
"Oh benar. Max perkenalkan ini sahabatku Shia dan Shia ini kenalanku Max” Ucap Erika membuat Max kembali menatap Wanita itu
“Shia, senang bertemu denganmu Max” Shia mengulurkan tangannya. Max menatap tangan itu. apakah tidak masalah dia menjabatnya saat di sudut taman itu ada sepasang mata yang menyorotnya tajam
“Max” Akhirnya Max menjabat tangan Shia, hanya sebentar karena dia yakin jika Tuannya itu akan langsung memotong tangannya jika berani menyentuh Shia lebih lama lagi
“Jadi apa urusanmu di Dallas, Max?”Tanya Shia
“Aku sedang menjenguk temanku disini” Ucap Max bohong
“Dimana ruang temanmu?” Entah hanya perasaan Max atau memang Shia sedang menyeledikinya. Karena sepertinya gadis itu tau sesuatu tentang dirinya. Atau mungkin ketertarikannya pada Erika
“Ada di lantai tiga. Ngomong-ngomong aku harus pergi sekarang, jam makan siang sudah habis” Akhir Max, pria itu tersenyum pada Erika dan mengusap kepalanya pelan.
“Jangan sedih lagi. I be there for you”
Shia berdecih dan mengalihkan wajahnya saat melihat Erika salah tingkah. Sekrang dia yakin jika tujuan Max kesini hanya untuk bertemu Erika. Awas saja jika Max berani macam-macam dengan sahabatnya itu. Shia jamin jika dia akan berakhir lebih parah daripada Damien.
“Kau seperti tidak rela dia pergi” Erika menatap Shia lalu tersenyum tipis
“Aku nyaman berada di dekatnya” jawab Erika
“Kau kan baru mengenalnya”
“Itu bukan sebuah alasankan. Rasa nyaman itu muncul bergitu saja saat aku bersama dengannya. Hah sudahlah, memang kau tau apa? Kau kan tidak pernah jatuh cinta.”
Shia terdiam. Jatuh cinta ya? Sepertinya dia pernah merasakan itu atau bahkan dia sedang merasakan itu pada seorang pria bernama Ace Hiddleton.
“Apa berita itu benar?” Tanya Erika membuat Shia mengerutkan keningnya
“Berita apa?” Tanyanya
“Kau bertunangan dengan Ace Hiddelton”
Hah. tunggu, jadi Ace benar-benar membuat membuat berita seperti itu.
__ADS_1
Getaran pada saku Shia membuat gadis itu mengambil handphonenya. Sebuah pesan dari pelayan Mansion Ace membuat mata coklat itu membelalak.
“Aku harus pergi sekarang, aku akan mengunjungimu lain kali Erika”
“Kenapa? Ada masalah apa?” Tanya Erika, Shia tersenyum getir
“Tunanganku mengamuk”
----------------------
Setelah menempuh perjalanan yang jauh dan jam terbang yang lama Shia akhirnya tiba di Los Angeles, dia masuk ke dalam mansion Ace. Ruangan itu berantakan bahkan ada beberapa bercak darah yang masih tersisa di lantai.
“Nona kemana saja? Tuan mengamuk saat tidak menemukan anda di mansion.” ucap salah satu pelayan di sana membuat Shia meringis. Dia yakin Ace kesusahan menemukannya karena dia meminta Alex untuk menghapus jejaknya saat pergi ke Dallas.
“Dimana Tuan kalian”
“Tuan barus aja kembali dua jam yang lalu, nona dan sekarang ada di ruang kerja. Tuan sedang memperluas wilayah pencarian anda.”
Shia melangkah menuju ruang kerja Ace. Dia membukanya pelan “Ace..” Shia mencicit kecil saat merasakan hawa mencekam di ruangan itu
“JAWAB AKU!” Shia tersentak, ia benar-benar tidak menyangka Ace akan berteriak marah padanya.
“Aku pergi drifting”
“Drfiting kau bilang. katakan dengan jujur Shia. Kau ingin pergi dariku kan” Ace menggeram kesal. “Berani sekali kau pergi tanpa izinku. BERANI SEKALI KAU, SHIA!” Ace mendekati Shia, tangannya mencengram dagu Shia kasar. “Apa aku harus mematahkan kedua kaki kecilmu itu agar kau tidak bisa pergi kemanapun”
“Apa masalahmu Ace, kau tidak berhak mengekangku, sialan!”
