
Hari sudah malam. Di villa, kini kedua insan tengah di atas ranjang sembari menyelimuti tubuh mereka. Hujan yang sedari siang tak kunjung berhenti membuat mereka enggan meninggalkan tempat tidur yang hangat.
tok...tok...tok..
"Tuan, makan malam sudah siap," ucap penjaga villa dari luar kamar. Daniel menatap istrinya yang juga menatapnya. Ia mengambil selimut lalu menutupi seluruh tubuh istrinya lalu berjalan menuju pintu untuk membuka pintu kamar.
"Taruh saja di situ," ucap Daniel sembari menunjukkan meja di dekat sofa. Penjaga Villa pun menaruh makan malam di meja lalu langsung pamit keluar. Daniel menatap makanan yang ada di meja. Tidak menggugah selera kalau bukan istrinya yang memasak.
Tapi, ia juga harus makan kalau mau baik-baik saja dan bisa menjaga istri nya yang membutuhkan semangat darinya. Ia membawa makanan dalam satu piring.
"Bunny, ayo makan." Zahra membuka selimutnya lalu duduk dari baringnya. Ia berjalan mendekat ke arah Daniel lalu duduk di samping suaminya itu.
"Buka mulut mu."
"Aaaaaa....
Zahra membuka mulutnya memakan makanan yng di suapkan suaminya.
"Enak?" tanya Daniel sembari memakan sesuap makanan nya.
Zahra mengangguk, "enak."
Setelah itu mereka pun makan dengan romantisnya dan tentu saja hanya Zahra yang menikmati makanan nya. Sedangkan Daniel hanya sekedar kunyah telan saja.
Setelah selesai makan, Zahra kembali duduk di atas ranjang menunggu Daniel yang ada di kamar mandi. Zahra melihat-lihat ponselnya, ia menghela nafas lega. Setidaknya dengan pergi kemari ia bisa sedikit melupakan kejadian malam itu. Meskipun bayang-bayang kepala terbang itu terus bermunculan di benaknya bila ia sendirian, tapi semuanya tiba-tiba menghilang ketika suaminya berada di sisinya.
__ADS_1
"Sayang, mengapa melamun?" tanya Daniel yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja. Laki-laki itu bilang kalau dia hanya ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, tapi kini keluar dengan tampang orang seperti selesai mandi. Rambut basah dan juga handuk kecil melilit di pinggang nya. Sontak hal itu membuat pipi Zahra memerah dan sesegera mungkin mengalihkan pandangannya.
"Pakai bajumu, Hubby." Daniel menatap ke arah tubuhnya sendiri, ia tersenyum jahil. Muncul sebuah ide untuk menggoda istri mungilnya itu.
Daniel pun berjalan ke arah ranjang lalu naik ke atas ranjang dan langsung memeluk Zahra membuat gadis itu semakin gugup.
"Aku ini suami mu. Jadi, semua yang ada padaku adalah milikmu. Kau boleh melihatnya bahkan meraba bahkan merasakannya pun boleh," goda Daniel membuat pipi Zahra memerah.
"Kau sedang malu, bunny?" tanya Daniel berusaha mengangkat wajah Zahra. Ia ingin melihat pipi merah tomat istrinya.
"Lihatlah, bunny. Bukankah tubuhku sangat menggoda?"
Daniel terkekeh geli melihat istrinya yang hanya diam sembari menutup matanya.
"Buka matamu, bunny."
Ide jahil Daniel semakin merajalela, ia memegang tangan Zahra lalu mengarahkan nya pada roti sobek nya. Sontak tubuh Zahra langsung membeku karena memegang yang belum pernah ia pegang selama ini.
"Menggoda bukan?"
"Jangan seperti ini, Hubby. Malu," pinta Zahra sembari mengalihkan pandangannya.
"Kita belum malam pertama loh," goda Daniel membuat jantung Zahra semakin berdetak kencang.
"Sekarang saja yah," pinta Daniel manja.
__ADS_1
"Tu-tunggu," pinta Zahra sedikit mendorong dada Daniel.
"Apa lagi?" tanya Daniel mulai gusar karena hasratnya sudah memuncak.
"Aku belum siap," ucap Zahra malu-malu.
"Yasudah bersiap-siap lah." Daniel kembali ******* bibir mungil Zahra lalu beranjak ke daerah lainnya. Malam ini dia tidak akan melepaskan istrinya yang menggemaskan itu. Ia akan mewujudkan impiannya memilki anak 12 orang seperti anak kucing.
Semoga lancar Bambang Daniel ^_^
_
_
_
_
_
_
Jangan ad yang protes karena adegannya di skip! Author ini masih di bawah umur yah teman-teman 🥰 mohon di maklumi. Ada pun tulisan kita ini akan menjadi pertanggungjawaban kita di akhirat nanti. Bagi yang sudah ber suami silahkan lanjutkan dengan paksu anda🥰🥰
Maaf kalau kurang greget 🙏🙏
__ADS_1
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.