengarahkan jari jempol Xin lalu membuka ponsel itu.
“Alex, temukan identitas seseorang untuk ku, aku akan mengirim gambarnya”
“Wah sepertinya kau sudah selesai bermain Shia. Tapi lebih lama dari dugaanku, Ace bahkan nyaris membunuhku saat tau kau menghilang”
“Kau mengatakannya?”
“Tentu tidak, tapi wajah tampanku nyaris hancur karena pukulannya” Shia terkekeh kecil
“Kau pantas mendapatkannya”
Shia mematikan ponselnya dan menatap Xin dengan senyum miring.
---------------
“Kau bagaimana bisa?” Ucapnya tak percaya
“Sudah ku bilang kau menculik orang yang salah”
“Siapa kau sebenarnya?”
“Aku?” Shia menujuk dirinya sendiri “Bukannya atasanmu sudah memberitau mu, Aku Arshia Clarikson” Shia memperkenalkan dirinya polos
“Kau bukan seorang atlet drifting” Ucap Xin. Pria itu terlihat memberontak namun tetap tidak bisa melepaskan ikatan tali di tangannya
“Benar kok, aku mantan atlet drift” Shia membenarkan dengan polos membuat Xin mengepalkan tangannya, tingkah Shia membuatnya murka.
“Selain mantan atlet drift aku juga seorang hu-”
__ADS_1
Ucapan Shia terputus ketika handphone nya berbunyi. Terlihat Alex menelponnya
“Tunggu sebentar ya” Ucap Shia masih dengan anda polosnya
“Aku sudah mendapatkan informasinya” Ucap Alex ketika panggilan mereka terhubung. Shia tersenyum tipis lalu menekan tombol speaker
“Xinder Justin. Dia agen khusus yang dikirim ke luar negeri untuk memata-matai. Asalnya dari Columbia” Senyum Shia makin melebar ketika melihat respon Xin yang melotot horor
“Dia salah satu bawahan Costa” Lanjut Alex membuat Shia berdesis
“Jadi kau salah satu bawahan pria pengecut itu yaa”
Shia mematikan panggilannya lalu melangkah mendekat kearah Xin. Melangkah ke belakang bangku kayu itu. ia menarik tangan Xin hingga tanpa aba-aba suara patahan terdengar. Empat jari Xin berhasil Shia patahkan dengan tangan kosong.
Xin meringis, spontan dia meronta menyebabkan bangku itu jatuh dalam keadaan miring di lantai yang dingin. Dia menatap Shia yang kini menyorotnya dengan mengejek.
“Padahal aku hanya berniat mematahkan telunjukmu karena jari itulah yang bisa menarik pelatuk pistol, tapi ternyata tiga jadi lainnya malah ikut” Shia tersenyum manis, dia menundukkan dirinya, tangannya memukul pipi Xin keras, tangan Shia meraih pisau kecil lalu kembali memukul pipi pria itu. Membuat goresan-goresan yang dalam di sana.
Xin tidak menyangka jika wajah cantik dan tenang yang Shia miliki dari awal adalah sebuah kamuflase yang dibuatnya untuk menipu lawan. Xin tidak menyangka jika targetnya akan bisa melakukan hal semengerikan ini terhadap dirinya.
Xin pernah merasakan sakitnya tertembak bahkan terluka namun dia tidak pernah mendapatkan penyiksaan seperti ini. Siksaan perlahan yang dilakukan oleh seorang wanita.
-----------
Shia keluar dari gudang itu dengan langkah ringan. Sudah 2 hari dia berada di gudang itu terhitung dari dirinya sadar hingga mengintrogasi Xin. Sekarang Shia berpikir bagaimana dia menghadapi Ace nantinya?
Shia menatap handphonenya yang bergetar. Sebuah pesan masuk dari SXT terlihat di layar depan
‘kau berhasil, kalau begitu biar ku berikan informasi kecil sebagai hadiah untukmu’
Ting! Shia membuka pesan itu dengan cepat
‘Robert menyewa orang untuk membunuh Keluarga Walker. Orang itu kau tau kan dia siapa’
-SXT
Shia mematung. Kini puzzle dalam hidupnya telat nyaris menyatu. Robert ayahnya menyewa pembunuh untuk menembak Liam dan pembunuh itu adalah Alfa, orang yang menculiknya ke Milan dulu.
__ADS_1
“SIAL” Shia memaki keras.