“Aku berhak Shia. Kau milikku. Hanya milikku” tekan Ace. Shia meringis semakin Ace marah cengkraman pada dagunya semakin kuat dan sakit.
Ace melepaskan cengkramannya pada dagu Shia. pandangnya beralih kearah luar, pada sebuah mobil sportcar putih. Dia tidak menyangka jika Shia membawa mobilnya ke Los Angeles “Kau tidak akan bisa keluar dari rumah ini. Selangkah saja kau keluar aku akan menghancurkan mobilmu dan mematahkan kedua kakimu” Ace benar-benar serius sekarang. Ia membalik tubuhnya meninggalkan Shia.
-----------
Nani masuk ke kamar Shia dengan tangan yang membawa makan malam. Setelah perdebatan tadi sore. Shia mengurung diri dikamarnya, ia melewatkan jam makan dan hanya merenung di kamar.
__ADS_1
“Nona, makan malam anda” Nani mendekat kearah Shia
“Aku tidak lapar”
“Tuan memerintahkan anda makan nona” Nani meletakkan makan malam Shia ke atas meja.
“Nona, apa anda tidak menyukai tuan?” Shia terdiam, Nani melangkah mendekat kearahnya
“Tuan tidak pernah menunjukan kemarahannya seperti kemarin. Tuan tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tuan mencari anda semalaman, Tuan mengkhawatirkan anda dan dari yang saya lihat Tuan sangat mencintai anda.”
Shia diam mendengar penjelasan dari Nani. Dia juga mencintai Ace tapi dia tidak bisa berada di sisi Ace. Dia belum menyelesaikan tujuannya. Tapi memikirkan Ace yang sudah mencarinya semalaman, Shia menyesal sudah menghilangkan jejaknya.
“Dimana dia sekarang?”
“Ada dikamarnya nona”
Shia beranjak, ia menuju kamar Ace. “Ace..” panggil Shia ketika Ace sedang membuka pintu kamar. Pria dengan manik biru itu menoleh kearah Shia hanya sebentar sebelum ia masuk kedalam kamar, mengabaikan Shia.
Shia tau Ace sedang kecewa dengan perbuatannya. Namun, bukan salahnya jika ia ingin bebas dan melakukan tujuannya. Tapi melihat Ace yang tidak ingin berbicara padanya jelas membuat hatinya terasa sakit.
Dengan pelan gadis itu melangkah masuk kedalam kamar Ace, jantungnya berdetak kencang dengan rencana yang terpikir dalam otaknya untuk membuat Ace kembali berbicara padanya, rencana itu adalah ide yang Erika berikan sejak lama. Namanya adalah kiat membuat pria marah luluh.
Ace yang menyadari Shia mendekat berusaha untuk menahan kepalanya untuk tidak menoleh dan tetap fokus pada berkas ditangannya. Hingga ia mematung ketika Shia dengan gerakan cepat mengecup pipinya.
“Maafkan aku ..” Shia merona, sedangkan Ace melongo. Shia meminta maaf dengan menciumnya. Ace hampir menampar pipinya sendiri, apa ini mimpi? Shia berinisiatif menciumnya dan bertingkah malu-malu.
Dengan cepat Ace menarik Shia, mendudukkan diatas pangkuannya dan mencium bibir gadis itu. Dapat Ace rasakan tubuh gadis di pangkuannya menegang, namun hal itu jelas tidak menghentikan Ace untuk melakukan lebih pada Shia.
Ace mengigit kecil bibir itu membuat sang empunya meringis. Hal itu dimanfaatkan Ace untuk memperdalam ciumannya. Lidahnya dengan tidak sabar bergerak sesukanya pada mulut pedas Shia yang terasa manis.
Ace menghentikan aksinya ia tidak ingin melewati batas, namun ketika melihat penampilan Shia yang menggiurkan dengan cepat ia kembali merengkuh Shia dan menciumi Shia dengan menggebu.
Kali ini Shia membalas ciuman Ace membuat pria itu menggeram dengan sensasi memabukkan. Shia bergerak gelisah dalam pangkuan Ace yang justru membuat Ace tidak bisa menahannya lagi.
Ace melepaskan ciumannya, Manik birunya menatap penuh nafsu. Tangannya mengusap pelan bibir Shia yang basah akibat ciuman panas mereka.
__ADS_1
“You in danger, naughty girl. Aku mungkin tidak akan bisa melepaskanmu”